Aceh Aman, Sabang jadi Kota Tujuan Wisata
Sabang – Aceh sebagai provinsi yang pernah didera konflik bersenjata, dulunya sempat menakutkan bagi pendatang, namun kini sejak tercetusnya perdamaian antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dengan Pemerintah Republik Indonesia (RI) pada 2005 silam, daerah yang dijuluki Tanah Rencong kondisinya aman, nyaman dan tenteram. Momen seperti lebaran kali ini tak ayal menarik orang luar Aceh ingin berkunjung terutama ke kawasan-kawasan wisata seperti pulau Sabang.
Sejak tanggal 15 Agustus lalu, dermaga penyeberangan ferry Ule Lheu Banda Aceh dipadati pendatang yang hendak menuju pulau Sabang, selain pemudik lebaran kebanyakan juga pendatang dari luar provinsi Aceh yang ingin berkunjung ke kawasan wsiata pulau paling ujung sumatera ini. Untuk memenuhi pengangkutan penumpang, Kapal ferry KMP BRR pun harus kerja ekstra, pasalnya jumlah penumpang dan kendaraan menuju Sabang meningkat signifikan.
Pengunjung luar Aceh yang datang ke Sabang umumnya berasal dari provinsi Sumatera Utara (Sumut), Padang dan Riau. Tujuan berlibur ke Sabang untuk melihat keindahan alam wisata pulau Weh yang sudah terkenal ke-elokannya sampai ke luar negeri. Rata-rata pengunjung berlibur bersama keluarga maupun kerabatnya.
Ramainya pendatang ke Sabang tidak terlepas atas kondusifnya kondisi keamanan dan kenyamanan di provinsi eks konflik bersenjata ini, pengunjung merasa aman selama dalam perjalanan dengan kondisi yang sangat bersahabat. Pengunjung yang terlihat kebanyakan menggunakan kendaraan pribadi sangat senang bisa sampai di Sabang.
Salah seorang pengunjung Rivaldo (34), yang dikonfirmasi AtjehLINK, Selasa (21/8) di dermaga penyeberangan ferry Balohan Sabang mengatakan, dia sangat berbahagia bisa sampai di Sabang. Selama ini ia hanya melihat keindahan pulau yang berbatasan dengan negara Hindia melalui televisi dan media massa.
“Sebelumnya kami belum pernah datang ke Aceh karena takut, terutama pada saat kondisi masih ribut-ribut GAM dengan TNI/Polri, namun setelah perdamaian dilakukan yang kami melihat dilayar televisi serta media massa bahwa Aceh aman, maka kami sepakat berlibur ke Aceh sampai ke Sabang,” kata Rivaldo.
Menurut warga Kota Pekanbaru Provinsi Riau ini, apa yang di-isukan atau yang didengar selama sebelumnya sangat tidak benar, dimana katanya Aceh masih rawan tentang keamanan terhadap warga luar Aceh. Ternyata isu dan kabar tersebut tidak benar sama sekali karena selama dalam perjalanan dari provinsi Sumut tidak ada terlihat hal-hal yang di-isukan itu.
Bahkan sepanjang perjalanan ramai kendaraan meskipun pada malam hari dan warung-warung nasi dan kopi buka di sepanjang jalan, dengan khasnya orang Aceh yang ramah-tamah dan penuh keakraban. Masyarakat Aceh melayani dengan baik setiap pengunjung yang singgah baik di tempat jualan, SPBU maupun tempat-tempat istirahat lainnya.
“Enak sekali perjalanan kami mulai dari Medan sampai ke Sabang, dimana orang Aceh yang penuh sopan santun menyapa kami dengan rasa kekeluargaan. Padahal perjalanan kami ke Aceh pada malam hari, kami senang sekali bisa bertanya kepada warga dimana pun kami berhenti, artinya Aceh benar-benar aman dan nyaman,” jelasnya ketika hendak menaiki kapal ferry di dermaga Balohan.
Hal yang juga disampaikan Haris Jaya (42), menurut warga kota Medan ini, dirinya sudah lama ingin berkunjung Provinsi Aceh yaitu ke pulau Sabang, namun baru sekarang keinginannya tercapai. Sebelumnya ia takut datang ke Aceh mendengar kabar yang katanya rawan keamanan, tetapi begitu berangkat dari Medan ternyata dalam perjalanan aman dan nyaman.
Haris yang berangkat Kamis lalu dari Medan sudah empat hari bermalam di Sabang, dia melihat keamanan dan keramah-tamahan masyarakat Sabang sangat baik sekali. Dia bersama rombongan keluarganya bisa berjalan-jalan sepanjang malam tanda ada gangguan apa pun.
Keamanan dan kenyamanan yang didapat selama berada di Sabang, tidak pernah didapat di daerah lain, dimana kendaraan bisa diparkir dimana saja dan tidak ada yang menanyakan. Kemudian banyak kendaraan yang diletakan begitu saja di pinggir jalan atau kebun pada malam hari, tanpa pakai alat pengamanan. “Sabang luar biasa amannya,” ujar Haris.
Penumpang Kapal Ferry Membludak
Sementara itu, kepala Unit Pelayanan Teknis Dinas (UPTD) Anggkutan Sungai Danau Penyeberangan (ASDP) dermaga penyeberangan Balohan Husaini, kepada AtjehLINK menjelaskan sampai plus min H 5, pelayanan pelayaran kapal ferry KMP BRR akan melayani dua rute dalam sehari, hal itu dilakukan untuk mengangkut penumpang baik yang datang maupun pulang dari Sabang.
enumpang ferry pada liburan lebaran kali ini terjadi peningkatan yang cukup signifikan, lebih banyak pengunjung kali ini jika dibandingkan dengan liburan pada lebaran tahun lalu, kapal ferry KMP.BRR harus belayar dua kali dari Banda Aceh ke Sabang maupun sebaliknya. Dalam satu kali pelayaran mengangkut rata-rata 450 penumpang dan 38 kendaraan roda empat/enam (mobil) dan ratusan sepeda motor.
Demikian juga dua kapal cepat yaitu kapal cepat Bahari Express 3 dan kapal cepat Pulo Rondo, kedua kapal tersebut selama libur lebaran juga dipadati penumpang. Rata-rata penumpang yang menggunakan kapal cepat dalam sekali berlayar mencapai dua ratusan orang.
“Tahun lalu rata-rata penumpang yang menggunakan kapal dalam sekali jalan sekitar 320 penumpang dan 35 kendaraan roda empat/enam serta delapan puluhan kendaraan roda dua. Artinya ada peningkatan pengunjung yang berlibur ke Sabang pada liburan dan lebaran tahun ini,” jelas Husaini. (Jalal/Irfan)










