AtjehLINK Icon
Thursday, 20 June 2013
Find us on: feed rss facebook twitter

Akibat Lumpuh, Maini Kini Hanya Mampu Terbaring

Aceh Utara – Sedihnya nasib Maini (31), warga Desa Matang Sijeuk Barat, Kecamatan Baktiya Barat, Aceh Utara, akibat penyakit lumpuh yang dideritanya sejak setahun terakhir, saat ini Maini hanya mampu berbaring diatas kasur tanpa ada gerakan tubuhnya. Sebelum mengalami lumpuh total, ia juga mengalami gangguan jiwa. Namun gangguan jiwa yang membuatnya tak sadar akan apa yang ia lakukan itu telah terjadi sejak usia 15 tahun saat ia masih remaja.

Untuk buang air kecil maupun air besar sekaligus mau mandi, ia dibantu oleh orang tuanya bernama Nurhayati yang telah berusia 70 tahun. Meskipun susah payah, beban yang dialami orangtuanya itu tak pernah membuat mereka merasa kekurangan atas segala cobaan, namun mereka selalu berdo’a kepada Sang Maha Pencipta agar ia mampu menghadapi semua ujian dari-Nya.

Berlindung dari teriknya sinar matahari dan berteduh dari hujan dibawah atap rumbia yang telah lapuk, ternyata orangtua yang telah lanjut usia itu masih mampu merawat anaknya. Kebutuhan hari – hari, jarang sekali ia dapatkan meskipun hanya seribu perak saja. Namun masih beruntung karena tetangganya yang tak jauh dari rumah mereka sering membantu.

Awalnya, Maini sempat dirawat di RS Cut Mutia, Lhokseumawe, pada bulan lalu. Meskipun biayanya cukup – cukupan saja. Beberapa hari disana, ia diarahkan oleh dokter boleh pulang. Namun, penyakit yang dialaminya tetap saja begitu dan tak mampu diobati. Akhirnya Maini dibawa pulang lagi kerumahnya yang beratap rumbia itu.

Walau susah payah, memperihatinkan sekaligus menanggung derita dengan beban yang sangat berat, namun tak pernah muncul di bibir Nurhayati untuk tidak mampu merawat anak kesayangannya. Malah, ia sangat bersabar atas cobaan yang diberikan itu. Saat diwawancarai media ini, ia yang tak mampu menjawab beberapa pertanyaan wartawan, sempat mengeluarkan sedikit kata sambil memeluk anaknya. “Aku bahagia karenanya. Kalaupun begini, aku masih bersabar atas cobaan tuhan,” sebutnya kepada AtjehLINK pada Senin (20/8).

Tetangga sekitar mengatakan, dalam sebulan sekali Maini juga mengerang seperti orang kesakitan. Karena itu, ketika rasa sakit itu terdengar, warga setempat sering berkunjung ke rumah seperti gubuk itu untuk membaca ayat – ayat Al- Qur’an sebagai rasa kasih sayang mereka.

Bukan tidak ada kepedulian dari warga – warga setempat, akan tetapi belum mendapat pertolongan dari pemerintah kecamatan maupun dari Pemkab Aceh Utara. Karena itu, warga setempat maupun sanak saudaranya sangat berharap segera ada bantuan perhatian  dari pihak yang berwenang. (Fitri Julian)



Redaksi: redaksi@atjehlink.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi Hafid Junaidi di iklandiatjehlink@gmail.com
Telepon 0821 6446 9505

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>