Awas! Copet Berkeliaran di Banda Aceh
Banda Aceh – Menjelang Hari Raya Idul Fitri (Lebaran), angka kejahatan meningkat di Kota Banda Aceh. Sejak seminggu terakhir, kejahatan pencopetan kerap terjadi di ibu kota provinsi Aceh ini. Pencopet tersebut biasanya beraksi di pusat-pusat pebelanjaan maupun tempat umum lainnya seperti Bank maupun di jalan-jalan dalam kota.
Kemungkinan sang pencopet menilai masyarakat Aceh selama ini kurang mawas diri, pasalnya selama ini kota-kota di Aceh aman dari hal-hal seperti itu. Tetapi dalam seminggu terakhir, banyak masyarakat Aceh yang sedang berbelanja kehilangan hartanya terutama dompet dan tas bawaan, diperkirakan pencopet yang berkeliaran di Kota Banda Aceh ini datang dari luar daerah.
Seperti yang dialami Hamidah (36), warga Kecamatan Baitussalam Aceh Besar, Rabu (1/8). Awalnya ia berkunjung ke Pusat Pasar Aceh (PPA) pada Rabu malam usai berbuka puasa untuk berbelanja kebutuhan lebaran. Setelah membayar belanjanya di kasir, dia kembali berbelanja di Shopping Center sebelah PPA, tetapi ketika hendak membayar kembali, diketahui dompet yang ada dalam tas miliknya telah raib.
“Saya habis membayar belanja di PPA kemudian mengunjungi Shopping Center yang ada di sebelah untuk membeli pakaian anak, namun saat saya hendak membayar di kasir ternyata dompet saya di dalam tas sudah tidak ada. Dan penutup tas saya juga sudah terbuka kancingnya,” ujarnya kepada AtjehLINK.
Disebutkannya, usai berbelanja di PPA memang ia melihat dua anak muda berjalan di belakangnya, tetapi tidak merasa kalau kancing tas miliknya terbuka bahkan kedua anak muda itu terus berada di belakangnya sampai ia masuk ke Shopping Center dan kemudian tidak terlihat lagi.
“Memang ketika saya membayar di antrian kasir PPA, ada dua orang anak muda yang ikut antri, namun sepertinya mereka tidak berbelanja soalnya tidak ada yang mereka bayar. Selanjutnya saat saya menuju ke Shopping di sebelah mereka masih ada di belakang saya, karena banyak orang sehingga desak-desakan saya tidak merasakan kalau tas sudah terbuka kancingnya,”sebut ibu ini.
Lain halnya kejadian yang dialami seorang nenek yang kehilangan uangnya sesaat setelah ia meninggalkan Bank. Menurut nenek yang sudah renta ini, dia kehilangan uang setelah meninggalkan Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) di jalan Tgk. Daud Beureueh, persisnya di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA). Dari keterangan dari sejumlah saksi mata, uang di dalam amplop yang dipegang sang nenek, diambil oleh seorang anak muda
Usai mengambil uang dari Bank, lanjut saksi mata, nenek tersebut dituntun oleh seorang anak muda untuk menunggu angkutan umum (labi-labi) jurusan Darussalam, saksi mengira yang menuntunnya adalah keluarga nenek itu sendiri. Kemudian beberapa saat setelah nenek tersebut naik ke angkot, namun ia kembali turun sembari mencari-cari anak muda yang membantunya tadi naik ke labi-labi.
Kemudian orang-orang yang ada disekitar lokasi menanyakan apa yang sedang dicari sang nenek yang diperkirakan sudah berumur diatas 50 tahun ini. “Dia bilang uang miliknya hilang ditangannya saat hendak naik labi-labi. Warga yang sebelumnya melihat nenek itu naik labi-labi ditemani seorang anak muda, bertanya kemana cucu nenek tadi. Nenek itu menjawab dia lah yang ambil uang saya,” ujar seorang saksi mata.
“Itu bukan cucu saya, dia tadi menolong saya menaiki mobil labi-labi dan uang dalam amplop diminta dia pengang dulu, setelah di dalam labi-labi katanya dia kasih kembali. Namun saya heran mobil yang saya tumpangi sudah jalan tapi anak muda tersebut tidak ikut naik, dan baru saya sadar kalau uang saya sudah dibawa lari,” ucap saksi ini menirukan keterangan nenek korban pencopetan tersebut.
Sungguh luar biasa pencopet di Kota Banda Aceh, bukan saja warga biasa yang menjadi target mereka, siapa pun dilibas termasuk wartawan. Seperti yang dialami Fauziah (34), pekerja pers terbitan mingguan ini menjadi korban perampasan tas di kawasan Panglateh Kota Banda Aceh.
Korban ketika itu melintasi jalan tersebut dengan mengendarai kendaraan roda dua, tiba-tiba ada sepeda motor yang menyerempetnya sekaligus merampas tas yang berisi sejumlah uang dan surat-surat penting. Kini kasus yang menimpa kuli tinta asal Peudada Kabupaten Bireuen ini sudah dilaporkan ke pihak berwajib. (jalal)










