AtjehLINK Icon
Wednesday, 19 June 2013
Find us on: feed rss facebook twitter

Banyak Situs Sejarah Terabaikan di Aceh Timur

(fFoto ilustrasi)

Aceh Timur – Banyak situs sejarah di Kabupaten Aceh Timur saat ini terabaikan alias tidak terurus,  lantaran minimnya alokasi dana dari pihak terkait. Padahal,  situs sejarah merupakan entitas penting suatu bangsa yang akan mengulang kejayaan masa lalu bagi sebuah daerah. Karena itu, untuk kedepan pemerintah dan DPR diharapkan mampu memperjuangkan situs sejarah yang menjadi simbol kebanggan masyarakat itu.

Demikian dikatakan Ketua Komite Nasional Pemuda Aceh Timur (KNPI) Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, SHI,  yang didampingi Sekretarisnya Bustami, MSi, Minggu (11/8) siang. Menurut Iskandar, situs sejarah yang tidak teruawat diantaranya  terdapat  di wilayah Peureulak, seperti situs makam raja- raja kesulthanan Peureulak di Desa Bandroeng, situs makam puteri Nurul A’la di Seumanah Jaya, Ranto Peureulak.

Kemudian ada situs makam Prabu Tapa di Desa Kabu, Peureulak Barat. “Ada juga situs sejarah yang awalnya memang jejaknya bisa terlihat, namun kini sudah tidak terlihat sama sekali, seperti situs nakhoda khalifah (perahu besar) yang digunakan puteri kerajaan Islam Peureulak, Nurul A’la dan Nurqadimah untuk menjemput abangnya Banta Ahmad di Pulau Jawa. Lokasinya ada di pesisir sungai Blang Bitra,” kata Iskandar.

Kemudian, lanjut dia, yang tak kalah penting adalah situs peninggalan Islam Peureulak seperti kolam Banta Ahmad di Paya Meuligoe dan Paya Kalui, Peureulak. Lalu, tambah dia, ada masjid tua  Desa Tualang. “Ini merupakan bukti kebesaran Islam di Asia Tenggara. Tapi, kondisinya malah terabaikan. Sebenarnya situs ini bukan hanya tanggungjawab Pemerintah Aceh. namun dunia Islam juga memiliki peranan untuk membantu memugarnyanya,” beber Al-Farlaky.

Selain ini wilayah Peureulak, tambah Iskandar, masih ada situs sejarah yang terbaikan dan tak kalah menarik adalah rumah besi di Idi Rayeuk, dan juga pendopo Idi yang merupakan eks kewedanan Belanda yang kini sedang dipugar sebagai kantor Bupati Aceh Timur. Kemudian ada meriam Lada Sicupak di Blang Balok, juga di  Peureulak. Meriam ini merupakan meriam Turkey yang dibawa masuk ke Aceh untuk tujuan perjuangan masa dulu. “Ada juga beberapa situs lain yang berada di wilayah barat Aceh Timur,” ungkap Iskandar.

Karena itu, terang dia, pihaknya mendesak agar pihak terkait peduli terhadap situs sejarah yang merupakan rangkaian perjalanan sebuah bangsa, apalagi ada adagium bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarah. Ia menambahkan, KNPI dalam waktu dekat ini juga akan mengirimkan surat kepada Forum Bersama (Forbes) DPR- RI asal Aceh agar dapat memperjuangkan anggaran untuk pemugaran situs sejarah di Kabupaten Aceh Timur dari depertemen terkait.”Kita akan layangkan surat kepada legislator kita di DPR- RI,” pungkas Iskandar Usman Al-Farlaky. (al3)  

 



Redaksi: redaksi@atjehlink.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi Hafid Junaidi di iklandiatjehlink@gmail.com
Telepon 0821 6446 9505

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>