Garda Nasdem Kutuk Kebiadaban Junta Militer Myanmar
Banda Aceh – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Garda Pemuda Nasdem Aceh bersama Komite Pimpinan Wilayah Liga Mahasiswa Nasdem Aceh, melakukan aksi mengutuk kebiadaban pemerintahan junta militer Myanmar yang telah melakukan pembantaian etnis Muslim Rohingya. Aksi yang digelar Ba’da Ashar di Bundaran Simpang Lima Banda Aceh itu, diikuti oleh puluhan kader partai bentukan Surya Paloh tersebut, (Kamis,2/8).
Dalam aksi tersebut, para peserta aksi yang terdiri dari kaum muda tersebut membentangkan sebuah spanduk putih yang bertuliskan ‘Kutuk pembantaian Muslim Rohingya Myanmar’, serta membagi-bagikan selebaran kepada pengguna jalan yang melintas di Bundaran Simpang Lima.
“Apa yang kami lakukan hari ini hanya permulaan, sebagai bentuk kepedulian Garda Pemuda Nasdem dan Liga Mahasiswa Nasdem terhadap aksi pembantaian etnis Rohingya yang dilakukan oleh junta militer di Myanmar, kewajiban kami sebagai kader partai politik maka kedepannya kami akan melakukan dorongan-dorongan politik kepada pemerintah Indonesia dan SBY, mengingat kita sebagai ketua Asean, maka dengan kejadian ini kami meminta agar keanggotaan Myanmar di Asean dikaji ulang,” ujar, M Fauzan Febriansyah, Sekertaris Garda Pemuda Nasdem Aceh.
Fauzan juga menyatakan bahwa nantinya kedua organisasi ini akan melakukan aksi-aksi yang lebih strategis lagi. “Kedepan kita akan membuat aksi-aksi lanjutan, bukan hanya sekedar aksi-aksi seperti ini tapi nantinya kita akan melakukan aksi-aksi strategis terutama dorongan politik kepada para pengambil kebijakan, maka nantinya audiensi-audiensi ketingkat atas, baik Presiden dan DPR lah yang akan kami lakukan,” pungkasnya.
Dalam aksi tersebut, Garda Pemuda Nasdem dan Liga Mahasiswa Nasdem juga menyampaikan tujuh poin pernyataan sikap mereka, yaitu:
- Mengutuk keras pembantaian, pengusiran dan tindakan kekerasan yang dilakukan junta militer Myanmar terhadap etnis Muslim Rohingya
- Mendesak pemerintah junta militer Myanmar untuk menghentikan segala bentuk kekerasan/penindasan terhadap etnis Muslim Rohingya
- Meminta badan PBB dan lembaga HAM internasional lainnya untuk dapat melakukan tidakan konkrit dan tegas terhadap pelanggaran HAM di Myanmar
- Mendesak Aung San Suu Kyi sebagai penerima Nobel perdamaian untuk terlibat aktif dalam meredakan eskalasi pembantaian etnis Muslim Rohingya
- Mendesak pemerintah Indonesia selaku ketua Asean untuk memberikan sanksi dan teguran serta meninjau kembali keanggotaan Myanmar sebagai anggota Asean
- Mendesak Pemerintah Aceh untuk ikut terlibat dalam kegiatan-kegiatan sosial dalam rangka membantu penderitaan etnis Rohingya
- Mendesak Badan HAM PBB untuk menginvestigasi dan mengajukan pemerintahan junta militer Myanmar kepada Mahkamah Internasional atas tindakan genosida terhadap etnis Muslim Rohingya.
Akhirnya sekitar pukul 17:15 WIB, setelah puas berorasi dan membagi-bagikan selebaran, masa dari Garda Pemuda Nasdem dan Liga Mahasiswa Nasdem tersebut membubarkan diri dengan tertib. (Ngah)










