Irwandi: Kapolda Tidak Pro-aktif
Banda Aceh - Irwandi Yusuf menyesalkan sikap Kapolda Aceh yang tidak proaktif mendengarkan masukannya, jika saja kapolda pro-aktif, maka kasus-kasus pembunuhan di Aceh pada masa Pilkada tidak akan meluas, hal tersebut disampaikan mantan Gubernur Aceh itu saat melakukan pertemuan dengan awak media pada pukul 12:20 WIB, sesaat setelah ia tiba di Banda Aceh, pertemuan tersebut digelar di salah satu warung kopi yang berada di kawasan Jeulingke, tepatnya jalan Rawa Sakti V, nomor 122 B, Banda Aceh, (Rabu, 18/7).
Dalam kesempatan tersebut Irwandi juga menjelaskan tentang perkembangan kasus pemukulan yang menimpa dirinya dan manyatakan menyerahkan semua proses hukum kepada para aparat penegak hukum.
“Mengenai kasus pemukulan saya, sekarang ini sudah ditangani polisi tapi mengenai berapa jumlah orang yang sudah ditangkap saya tidak tahu, sebab yang memukul saya ramai sekali, apakah semua yang terlibat sudah ditangkap atau belum? saya tidak tahu, tapi kalau kasus ini dianggap selesai dengan tertangkapnya 1 orang, itu belum selesai bagi saya, atau dinyatakan pelakunya adalah masyarakat sipil, itu salah besar,” terang Irwandi.
Irwandi juga menjelaskan bahwa bukti video lah yang dapat memastikan bahwa pelaku yang memukul dirinya lebih dari 1 orang, ia juga menambahkan bahwa bukti video dapat dilihat di youtube (sebuah situs web untuk berbagi video-red).
“Saya serahkan kepada polisi, tapi saya tidak mau kasus ini dipendam atau dimain-mainkankan, kalau terhadap saya saja bisa dibuat seperti itu bagaimana kalau menimpa rakyat jelata? sebab korban kekerasan yang berkaitan dengan politik bukan saya saja, jauh sebelumnya sudah banyak korban,” ujar Irwandi.
Mantan orang nomor satu di Aceh itu juga mengaku sangat menyesalkan sikap Kapolda Aceh yang tidak menindaklanjuti apa yang telah ia sampaikan. “Saya menyesalkan sikap Kapolda Aceh, Iskandar Hasan. Sebelum Cage tertembak, sebelum pekerja sawit terbunuh dan sebelum pekerja asal Jawa lainnya terbunuh, saya sudah sampaikan kepada kapolda pada rapat Muspida yang dihadiri oleh Pangdam, waktu itu baru saja terjadi pembunuhan terhadap Hanafiah (warga Norwegia-red). Saya katakan kepada Kapolda, tolong Bapak usut kasus pembunuhan Hanafiah ini,” terang Irwandi.
“Untuk tahap awal tersebut, saya sudah menyerahkan siapa saja kemungkinan kelompok-kelompok yang terlibat, yang ingin saya jelaskan disini adalah, kalau pembunuh Hanafiah ini berhasil dibuka, maka pembunuhan-pembunuhan di masa depan (pembunuhan pasca Hanfiah-red) tidak akan terjadi, tapi Kapolda tidak menindaklanjuti padahal pernyataan itu resmi saya sampaikan pada rapat Muspida,” tambah Irwandi.
Irwandi juga menyesalkan sikap Kapolda Aceh yang tidak pro-aktif pada waktu itu. “Seandainya Kapolda pro-aktif, betul-betul menindaklanjuti kasus penembakan Hanafiah, maka kasus-kasus selanjutnya tidak akan terjadi, saat itu saya sudah sampaikan kepada Kapolda, pelakunya adalah kelompok Ayah Banta dan Joni, hal ini saya sampaikan sebelum Ayah Banta dan anak buahnya tertangkap, sebelum Cage terbunuh dan sebelum yang lainnya tertembak dan terbunuh, “tambahnya.
Saat ditanya jika tidak ada kejelasan kasus ini, Irwandi menyatakan bahwa dirinya masih mempercayai bahwa lembaga kepolisian akan menyelesaikan kasus ini, “Saya hanya bisa wait and see, mari kita percayakan saja kepada pihak kepolisian, “ujarnya.
Irwandi juga menyatakan bahwa kasus ini sudah ia sampaikan kepada Kapolri, Menkopolkam, Mendagri dan Presiden. Dalam kesempatan tersebut Irwandi juga menyatakan bahwa untuk meminta keterangan terkait kasus pemukulan dirinya, seharusnya polisi bisa meminta keterangan dari Ketua Satgas PA. “Polisi seharusnya bisa meminta keterangan Ketua Satgas PA, dan yang saya herankan kenapa Satgas PA yang menjaga koridor tamu yang lewat, kemana polisi, apa libur semua? memang yang selamatkan saya juga polisi tapi secara SOP (Standar Operasional Prosedur) hal itu tidak dibenarkan, Kapolda membiarkan kelompok sipil terlatih untuk menjaga koridor,” terang Irwandi.
“Entah sampai kemana dan bagaimana masalah ini disikapi oleh lembaga Polri saya tidak tahu, apakah tidak ada pertanggungjawaban? saya tidak tahu,” ujar Irwandi. (Ngah)











ka jouk handok siat bek leu that teuboh i mata wandi.. seudeh teuh.. jok bombon mangat ji meurakan lom