AtjehLINK Icon
Tuesday, 21 May 2013
Find us on: feed rss facebook twitter

Lagi, Petugas Gagalkan Penyeludupan Gula dari Sabang

Banda Aceh – Meskipun sudah berulang kali petugas menangkap gula pasir yang diseludupkan dari Sabang, namun pelakunya tidak juga kapok seperti yang terjadi pada petang hari Jumat (27/7). Petugas Bea dan Cukai di dermaga Ulee Lheue Banda Aceh berhasil menggagalkan penyeludupan gula pasir yang berasal dari negeri jiran Malaysia itu.

Pada pagi hari petugas Bea dan Cukai sudah stanby di dermaga Ulee Lheue Banda Aceh, keberadaan petugas tersebut diperkirakan setelah adanya informasi gula seludupan yang dimasukan ke dalam kapal KMP Ferry BRR . Usai seluruh penumpang turun dari kapal, petugas Bea dan Cukai memerika isi kapal, ternyata dikiri-kanan tangga terdapat puluhan zak gula.

Awalnya, petugas menunggu kiranya siapa pemilik puluhan zak gula yang ada dalam kapal, namun setelah sekian lama ditunggu tidak ada satu pun penumpang yang membawa turun gula dimaksud. Petugas lalu menyarankan agar gula tersebut dipulangkan kembali ke Sabang.

Tetapi ketika kapal hendak lepas tali diketahui puluhan zak gula asal negara serumpun itu sudah diturunkan oleh pemiliknya dengan melemparnya melalui samping kapal. Tak ayal petugas Bea dan Cukai yang melihat prilaku pemilik gula demikian rupa, maka puluhan zak gula tersebut diambil selanjutnya di bawa ke Kantor Bea dan Cukai.

“Kami sudah bilang sebelumnya agar gula tersebut tidak diturunkan, tetapi kenyataannya mereka mencoba mengelabui kami. Caranya melempar lewat samping kapal ketika kami lengah memantau mereka, untung saja salah seorang petugas kami melihat saat gula terbang dari atas kapal, kalau tidak kan lewat,” kata petugas Bea Cukai yang namanya enggan ditulis ini.

Setelah petugas Bea dan Cukai meninggalkan dermaga baru muncul para pemilik gula termasuk beberapa orang ibu rumah tangga, mereka berharap supaya gula yang telah di bawa ke kantor Bea dan Cukai dapat dikembalikan. Mereka berdalih gula yang ditangkap itu milik masyarakat, hanya untuk mencari sebambu beras.

Pantauan AtjehLINK, masyarakat Sabang sudah terbiasa berbisnis gula asal Malaysia dan Thailan yang masuk ke pulau bebas cukai itu, pasalnya harga gula di kawasan Pelabuhan Bebas dan Perdagangan Bebas (Free Port) tersebut jauh lebih murah ketimbang di daratan Aceh, sehingga mereka berlomba-lomba menyeberangkan gula dari Sabang ke Banda Aceh.

Alasannya bermacam-macam, ada sebagian berkeras gula itu merupakan milik mereka sendiri tetapi itu pun satu orang hanya satu zak gula, ada juga agen yang bermain dengan cara melibatkan masyarakat. Caranya mereka diberikan ongkos antar dari pelabuhan Balohan Sabang sampai ke pelabuhan Ule Lheue Banda Aceh. (jala)



Redaksi: redaksi@atjehlink.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi Hafid Junaidi di iklandiatjehlink@gmail.com
Telepon 0821 6446 9505

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>