Pak Jek Gelar Bazar Gula Murah di Sabang
Sabang - Pengusaha antar negara bidang ekspor impor H.Zakaria yang kerap disapa Pak Jek, Kamis (16/8) menjual gula murah kepada masyarakat. Tujuannya untuk membantu rakyat pulau Sabang menyambut Hari Raya Idul Fitri 1433 H 2012. Dilakukannya bazar itu disambut gembira oleh warga pulau Weh ini.
Menurut Pak Jek, gula yang disalurkannya itu merupakan hasil kerja sama antara perusahaan CV.Sabang Ria dengan perusahaan milik dirinya CV.Asia Sabang Trading. Dilakukan bazar untuk tersebut membatu masyarakat Sabang menghadapi lebaran mendatang. Karena selama ini dirinya merupakan pengusaha ekspor impor yang tidak pernah absen memasukkan gula dari luar negeri ke Sabang.
“Saya tidak punya niat apa pun menurun harga jual gula pasir kepada masyarakat, tujuannya untuk membantu warga pulau Weh dalam menghadapi lebaran. Sebab selama ini saya merupakan pengusaha yang secara rutin mendatangkan gula dari luar negeri ke Sabang,” kata Pak Jek kepada AtjehLINK, Kamis (16/8) di Sabang.
Dijelaskannya, dengan diberikan kemudahan berupa perizinan dari lembaga pengelola kawasan Free Port yaitu Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS), maka aktifitas dipelabuhan bebas Sabang mulai bergeliat. Dimana dalam beberapa bulan terakhir permintaan gula oleh masyarakat terus meningkat, sehingga nadi perekonomi pun kian berdenyut.
Selama ini gula pasir asal Poklang Malaysia dijual dengan harga termurah satu zak 50 kilo gram (kg) Rp.440 ribu bahkan lebih dari itu, namun mengingat lebaran sudah di depan mata pihaknya melakukan bazar untuk membantu masyarakat, dengan cara menurunkan harga dalam satu zak 50 kg senilai Rp.435 ribu. “Dan ini sangat membantu saudara-saudara kita,” tambahnya.
“Kita berterima kasih kepada BPKS yang telah memberi izin memasukan gula kepada pengusaha ekspor impor untuk mendatangkan gula pasir dari luar negeri ke Sabang, sehingga aktifitas yang kerap vakum dapat bergeliat kembali. Seperti yang saya lakukan kali ini, gula yang jumlahnya 156 ton, beras ketan 25 ton dan kurma 2 ton, sangat terbantu bagi warga pulau Sabang,” jelasnya.
Ia juga meminta kepada seluruh instansi pemerintah yang terlibat dalam pengembangan kawasan Free Port Sabang supaya barang-barang sesuai aturan dapat dikeluarkan ke daratan Aceh oleh masyarakat. Agar arti pelabuhan bebas Sabang dapat bermakna sesuai program pemerintah dan keinginan rakyat.
“Jangan ada lagi antar lembaga terkesan kurang kerja sama dalam proses barang masuk ke Sabang, tetapi dengan aturan yang telah jelas seluruh lembaga terkait saling mendukung dan kami pengusaha juga bisa bekerja dengan demikian apa yang diidam-idamkan akan tercapai. Oleh kerenanya gula yang masuk ke Sabang tidak salahnya diperjual belikan masyarakat, seperti yang tertuang dalam undang-undang,” ujarnya.
Sementara itu salah seorang langganan gula Warwan Ismail yang dikonfirmasi AtjehLINK usai membeli gula mengatakan, dengan adanya masuk gula dari luar negeri ke Sabang, masyarakat sangat terbantu dimana selain harga dibawah harga gula nasional dan juga saat dibutuhkan gula ada di Sabang. Andai saja gula luar negeri tidak masuk ke Sabang, terpaksa menunggu gula dari daratan Aceh dengan harga tinggi.
“Syukur gula pasir dari luar negeri sudah dapat masuk lagi ke Sabang, kalau tidak kami harus membeli guka produksi lokal yang didatangkan dari daratan Aceh, dan harga beli tinggi. Belum lagi disaat cuaca buruk, jika tidak menyetok gula maka kami masyarakat Sabang bisa tidak mengkonsumsi gula,” katanya.
Hal senada juga disampaikan salah seorang ibu rumah tangga, Tuti Faridah,S.Pd, gula asal Poklang Malaysia yang didatangkan pengusaha importir telah memberi kemudahan dan keringanan biaya hidup rakyat. Apalagi bisa dijual dengan harga murah seperti yang dilakukan Pak Jek.
“Kami berharap hal serupa kiranya dapat diikuti pengusaha importir lainnya supaya pengembangan kawasan Free Port Sabang dapat bangkit. Karena biasanya pengusaha kerap melakukan penimbunan dahulu dan pada saat masyarakat butuh lalu mereka jual dengan harga tinggi. Untuk itu kita minta kepada Pemerintah Kota (Pemko) Sabang, untuk selalu dilakukan pengawasan terhadap harga jual dan persediaan gula, agar masyarakat tidak tertipu,” harapnya. (jalal)










