Peringatan Nuzulul Qur’an di Atim: Umat Islam Kacau Balau
Aceh Timur – Kehidupan umat Islam di dunia belakangan kacau balau dan tidak sedikit yang mendapat penindasan dari non-muslim, seperti di Timur Tengah. Kondisi itu terjadi karena umat Islam di era modernisasi sudah sangat kontra dengan Al-qur’an. “Al-qur’an tidak lagi dijadikan sebagai undang-undang dalam kehidupannya, tapi belakangan Al-qur’an hanya sebatas kitab bacaan yang hanya diperlombakan saat even-even tertentu,” papar Tgk H M Yusuf dari Jeunib, saat menjadi penceramah Nuzulul Qur’an di Masjid Agung Darusshalihin Idi, Aceh Timur, Sabtu (4/8) malam.
Dia menjelaskan, kehidupan generasi sekarang adalah generasi yang tidak menjadikan Al-qur’an sebagai satu-satunya sumber hukum dalam kehidupan, sehingga Allah SWT murka kepada umatnya dan selalu diberikan malapetaka yang tak habis-habisnya seperti bencana alam, kebakaran di mana-mana, peperangan antar etnis dan lainnya. “Itu semua karena umat Islam sudah sangat jauh dari Alqur’an,” katanya.
Kehidupan yang tidak terarah dan tampak kacau balau tidak hanya disebabkan umat Islam jauh dari Al-qur’an, tapi generasi Islam sudah tidak lagi menggali, menafsirkan serta membaca Al-qur’an sebagaimana pesan rasul, padahal para sahabat rasulullah SAW sangat susah mengumpulkan ayat-ayat Al-qur’an untuk dibukukannya sebagai undang-undang. “Agar kehidupan terarah dan diridhai Allah, mari kita jadikan Al-qur’an sebagai peraturan hidup sesaat di dunia ini,” tutur Tgk Yusuf.
Bupati Aceh Timur Hasballah M Thaib dalam sambutan sebelumnya menjelaskan, komitmen dirinya kembali ke Idi sudah memperlihatkan aura dan wajah baru Idi sebagai pusat pemerintahan Aceh Timur. Hal itu ditandai dengan pelayanan masyarakat secara keseluruhan di Idi. “Masjid Agung Darusshalihin Idi adalah Masjid Kabupaten Aceh Timur yang hingga kini belum siap-siap dibangun. Karenanya tahun ini Pemkab akan membantu Rp 800 juta untuk pembangunan masjid ini,” ujar Hasballah.
Dia juga sempat mengajak masyarakat Aceh Timur untuk membantu dirinya dalam membangun Aceh Timur lima tahun yang akan datang, sehingga visi dan misinya berjalan lancar sebagaimana direncanakan. “Tahun pertama kita akan membenahi infrastruktur dan sarana transportasi, sehingga perjalanan di tahun kedua nanti bisa pada tahap proses kesejahteraan masyarakat dengan sumber daya alam yang tersedia di Aceh Timur,” sebutnya. (IS)










