Pungli Pendidikan Masih Terjadi di Lhokseumawe
Lhokseumawe – Lagi-lagi, sesumbar Pemerintah tentang adanya jaminan pendidikan gratis bagi anak bangsa terbukti hanyalah isapan jempol, atau dapat disebut hanya sebatas dongeng tidur bagi si Dek Gam yang selalu bertanya tentang keberadaan ayahnya yang memang sudah lamadunia. Bagaimana tidak, SMK N II Lhokseumawe dengan tanpa merasa bersalah mengutip uang biaya pengambilan Ijazah sebesar Rp. 35.000 per murid, Kamis (26/07).
Berdasarkan keterangan salah seorang wali murid kepada beberapa media di Lhoseumawe, bahwa dirinya tidak diizinkan mengambil ijazah putrinya yang berstatus telah lulus pendidikan di SMK N II Lhokseumawe, karena tidak dapat melunasi uang iuran administrasi pengambilan ijazah sebesar Rp. 35.000 yang telah ditentukan oleh pihak sekolah. Tidak hanya itu, jauh sebelumnya kepada putrinya juga diwajibkan membawa satu batang pohon yang alasan untuk penghijauan taman sekolah.
Dra. Darniati, Kepala Sekolah SMK N II Lhokseumawe pada ketika dikonfirmasi tentang pengutipan ini membenarkan bahwa memang benar pihak sekolah mengutip biaya administrasi pengambilan ijazah kepada murid-murid yang lulus tahun ini. Darniati berdalih pengutipan ini terpaksa dilakukan untuk menutupi biaya foto copy, pembelian MAP, penulisan ijazah. Dan yang lebih ironis lagi, berdasarkan keterangan Darniati , pihaknya juga untuk pengambilan ijazah di Dinas Pendidikan Provinsi Aceh harus menebus Rp. 4000 per satu lembar ijazahnya.
“Memang benar kita meminta sumbangan kepada siswa sebesar Rp. 35.000 per siswa yang lulus tahun ini, sumbangan ini kita gunakan untuk menutupi biaya foto copy ijazah, biaya penulisan ijazah, biaya pembelian MAP dan juga biaya penebusan ijazah dari Dinas Pendidikan Provinsi yang ditetapkan Rp. 4000 per lembar “, kata Darniati yang mengaku apabila walimurid tidak bersedia untuk membayar sumbangan ini maka pihaknya tidak akan memaksa.
Ditanya mengenai campur tangan Dinas Pendidikan Kota Lhokseumawe dalam hal pengutipan ini, Darniati mengatakan bahwa pihaknya belum memberitahukan secara resmi masalah pengutipan sumbangan pengambilan ijazah ini kepada pihak Dinas Pendidikan Kota Lhokseumawe. Hal ini disebabkan karena pengutipan belum terealisasi 100 persen, ujarnya.
Kepala Tata Usaha Sekolah yang dahulunya bernama SMKK ini, Ardianto A.Md ketika dikonfirmasi AtjehLINK membenarkan bahwa dirinyalah yang melakukan pengutipan tersebut, namun dirinya melakukan berdasarkan perintah dari kepala sekolah. Ditanya jumlah murid yang lulus tahun ini, Ardianto mengatakan ada 92 orang murid yang lulus 2012 ini.
Syafruddin MM, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olah Raga Kota Lhokseumawe yang dikonfirmasi AtjehLINK secara langsung di kantornya terkesan kurang senang dengan kehadiran wartawan AtjehLINK. Ditanya tentang adakah aturan dinas yang membenarkan dilakukannya pengutipan dana pengambilan ijazah oleh para kepala sekolah, dengan lantang dia menjawab No Coment, bahkan kepada wartawan AtjehLINK, Syafruddin sempat mengeluarkan kata-kata provokatif yang tidak selayaknya dikatakan oleh seorang kepala dinas yang terhormat.
“No Coment, bagaimana kamu tahu ada dilakukan pengutipan sementara ijazah saja belum dibagikan, nyoe uroe that seum beuh buleun pieh bulen seum, (hari ini cukup panas ya, dan bulannya pun bulan panas (Bulan Ramadhan), entah apa yang termaksud dibalik kata-kata yang dilontarkan oleh Syafruddin yang dengan tegas dan berkali-kali mengatakan bagaimana caranya dilakukan pengutipan sementara ijazah belum dibagikan.
Namun keterangan Syafruddin ini terbantahkan begitu saja, karena sesuai keterangan salah seorang Kabidnya, bahwa ijazah bagi siswa yang telah dinyatakan lulus pada tahun ajaran 2011-2012 telah dibagikan. Keterangan Kabid ini juga diperkuat dengan adanya informasi dari salah seorang yang tidak ingin namanya disebutkan, bahwa pada sekolah SMK N I Lhokseumawe juga dilakukan pengutipan dana administrasi pengambilan ijazah yang berkisar antara Rp. 30.000 sampai dengan Rp. 35.000 persiswa. (Robby/Almasyari)










pengutipan tetek bengek yg gituan memang udh lumrah sekrg, huuuftttttt…
Pak kepala dinas jadeh geu ganto moto baru lom :{
yang bijak laah pk kadis