AtjehLINK Icon
Thursday, 20 June 2013
Find us on: feed rss facebook twitter

Selama Ramadhan, Banda Aceh Hasilkan 300 Ton Sampah/Hari

Banda Aceh – Volume produksi sampah yang dihasilkan selama bulan suci Ramadan 1433 Hijriah ini di Kota Banda Aceh mengalami peningkatan hingga dua kali lipat dari hari-hari biasanya.

Jika di luar bulan puasa volume sampah sebanyak 150 ton, maka saat ini mencapai 300 ton per hari, baik yang dihasilkan dari rumah tangga, warung, restoran maupun penjual penganan berbuka puasa.

“Memang selama puasa ini volume sampah yang dihasilkan meningkat signifikan, hingga 100 persen,” ujar Kepala Dinas Kebersihan dan Keindahan Kota (DK3) Banda Aceh, Ir T.Iwan Kesuma kepada wartawan, Kamis (9/8).

Menurutnya, meningkatnya volume sampah ini yang diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kampung Jawa itu, terutama dengan banyaknya pedagang musiman penganan berbuka puasa yang tersebar di hampir setiap sudut ibukota Provinsi Aceh itu.

Hal ini juga mengakibatkan ratusan petugas kebersihan yang berada di bawah DK3 Banda Aceh terpaksa harus bekerja ekstra keras untuk mengumpulkan sampah-sampah bertumpuk di setiap sudut kota, namun tidak dikemas dengan baik oleh para pedagang.

“Sampah yang paling banyak diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kampung Jawa adalah didominasi batok kelapa muda, ampas tebu yang telah diperas, kemudian sampah organik dan non organik lainnya seperti plastik,” terangnya.

Ada Pengertian

Karenanya, Iwan Kesuma mengharapkan adanya pengertian dari para pedagang yang berjualan selama puasa, agar dapat mengumpulkan sampah di satu tempat dan dikemas dengan baik, sehingga tidak berserakan dan memudahkan petugas kebersihan untuk mengambilnya.

Dalam kesempatan itu, Iwan Kesuma juga menjelaskan, dalam beberapa bulan ke depan Kota Banda Aceh akan menerapkan model pengembangan Bank Sampah yang berbasis masyarakat. Tujuannya untuk meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat, disisi yang lain jumlah sampah yang masuk ke TPA akan berkurang karena sudah dikelola dari sumbernya.

“Yang menjadi kendala selama ini adalah model pengelolaan bank sampah belum melakukan pencatatan yang tertib sehingga perlu adanya sosialisasi dan pembinaan dari Pemko Banda Aceh,” katanya.

Rencana gampong (desa) yang dijadikan model bank sampah di Kota Banda Aceh antara lain Ateuk Pahlawan, BPTP Lampineung, Geuceu Komplek, Geuceu Kayee Jatoe, Pante Riek, Lamteh, Lamteumen Barat, Lamteumen Timur dan Seutui. “Dengan terpilihnya desa tersebut diharapkan dapat menjadi contoh untuk desa lain dalam menerapkan pengelolaan bank sampah secara mandiri,” terangnya. (mhd) http://www.analisadaily.com



Redaksi: redaksi@atjehlink.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi Hafid Junaidi di iklandiatjehlink@gmail.com
Telepon 0821 6446 9505

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>