Sunnah of the Day: Tidur Ala Rasulullah
AtjehLINK – Tidur adalah sesuatu hal yang sangat penting bagi manusia karena tidur berfungsi untuk mengistirahatkan tubuh setelah lelah beribadah (beraktivitas) seharian. Sebagai seorang Muslim maka dalam tidur pun kita harus selalu mengikuti adab atau tata cara seperti yang telah diperintahkan oleh agama.
Dalam salah satu Hadits dijelaskan bahwa Rasulullah sangat menganjurkan seorang Muslim untuk tidak tidur terlalu malam kecuali ada urusan-urusan yang mendesak, sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Barzah radhiallahu ‘anhu, “Bahwasanya Rasulullah sangat membenci tidur malam sebelum (Shalat Isya) dan berbincang-bincang (yang tidak bermanfaat) setelahnya,” (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadits diatas sangat gamblang menerangkan bahwa tidur terlalu malam kecuali untuk urusan mendesak seperti menerima tamu atau untuk mengulang kaji suatu ilmu (belajar) sangat tidak dianjurkan oleh Rasulullah.
Dalam Hadits yang lain juga disebutkan bahwa sebelum sebaiknya kita berwudhu’. “Apabila engkau akan mendatangi pembaringan (tidur), maka hendaklah Berwudhu terlebih dahulu sebagaimana wudhumu untuk melakukan Shalat,” (HR. Bukhari dan Muslim).
Dari kedua Hadits diatas jelaslah bahwa Rasulullah sangat menekankan tentang pentingnya tidur, sehingga Rasulullah benar-benar memperhatikan adab dan pentingnya menyegerakan tidur jika memang tidak ada kepentingan mendesak.
Kebiasaan kita berkumpul bersama teman atau kolega di warung kopi sampai larut malam ternyata sangat bertentangan dengan anjuran Rasulullah. Sebagian kita selalu beralasan bahwa apa yang kita lakukan diwarung kopi berjam-jam adalah untuk tujuan bersilaturrahmi, namun mari bersama kita tanyakan pada diri kita sendiri, apakah yang kita lakukan selama ini benar-benar untuk bersilaturrahmi?, Wallahu ‘alam bisshawab. (Ngah)







hhhmm…. lebih cocoknya lagi klu ada kolom khusus tausiyah ni..!!