Tak Kebagian Gula Impor, Ratusan Warga Sabang Kecewa
Sabang – Namanya juga gula, jangankan manusia semut pun memperebutkannya, demikian yang terjadi ketika gula pasir asal negera Malaysia tiba di Sabang. Ratusan masyarakat yang sejak pagi hari antri menunggu jatah, akhirnya harus kecewa, pasalnya tidak semua yang telah menunggu berjam-jam itu dapat membeli gula untuk kebutuhan rumah tangga warga, Kamis (19/7).
Pada hari Selasa lalu, sebuah kapal kayu bermuatan gula pasir, bersandar di dermaga internasional milik Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) yang terletak di Teluk Sabang. Kapal yang baru tiba dari Penang Malaysia itu, mengangkut ratusan ton gula pasir untuk kebutuhan masyarakat Sabang, masyarakat yang sejak beberapa minggu kesulitan mendapatkan gula menanti pembongkaran gula tersebut.
Gula tersebut baru dibongkar pada hari Rabu dan akan disimpan di salah satu gudang milik pengusaha Suhendi. Selain untuk menyambut bulan suci Ramadhan dan sebelumnya juga terjadi kelangkaan gula, masyarakat pun berbondong-bondong datang untuk mendapatkan gula, namun pihak importir tidak langusung menjual gula dimaksud.
Sehingga terjadi antrian panjang, mengingat malam sudah tiba maka pengusaha itu menutup gudang dan tidak lagi melanyani pembelinya. Keesokan harinya, ratusan masyarakat yang ingin membeli gula murah tersebut kembali menyerbu, tetapi gula dimaksud tidak seluruhnya dijual, hanya beberapa persen saja yang dijual kepada masyarakat, akhirnya masyarakat yang sudah mengantri sekian lama memprotes ke pihak pemilik gudang
Hal tersebut terjadi ketika gula pasir asal negara jiran tersebut dibongkar muat ke dalam gudang milik pengusaha Suhendi keturunan cina ini. Sejak dua hari lalu ketika masyarakat mengetahui ada kapal kayu KM.Surya Indah, bersandar di pelabuhan Teluk Sabang dengan muatan gula, masyarakat pun menyerbu ke gudang tempat pembongkarannya.
Hampir saja ricuh saat Importir pemilik gula H Zakaria menyetop melayani pembeli yang sudah menggu antrian sejak pagi hari, namun berkat kesigapan pihak Satuan Polisi Pamongraja (Satpol-PP), hal yang tak dinginkan tidak sempat terjadi. Meskipun demikian masyarakat yang telah menunggu lama, sempat marah-marah dengan mengeluarkan kata-kata kotor.
Menurut keterangan salah seorang warga calon pembeli Yunus, mereka kecewa atas ketidakpastian dan tak adilnya dalam melayani pembeli oleh pemilik gula kepada masyarakat Sabang. Dimana katanya ada sebagian orang mendapat dua sak gula untuk satu orang, kemudian berubah hanya satu sak gula untuk satu orang pembeli bahkan ada puluhan yang menuggu dari pagi hari tidak mendapatkan gula sama sekali.
Sementara pemilik gudang saat dikonfirmasi AtjehLINK menjelaskan gula pasir tersebut sebagian merupakan milik Nazaruddin alias Tgk Agam yang juga Wakil Walikota Sabang terpilih. Sedangkan sebagian lagi milik H Zakaria sebagai pemilik kapal kayu KM Surya Indah, menurut pengusaha yang kerap memasukan gula ke Sabang ini, jumlah gula keseluruhan ada 150 ton atau 3.000 sak.
“Ini gula milik Tengku Agam dan H Zakaria lho, saya hanya membantu meminjamkan gudang serta memasarkan, dan gula ini juga tak bisa saya jual semua karena banyak agen yang telah membayarnya. Kepada masyarakat boleh saya jual sekitar 150 sak atau 75 sak gula, yang lain sudah terlebih dahulu menerima uang panjar agen lainnya,” jelas Suhendi.
Ditambahkannya, gula tidak semuanya dijual dikarenakan ratusan sak sudah ada yang punya. “Kami telah menerima uang panjar dari agen, seperti Yusuf pemilik toko di jalan Perdagangan sebanyak 200 sak, dari balohan juga sebanyak 150 sak, Toko Riang 70 sak dan ada ratusan sak lainnya yang sudah dibayar terlebih dahulu,” terangnya.
Lain halnya dengan keterangan yang disampaikan H.Hamdani, importir yang juga kerap memasukan gula ke Sabang, menurutnya kecewanya masyarakat Sabang mutlak akibat kesalahan mengenai pengeluaran izin yang diberikan BPKS kepada importir. Sehingga gula yang hanya masuk 150 ton tidak mencukupi untuk kebutuhan masyarakat Sabang.
Walaupun Sabang merupakan kawasan bebas cukai tetapi dalam pengeluaran izin dari BPKS dibatasi, akibatnya masyarakat tidak semuanya mendapat gula. “Seharusnya pihak pejabat yang menangani perizinan perlu melihat saat-saat masyarakat membutuh gula seperti di bulan puasa sekarang ini, kebutuhan gula dua kali lipat,” ujarnya.
Pejabat BPKS Agus Salim kepada AtjehLINK, Kamis siang menyebutkan, izin yang diberikan lembaganya sudah sesuai prosudur yang dijalankan selama ini. Kalau memang gula tidak cukup berarti telah terjadi perdagangan tak sehat di lapangan, menurut Agus Salim sangat tidak mungkin gula tidak mencukupi untuk masyarakat Sabang karena sesuai perhitungan gula yang dimasukan sudah termasuk untuk pulau Aceh dan cadangannya.
Seperti diberitakan sebelumnya, sejak Fabruari sampai Juli 2012 sudah tujuh kali gula didatangkan ke Sabang, dengan jumlah 1.810 ton. Tetapi sebelumnya tidak pernah terjadi kelangkaan gula di sabang. Entah apa sebabnya dalam beberapa hari terakhir stok gula ludes tak tau kemana, pantauan AtjehLINK, gula pasir sekarang ini dijual Rp.11.000,- per-kilo gramnya. (jalal)











gula pasir tersebut sebagian merupakan milik Nazaruddin alias Tgk Agam yang juga Wakil Walikota Sabang terpilih. Mantap tgk…..perkayakan dirimu terus dan ambil modal lg dari hsl kampanye…