Berita PilihanHeadline NewsSigom Atjeh

Gubernur: Setiap Individu harus Aktif dalam Penanggulangan Bencana

Indonesia Hypermarket Bencana Dunia

Gub-TaganaAceh Besar – Gubernur Aceh, dr H Zaini Abdullah meminta Setiap individu untuk terlibat aktif dalam kegiatan penanggulangan bencana demi keselamatan diri, keluarga, maupun lingkungannya. Hal tersebut disampaikan Gubernur dalam sambutan singkatnya yang dibacakan oleh Sekda Aceh Drs Dermawan MM, pada Welcome Party, Bhakti Sosial dan Apel Taruna Siaga Bencana Nasional Tahun 2015.

Kegiatan yang diselenggarakan di lapangan Rindam Isakandar Muda, Mata Ie ini, dibuka secara resmi oleh Andi ZA Dulung, selaku Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Republik Indonesia, dan melibatkan 600 Tagana yang merupakan perwakilan Tagana se-Indonesia yang berjumlah, 27.634 orang, (Rabu, 27/5/2015).

Sebagaimana diketahui, Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia memiliki kondisi geografis, geologis, hidrologis dan demografis yang memungkinkan terjadinya bencana yang bisa saja datang secara tiba-tiba tanpa diduga sebelumnya.

Sejauh ini, belum ada negara penemu teknologi yang bisa menghentikan kehadiran bencana. Yang bisa dilakukanoleh manusia adalah siap siaga dan selalu waspada agar dapat bergerak cepat melakukan langkah penanggulangan dan mitigasi manakala bencana datang menghadang.

“Berdasarkan pengalaman sebelumnya, kesiapan itu sangat ditentukan oleh kesiagaan dan pengetahuan tentang mitigasi bencana, yang diperkuat pula dengan koordinasi yang solid di lapangan. Untuk itu diperlukan langkah strategis dan terintegrasi agar semua pihak memahami pola kerjasama dalam penanggulangan bencana,” terang Gubernur.

Dalam hal ini, peran Tagana tentu saja menjadi sangat penting, karena Tagana merupakan motor dan penggerak di lapangan yang diharapkan akan mampu menjadi pemicu masyarakat agar terdorong dan mau saling bahu membahu dalam penanggulangan bencana.

Menurut Gubernur, peran Tagana tidak hanya dibutuhkan pada saat terjadi bencana, tapi juga penting saat pra bencana, terutama untuk kegiatan sosialisasi pengetahuan tentang kebencanaan kepada masyarakat, dan juga saat pasca bencana.

“Sebagai motor penggerak, sudah pasti penguatan kapasitas Tagana mutlak dilakukan,. Salah satu langkah untuk peningkatan kapasitas dan mendekatkan Tagana kepada masyarakat adalah melalui Bhakti Sosial dan Apel Siaga Tagana yang kita selenggarakan setiap tahun di Indonesia,” tambah Zaini.

Sebagai tuan rumah penyelenggaraan Apel Siaga Tagana tahun ini, Zaini berharap agar Tagana Aceh dapat memanfaatkannya dengan berbagi pengalaman dengan Tagana dari daerah lain, mengingat Aceh letak geografis Aceh yang berada di wilayah rawan bencana.

Pun demikian, Gubernur berharap agar situasi ini tidak menjadikan masyarakat menjadi trauma dan takut. Yang dibutuhkan adalah kewaspadaan dan kesiap-siagaan sehingga upaya penanggulangan bencana bisa diatasi seefektif mungkin.

“Itu sebabnya isu penanggulangan bencana menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Aceh saat ini. Berbagai langkah terus kami lakukan untuk memberi penyadaran kepada masyarakat tentang langkah-langkah penanggulangan dan mitigasi bencana.”

“Pelaksanaan Bhakti Sosial dan Apel Tagana Nasional ini tentunya merupakan momentum penting bagi kami untuk memperkuat program penanggulangan bencana di Aceh. Di samping itu, ada pula program sosialisasi pengurangan risiko bencana kepada masyarakat.”

Selama berada di Aceh, banyak program sosial yang dilaksanakan oleh para Tagana yang merupakan perwakilan tagana se-Indonesia itu, mulai dari kunjungan ke berbagai desa atau gampong di wilayah Kota Banda Aceh, membersihkan Masjid, Meunasah serta fasilitas publik, melaksanakan kegiatan Tagana Goes to School, Tagana Donor Darah dan beberapa kegiatan lainnya.

Menurut Gubernur, semua kegiatan yang dilakukan oleh para Tagana adalah sebuah hal yang sangat bermanfaat guna Penguatan Tagana, Penyadaran masyarakat terhadap bencana, dan mendekatkan Tagana kepada masyarakat.

“Untuk itu, bersama dengan Tagana dari berbagai wilayah nusantara, saya mengajak kita semua untuk bersama-sama mensukseskan kegiatan ini, sehingga masyarakat semakin terdorong untuk meningkatkan pengetahuan mereka tentang kebencanaan,” ujar Gubernur Aceh.

Gubernur juga menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepercayaan pemerintah dengan menunjuk Aceh sebagai tuan rumah pelaksanaan Bhakti sosial dan Apel Siaga Tagana Nasional ini. Zaini berharap kegiatan ini dapat berlangsung sukses dan memberi manfaat kepada masyarakat se-Indonesia.

“Sungguh sebuah kebanggaan bagi kami karena untuk tahun ini, kegiatan Bhakti Sosial dan Apel Tagana Nasional dipusatkan di Aceh,” pungkas Zaini.

Indonesia Hypermarket Bencana Dunia

Sementara itu, Andi ZA Dulung, selaku Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Republik Indonesia, dalam sambutan singkatnya menjelaskan, sebagai wilayah yang berada di zona yang dikenal dengan istilah Ring of Fire, bencana adalah sebuah kata yang akrab ditelinga masyarakat Indonesia.

Andi menjelaskan, dalam pertemuan-pertemuan yang berkaitan dengan pembahasan tentang kebencanaan di tingkat Internasional, Indonesia dikenal dengan negara yang memiliki jenis bencana yang sangat komplit.

“Ada negara yang hanya memiliki laut tidak memiliki kawasan hutan pegunungan dan sungai, atau ada negara yang hanya memiliki pegunungan tapi tidak memiliki laut. Nah, negara kita berbeda, semua ada di Indonesia, dengan demikian model bencananya juga komplit, mulai dari pegunungan, sungai hingga lautan,” terang Andi.

“Supermarket? Bukan, Indonesia adalah Hypermarket Bencana Dunia.

Kegiatan yang mengangkat tema ‘Prepare and Real Countribution’ ini dihadir oleh Kepala Dnas Sosial Aceh, Al-Hudri, Kepala Satpol PP dan WH Aceh, Bukhari AKS, Kepala Dinas Kehutanan Aceh, Husaini Syamaun, Komandan Rindam Iskandar Muda serta sejumlah pejabat lainnya.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *