Berita PilihanHeadline NewsSigom Atjeh

Gubernur: Terima Kasih Tagana Indonesia

Mensos Tanam 34 Pohon Nusantara

Tagana AjayAceh Jaya – Gubernur Aceh dr H Zaini Abdullah menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa yang telah menunjuk Aceh jaya sebagai lokasi pelaksanaan bhakti sosial Tagana se-indonesia.

Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur dalam sambutan singkatnya yang dibacakan oleh Drs Mustafa selaku Asisten II Setda Aceh, saat menghadiri Bhakti Sosial Tagana Nasional dan Launching Pusat Pelayanan Kesejahteraan Sosial di Kabupaten Aceh Jaya, (Sabtu, 30/5/2015).

Gubernur juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh Tagana dari Sabang sampai Merauke, yang telah empat hari berada di Aceh dan masih terus memperlihatkan semangatnya untuk mengikuti kegiatan bhakti sosial ini.

“Selamat datang di Kabupaten Aceh Jaya. Semoga Bapak/Ibu sekalian bisa menikmati suasana khas kawasan pesisir barat di daerah ini.”

Sebagaimana diketahui, saat bencana gempa dan tsunami melanda Aceh pada Desember 2004, Aceh Jaya merupakan kawasan yang paling dahsyat mengalami kehancuran dan kerusakan. Hampir 80 persen pemukiman di wilayah ini hancur dan rusak akibat gempa dan terjangan gelombang tsunami.

“Jadi, kalau Ibu Menteri dan hadirin melihat ada banyak bangunan dan perumahan di kota Calang ini, sebagian besar dibangun pasca bencana. Sedangkan bangunan yang lama, nyaris semua hancur dan rusak dihantam gempa dan tsunami,” terang Gubernur.

Gubernur menjelaskan, kehancuran yang masiv tersebut menjadi salah satu penyebab mengapa proses rehab rekon di wilayah ini relatif lama. Bahkan, hingga saat ini proses rehab rekon belum sepenuhnya selesai.

“Masih banyak fasilitas pelayanan publik yang belum selesai, termasuk fasilitas kesehatan. Meski demikian Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya mencoba memaksimalkan pembangunan kembali wilayah ini.”

Zaini menjelaskan, saat Kementerian Sosial memutuskan Aceh menjadi tuan rumah untuk kegiatan Bhakti Sosial Tagana Nasional tahun ini, dan langsung mengusulkan Aceh Jaya sebagai wilayah sasaran yang dituju.

Gubernur menjelaskan, masih banyak hal yang harus dibenahi di wilayah ini, selain sosialisasi tentang kebencanaan dan penguatan pelayanan publik, dukungan peningkatan kesejahteraan rakyat juga dibutuhkan. Hal ini disebabkan karena tingginya angka penyandang masalah kesejahteraan sosial di daerah ini, terutama di gampong (desa-red) yang berada di wilayah pedalaman.

Terkait masalah kesejahteraan, Pemerintah Aceh bersama pihak terkait telah melatih beberapa tokoh masyarakat di tingkat gampong dan kecamatan sebagai Pekerja Sosial Masyarakat (PSM). Peran Tagana juga sangat penting dalam kegiatan ini, khususnya dalam memberikan pelayanan komprehensif kepada penyandang masalah kesejahteraan sosial.

“Semua tenaga ini akan terintegrasi dalam sistem pelayanan terpadu yang disebut Pusat Pelayanan Kesejahteraan Sosial (Puspelkessos).”

Gubernur juga berharap kehadiran Menteri Sosial dan para Tagana dari berbagai wilayah di Indonesia pada kegiatan bhakti sosial dan melaunching operasional Puspelkessos di Aceh Jaya akan mampu menjadi cemeti karena selama ini Puspelkessos belum berjalan maksimal di wilayah ini.

“Untuk itu, atas nama Pemerintah Aceh, kami mengucapkan terima kasih atas dukungan Ibu Menteri dan seluruh jajaran Kementerian Sosial atas keberadaan Puspelkessos di Aceh Jaya ini. Kami juga memberi apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya yang telah meluncurkan program Asistensi Sosial Lanjut Usia Risiko Tinggi. Semoga kehadiran semua program ini benar-benar efektif untuk peningkatan kesejahteraan rakyat,” pungkas Gubernur.

Mensos Tanam 34 Pohon Nusantara

Selain membuka secara resmi kegiatan bhakti sosial dan melaunching operasional Puspelkessos Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa juga melakukan penanaman 34 pohon yang berasal dari seluruh Indonesia.

Secara simbolis Khofifah menanam dua jenis pohon, yaitu Bungong Seulanga yang berasal dari Aceh dan Buah Merah yang berasal dari Provinsi Papua. Penanaman dua jenis pohon dari ujung Indonesia itu adalah perlambang wilayah nusantara dari Sabang hingga Merauke.

“Semoga pohon-pohon ini akan tumbuh subur, berbuah dan berbunga,” ujar Khofifah didampingi Drs Mustafa dan Kepala Dinas Sosial Aceh, Al-Hudry, usai melakukan penanaman pohon nusantara di Pantai Wisata Rigaih, Aceh Jaya.

Dalam kesempatan tersebut, Mensos juga melakukan sosialisasi dan menjelaskan fungsi tiga kartu sakti, yaitu Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).

Khofifah juga menandatangani Prasasti di Tugu Bhakti Sosial Tagana yang juga berada di Pantai Rigaih. Mensos juga melakukan penanaman seribu mangrove dan mengunjungi Pesantren Darul Abrar.

Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah Kepala SKPA dan Kepala SKPK Aceh Jaya, unsur Forkorpimda Kabupaten Aceh Jaya, tokoh masyarakat Aceh Jaya, masyarakat Aceh Jaya dan sejumlah awak media.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *