Berita PilihanHeadline NewsRampoe

Gubernur Terima Penghargaan dari Insan Pers

Gube-HPNSubulussalam – Gubernur Aceh, dr H Zaini Abdullah dan Wakil Gubernur Aceh, H Muzakir Manaf menerima penghargaan sebagai ‘Sahabat PWI yang Membawa PWI Cerdas dan Profesional’. Acara yang dibingkai dengan Jamuan Makan Malam itu diselenggarakan di Aula Pendopo Wali Kota Subulussalam, (Minggu, 7/6/2015).

Malam Penyerahan Penghargaan dari PWI Untuk Gubernur, Wakil Gubernur dan Bupati/Wali Kota di Aceh, yang dihadiri langsung oleh Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Margiono ini, merupakan bagian dari agenda peringatan Hari Pers Nasional (HPN) tingkat Aceh.

Selain Gubernur dan Wakil Gubernur, beberapa Bupati dan Wali Kota, beberapa Kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) juga mendapatkan anugerah tersebut. Berikut ini adalah nama-nama penerima penghargaan pada kegiatan tersebut; Gubernur Aceh, dr H Zaini Abdullah, Wakil Gubernur Aceh, H Muzakir Manaf, Wali Kota Subulussalam, Meurah Sakti, Bupati Pidie, Sarjani Abdullah, Bupati Aceh Tenggara, Hasanuddin Beru.

Selanjutnya, Panglima Kodam Iskandar Muda, Kepala Kepolosian Daerah Aceh, Wali Kota Banda Aceh, Bupati Nagan Raya, Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Kepala Bappeda Aceh, Direktur Utama Bank Aceh, Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi Informasi dan Telekomunikasi Aceh dan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh.

Dalam kesempatan tersebut Gubernur juga mengapresiasi langkah PWI Aceh yang telah menggelar peringatan Hari Pers Nasional tahun 2015, untuk tingkat Pemerintah Aceh, di Kota Subulussalam.

“Saya ucapkan selamat kepada PWI dan rekan-rekan pers di Aceh, serta kepada Pemerintah Kota Subulussalam atas pelaksanaan Hari Pers ini. Semoga kegiatan ini memberi daya dorong bagi pers di Aceh untuk lebih berkembang demi tegaknya demokrasi dan transparansi di daerah kita ini.”

Sebagaimana diketahui, pers merupakan salah satu pilar penting dalam mendorong kemajuan pembangunan bangsa. Untuk itu, semua pihak diharapkan dapat mendukung pers di Indonesia dapat mereformasi diri, agar lebih siap menghadapi era globalisasi yang semakin tidak terbendung.

“Pers yang tidak bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, niscaya tidak akan sanggup menghadapi persaingan ketat saat ini. Kita bisa saksikan sendiri betapa banyak media cetak dan media elektronik yang tidak bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Bahkan tidak sedikit pula yang gulung tikar.”

Itu sebabnya, lanjut Gubernur, pers dituntut berubah atau mereformasi diri sebagaimana yang juga tengah dilakukan jajaran birokrasi di negeri ini. Dengan demikian Pemerintah dan Pers diharapkan akan saling mendukung dan memperkuat demi berjalannya demokrasi dan pembangunan yang berkualitas.

“Insan Pers memiliki peran yang sangat penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Pers memiliki pengaruh besar dalam menggiring opini publik agar memiliki pandangan sama seperti yang disampaikannya. Oleh karena itu, maka sangat bisa dipahami mengapa semua pihak peduli dengan perkembangan pers,” terang Gubernur.

Dengan peran itu, lanjut Gubernur, maka pers mampu mendorong orang yang tidak tahu menjadi tahu, orang yang salah menjadi benar, orang yang galau menjadi terhibur, orang yang emosi menjadi tenang dan sebagainya. Dalam sistem pembangunan, pers juga berperan besar dalam mensosialisasikan program-program yang dilaksanakan pemerintah kepada masyarakat.

“Demikian pula sebaliknya, pers bisa pula membuat orang yang benar menjadi bingung, orang yang berani menjadi takut, orang yang senang menjadi bersedih, dan orang yang benar menjadi disalahkan. Dalam kondisi yang lebih parah lagi, pers bisa membuat situasi menjadi kacau, sebab Pers bisa memprovokasi masyarakat untuk membuat kekisruhan.”

Menurut Gubernur, semua hal diatas sangat tergantung pada wartawan yang mengendalikan pers itu. Jika mampu menjalankan tugas sesuai dengan Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik, maka wartawan tersebut akan menjadi wartawan yang mampu berkontribusi positif bagi kehidupan masyarakat, atau sebaliknya.

Gubernur: Pers Harus Berbenah Diri.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menjelaskan, bahwa dirinya telah beberapa kali mengingatkan tentang pentingnya insan pers berbenah. Gubernur meyakini, insan pers sangat meyakini hal tersebut.

Menurut Gubernur, upaya untuk mereformasi kalangan pers Aceh harus terus berjalan. Reformasi yang dimaksud adalah bagaimana menyelaraskan pola kerja pers dengan perkembangan teknologi informasi yang berkembang saat ini.

“Dengan begitu, maka media-media mainstream, seperti media cetak dan elektronik, tetap bisa tampil berdampingan dengan media sosial dan media online yang semakin menjadi tren di mana-mana,” ujar Zaini.

Gubernur meyakini, keberadaan pers yang sangat beragam dewasa ini, maka akan mamacu dinamika pembangunan yang lebih berwarna. Dengan demikian, mekanisme kontrol sosial akan berjalan semakin kuat bagi pembangunan di Indonesia.

“Pers yang kritis dan akurat pasti sangat berperan mendorong terciptanya pemerintahan yang bersih. Itu sebabnya Pemerintah Aceh sangat berkepentingan dengan kemajuan pers di Aceh karena pers yang berkualitas berperan penting mendorong suksesnya program-program yang dijalankan Pemerintah.”

Gubernur menekankan, setidaknya ada empat alasan yang mendorong perlunya pembenahan pers dalam rangka mendorong suksesnya pembangunan di Aceh, yaitu:

Pertama, begitu canggihnya teknologi informasi sekarang ini membuat masyarakat telah bisa menjalankan fungsi-fungsi kewartawanan. Dalam bahasa umum kita menyebutnya dengan istilah citizen journalism atau jurnalisme warga. Dengan demikian, maka profesi pers tidak lagi menjadi ekslusif tetapi sudah menjadi profesi yang bisa dilakukan semua orang.

Kedua, gencarnya peran media sosial dan online membuat masyarakat semakin cepat mendapatkan informasi melalui teknologi komunikasi. Bahkan tidak sedikit media cetak yang tergusur atau bangkrut karena tidak mampu bersaing menghadapi fenomena media sosial dan online sekarang ini. Dalam beberapa kasus, kerap sekali media sosial menyampaikan informasi lebih cepat dari media cetak atau media elektronik. Kalau kondisinya sudah begitu, tidak mungkin media cetak tampil seadanya. Harus ada upaya merubah diri agar bisa tampi berbeda sehingga tetap dibutuhkan masyarakat.

Ketiga, jangan dilupakan bahwa tingkat kecerdasan masyarakat kini semakin baik sehingga membuat publik semakin selektif dalam memilih media. Kalau media itu hanya memberikan hal yang sudah ramai dibahas media sosial, pasti masyarakat tidak lagi menyentuh media itu karena beritanya sudah basi. Karena itu butuh kecerdasan pers dalam mengolah informasi atau mencari angle yang tepat untuk bisa menampilkan sesuatu yang baru dari berita tersebut.

Keempat, masyarakat sekarang juga semakin sadar hukum. Kalau media tidak akurat memberitakan, apalagi menyebar fitnah, masyarakat kita semakin berani menggugat media. Ada banyak Undang-Undang yang bisa digunakan masyarakat untuk menjerat media, selain Undang-undang Pers, ada pula Undang-undang Informasi Transaksi Elektronik (ITE), Undang-Undang Penyiaran dan sebagainya. Saya juga mendapat informasi, dari tahun ke tahun pengaduan kepada Dewan pers juga semakin tinggi. Ini menjadi bukti bahwa masyarakat juga semakin kritis melihat pers.

“Dengan semua fakta ini, maka pilihan menjadi wartawan profesional adalah sebuah keniscayaan. Karena itu kita berharap PWI sebagai wadah pers tertua dan memiliki anggota terbesar di negeri ini, bisa tampil menjadi motor penguatan kapasitas wartawan di negeri kita.”

Gubernur menyatakan, dibawah kepemimpinannya, Pemerintah Aceh siap membangun kerjasama dengan PWI Aceh untuk program penguatan kapasitas, sehingga wartawan Aceh bisa lebih profesional dan mampu memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi saat ini.

“Terimakasih kepada PWI Aceh yang telah memberi penghargaan kepada saya dan juga sejumlah tokoh di Aceh berkaitan dengan peringatan Hari Pers Nasional tahun ini. Mudah-mudahan semua ini menjadi motivasi bagi kita untuk terus bekerjasama dalam mendorong suksesnya pembangunan di Bumi Serambi Mekkah ini,” pungkas Gubernur.

Kegiatan yang dirangkai dengan temu ramah dan makan malam bersama itu turut pula dihadiri oleh Ketua dan Anggota DPR Kota Subulussalam, Unsur Forkopimda Kota Subulussalam, Para alim ulama, tokoh adat dan tokoh masyarakat setempat. (Arunda)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *