Berita PilihanHeadline NewsSigom Atjeh

Gubernur Lantik Wakil Bupati Aceh Barat Daya

Lantik Wabub AbdyaAceh Barat Daya – Gubernur Aceh, dr H Zaini Abdullah, atas nama Presiden Republik Indonesia, melantik dan mengambil sumpah Erwanto, SE MA, sebagai Wakil Bupati Aceh Barat Daya untuk sisa masa jabatan tahun 2012-2017.

Prosesi pelantikan dilakukan oleh Gubernur pada Rapat Paripurna Istimewa DPR Kabupaten Aceh Barat Daya, dalam rangka pengambilan Sumpah Jabatan dan Pelantikan Wakil Bupati Abdya,yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRK Abdya, Romi Syahputra,, (Senin, 8/6/2015).

“Saya atas nama pribadi maupun sebagai Kepala Pemerintah Aceh mengucapkan selamat atas pelantikan ini. Semoga Saudara bisa tampil sebagai pemimpin yang amanah dan bijaksana dalam menjalankan tugas dan kewajiban mendampingi Bupati di sisa masa jabatan yang telah ditentukan,” pesan Gubernur.

Sebagaimana diketahui, Kabupaten Abdya dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2002, saat ini Abdya telah 13 tahun. Dalam usia itu, wilayah ini dituntut untuk bisa menjadi daerah mandiri, yang bisa memberi kesejahteraan bagi masyarakatnya.

“Tentu saja dibutuhkan kerjasama semua pihak untuk mencapai harapan tersebut. Kepemimpinan yang baik di lembaga pemerintahan dan kerjasama dengan forum koordinasi pimpinan daerah, merupakan hal yang mutlak harus ditingkatkan agar program pembangunan dapat berjalan secara sinergis, berkesinambungan dan berkelanjutan,” lanjut Zaini.

Hampir setahun terakhir ini, posisi Wakil Bupati Aceh Barat Daya tidak terisi, sejak berpulangnya ke rahmatullah Almarhum Wakil Bupati Abdya, Yusrizal Razali, pada tanggal 27 Juni 2014.

“Setelah melalui proses pengambilan keputusan yang demokratis antara pihak eksekutif dan legislatif di wilayah ini, akhirnya hari ini posisi Wakil Bupati telah terisi kembali oleh Saudara Erwanto.”

Tujuh Pesan Gubernur untuk Wabup Abdya Terpilih

Pada acara pelantikan tersebut, Zaini Abdullah juga menyampaikan tujuh pesan penting yang ditujukan kjepada Wakil Bupati Abdya terpilih. Berikut ini adalah ketujuh pesan Gubernur tersebut;

  1. Saudara harus bertugas secara ikhlas dan penuh tanggungjawab membantu Bupati dalam menjalankan program pembangunan di wilayah ini. Oleh sebab itu, komunikasi dan koordinasi harus dilakukan secara intensif dengan Bupati agar kepemimpinan berjalan dengan baik.

Bersama Bupati, saudara harus memperkokoh jalinan kerja yang solid dan sinergis dengan mengutamakan prinsip-prinsip kepemerintahan yang baik, seperti transparansi, akuntabel, tertib administrasi dan selalu berkoordinasi, serta menyampaikan laporan-laporan terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi sebagai Wakil Bupati, sebagaimana yang diamanahkan UUPA.

  1. Dalam merancang progam pembangunan di wilayah ini, Saudara harus bisa mengembangkan kreativitas sehingga program yang dijalankan berpihak pada pertumbuhan (pro-growth), berpihak pada pengentasan kemiskinan (pro-poor), berorientasi pada terbukanya lapangan kerja (pro- job) serta cerdas dalam merancang upaya penurunan angka inflasi.

Di samping itu, seluruh strata pemerintahan mulai dari Gampong, Mukim, Kecamatan dan Pemerintah Kabupaten perlu melakukan mapping (pemetaan) dan pendataan ke wilayah-wilayah gampong yang belum tersentuh program dan kegiatan pemberdayaan ekonomi rakyat, maupun yang memerlukan perhatian prioritas dalam upaya meningkatkan kesejahteraan kehidupan rakyat.

  1. Terhadap berbagai masalah pembangunan di Kabupaten ini, seperti kemiskinan, pengangguran, gizi buruk, dan sebagainya, segera diambil langkah-langkah penanganannya. Optimalisasi pelayanan kesehatan juga harus mendapat prioritas, mulai dari posyandu, puskesmas pembantu, puskesmas, dan rumah sakit dengan memprioritaskan pemberian pelayanan kesehatan yang memuaskan masyarakat.

Selama ini masih dirasakan, bahwa pelayanan yang diberikan di bidang kesehatan belum sepenuhnya memenuhi harapan masyarakat. Saya telah melakukan sidak ke beberapa puskesmas dan rumah sakit, bahwa pelayanan kesehatan masih memerlukan perhatian yang serius dan penanganan secara khusus agar pemberian pelayanan kepada masyarakat dapat diberikan dengan sebaik-baiknya.

  1. Bersama Bupati, saudara harus bisa mengembangkan citra positif organisasi pemerintahan, sehingga masyarakat percaya dan mau berperan aktif membangun Kabupaten Aceh Barat Daya agar lebih maju dan mandiri. Fungsi-fungsi pemerintahan secara berjenjang mulai dari pemerintahan gampong, pemerintahan mukim, pemerintahan kecamatan, dan pemerintahan kabupaten, harus berjalan secara sinergis dan kewenangan masing-masing strata pemerintahan semuanya harus berjalan dengan baik.

Tugas dan fungsi pemerintahan pada tingkat pemerintahan gampong seyogiyanya dapat diselesaikan pada tingkat pemerintahan gampong. Demikian pula, pada strata pemerintahan mukim, pemerintahan kecamatan dan pemerintahan kabupaten harus dapat dijalankan sesuai dengan kewenangannya masing-masing.

Apabila kewenangan pada masing-masing strata pemerintahan tidak dapat dijalankan dengan baik, maka akan berdampak terganggunya fungsi pelayanan pemerintahan kepada masyarakat.

Prinsip ini merupakan salah satu prinsip yang esensial dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Oleh karena itu, semua strata pemerintahan ini harus bergerak dan berfungsi sesuai dengan kewenangannya masing-masing.

  1. Optimalkan potensi daerah demi peningkatan pendapatan daerah. Sinergikan peran Pemerintah dan swasta melalui iklim investasi, sehingga bisa meningkatkan penerimaan sumber pendapatan daerah serta dalam mendukung Aceh Barat Daya sebagai daerah agroindustri. Membangun daerah janganlah semata-mata dengan hanya mengandalkan kemampuan APBA, APBK dan APBN.

Akan tetapi yang lebih penting dan lebih mempercepat pembangunan daerah adalah dengan mengajak para investor untuk berinvestasi di daerah. Investasi dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan ekonomi itu sendiri tentunya dapat membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan dan kesejahtaraan rakyat.

  1. Bahwa berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh, selain sebagai Kepala Pemerintah Aceh, Gubernur juga merupakan Wakil Pemerintah Pusat di Aceh yang bertugas melakukan pembinaan terhadap penyelenggaraan Pemerintahan di Kabupaten/Kota. Untuk itu, saya meminta saudara bersama Bupati bisa membangun komunikasi dan kerjasama dengan kami, agar kita bisa mensinergikan pembangunan Aceh dengan baik.
  1. Lakukan segala upaya untuk menjaga dan merawat perdamaian Aceh. Perhatikan optimalisasi program pemberdayaan ekonomi kaum dhuafa, korban konflik dan anak-anak yatim. Satukan langkah dan segenap potensi yang ada untuk memaksimalkan pembangunan di segala bidang, bagi kesejahteraan rakyat.

“Terkait dengan tugas pemerintahan ke depan, saya perlu sampaikan bahwa salah satu program yang mendapat perhatian kita semua adalah pembangunan gampong sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa. Dalam menjalankan program ini, Pemerintah telah mengalokasikan anggaran di dalam APBN 2015 untuk Kabupaten Aceh Barat Daya sebesar Rp. 35,86 miliar yang akan diserahkan kepada 132 gampong di wilayah ini,” terang Gubernur.

Di samping itu, ada pula Bantuan Keuangan Peumakmue Gampong yang dialokasikan APBA 2015 sebesar Rp. 3.960.000.000,- dan masing-masing gampong mendapat alokasi sebesar Rp. 30 juta. Dengan demikian total dana untuk pembangunan gampong di Kabupaten Aceh Barat Daya sebesar Rp. 39, 82 Miliar.

“Insya Allah, mudah-mudahan dengan dana ini akan dapat lebih meningkatkan penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan rakyat gampong,” harap pria yang akrab disapa Doto itu.

Gubernur juga berpesan, dalam upaya mengefektifkan penggunaan dana tersebut, Pemkab Abdya harus aktif melakukan pembinaan terhadap SDM Pemerintahan Gampong melalui berbagai kegiatan diklat prioritas yang dialokasikan dalam APBK, sehingga kapasitas aparatur Pemerintahan gampong benar-benar mampu menjalankan amanah Undang-Undang Desa tersebut.

“Hal lain juga perlu saya tekankan dalam hal pemanfaatan Dana Otsus yang merupakan salah satu sumber anggaran bagi pembangunan Aceh. Oleh karena itu pada kesempatan ini saya meminta kepada Pemkab Abdya agar dalam pemanfaatan dana Otsus lebih berorientasi kepada program jangka panjang,” tegas Gubernur

Program yang dimaksud Gubernur adalah program yang memiliki dampak signifikan, terukur dan dirasakan manfaatnya bagi kesejahteraan rakyat, dengan memprioritaskan, terutama pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi rakyat, pengentasan kemiskinan, sesuai dengan amanah UUPA.

“Selamat Bekerja, besar harapan saya dan tentu saja harapan seluruh rakyat Aceh Barat Daya, dengan keberadaan Saudara Erwanto sebagai pendamping Bupati Aceh Barat Daya, sistem pemerintahan di daerah ini akan berjalan lebih optimal sehingga pertumbuhan dan kesejahteraan rakyat bisa lebih meningkat,” pungkas Zaini Abdullah.

Dalam kesempatan tersebut Gubernur juga menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada kinerja dan dedikasi yang telah diberikan oleh almarhum Yusrizal Razali selama menjabat Wabub Abdya.

Beberapa pejabat turut pula menghadiri pelantikan Wabub Abdya, diantaranya Ketua DPRA, Tgk Muharuddin, Ketua Fraksi Partai Aceh, Kautsar M Yus, beberapa Kepala SKPA serta sejumlah tokoh adat dan tokoh masyarakat Abdya. (Arunda)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *