Berita PilihanHeadline NewsSigom Atjeh

BNN Bantu Rp 100 Juta untuk Mantan Petani Ganja Aceh

GanjaBanda Aceh – Dalam upaya menurunkan ketersediaan narkoba dan memutus jaringan sindikat narkoba di provinsi Aceh, Polda Aceh terus melakukan operasi pemberantasan lahan ganja, baik yang teridentifikasi melalui penyelidikan dan penyidikan maupun yang berdasarkan laporan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan oleh Dra. Sinta Dame Simanjuntak, MA, selaku Direktur Pemberdayaan Alternatif Badan Narkotika Nasional (BNN), pada Pembekalan Petani Melalui Budidaya Tanaman Komoditi Alternatif, kepada 30 orang mantan petani ganja, di Kecamatan Kuta Cot Glie, Aceh Besar, Selasa (9/6/2015).

Sinta Dame menyatakan, memasuki tahun 2015 hingga saat ini, hampir setiap pekan banyak media memberitakan tentang operasi eradikasi Ganja, terutama di Aceh maupun di Sumatera Utara.

Salah satu upaya tersebut melalui pemberdayaan alternatif bagi tanaman ganja yang terus dilaksaakan BNN baik di Provinsi Aceh maupun di Sumatera Utara. Khusus untuk wilayah Aceh, kelompok masyarakat yang sudah dibina BNN sebanyak 6 kelompok tani dengan jumlah anggota 150 orang.

“Bantuan yang telah kita salurkan kepada masing-masing kelompok sebesar 100 juta rupiah. Modal ini digunakan untuk pengadaan bibit kakao, kopi dan cabe,” terang Sinta Dame.

Sinta menambahkan, selama bulan Juni ini BNN bersama aparat terkait, terutama dukungan dan partisipasi dari kalangan TNI, terus melakukan penyitaan lahan Ganja, seperti eradikasi lahan Ganja di Aceh Utara, Aceh Besar dan Gayo Lues.

Begitu juga dengan eradikasi lahan ganja di Kecamatan panyabungan Timur, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara.

Kedua provinsi ini lanjut Sinta, kerap terjadi penanaman ganja berpuluh hektar. Untuk mengantisipasi hal tersebut, BNN terus melakukan operasi eradikasi ganja, bahkan sebahagian petani juga telah program pemberdayaan alternatif.

Menurut Sinta, perilaku masyarakat yang masih menanam Ganja disebabkan oleh faktor gagal panen dan perilaku lama masyarakat yang ingin mendapatkan jalan pintas mendapatkan upah besar.

“Operasi-operasi eradikasi Ganja yang dilakukan BNN telah didukung oleh semua pihak yang ingin menyelamatkan generasi muda bangsa dari penyakit ketergantungan  narkotika. Bahkan hingga Juni 2015 diperkirakan telah disita 54 hektar lahan ganja,” terang Sinta.

Sinta menambahkan, tindak lanjut dari pembekalan ini, nantinya para petani akan dibagi menjadi kelompok-kelompok tani dan lahan yang terpilih dari kelompok-kelompok ini akan dilakukan pengembangan lahan melalui bantuan-bantuan berupa biaya produksi, pengelolaan lahan, bibit, saprodi, pupuk dan peralatan pengolahan.

Sementara itu, selama proses pengembangan lahan dalam jangka waktu tiga bulan ini, para petani akan didampingi oleh 2 orang penyuluh serta mendapatkan pembinaan dari Badan Penyuluh Pertanian (BPP) setempat.

Selanjutnya, selama para petani menanam kopi dan kakao hingga saatnya panen nanti, petani juga diberikan akan diberikan bibit tanaman tumpangsari, yaitu cabe yang dapat dipanen pada jangka pendek.

“Jadi, melalui pola ini para petani akan terus mendapatkan pendapatan dan tabungan berupa tanaman kakao dan kopi,” ujar Sinta.

Jika dihitung dari proses pengolahan, panen hingga pemasaran, diperkirakan pendapatan yang akan didapatkan petani lebiih besar nilainya daripada mereka tergiur menanam Ganja, yang dikejar-kejar rasa bersalah, tidak tenang, karena rasa berdosa dan terus merasa menjadi target aparat berwajib.

Untuk diketahui bersama, berdasarkan data operasi-operasi eradikasi oleh Polda Aceh, selama periode tahun 2011-2014, telah disita lahan Ganja seluas 827,25 hektar atau rata-rata 206,8 hektar per tahun.

“Dengan disitanya lahan-lahan Ganja tersebut, berarti penggagalan potensi produksi Ganja dapat diturunkan ribuan ton. Kita tentu saja berharap hal ini dapat menyelamatkan jutaan anak bangsa dari bahaya Narkotika. Sesuai dengan semangat pemerintah yang terus melakukan tanggap darurat narkoba yang melibatkan seluruh instansi pemerintah dan komponen masyarakat,” pungkas Sinta.  (Arunda)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *