Berita PilihanRampoe

Dharma Wanita Mitra Strategis Pemerintah Aceh

Ummi BBGRMBanda Aceh – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Aceh dapat menjadi mitra dan berkontribusi serta berperan aktif menyukseskan program-program pembangunan yang dirancang Pemerintah Aceh.  

Pernyataan tersebut disampaikan Hj. Niazah A. Hamid, Penasehat DWP Aceh dalam sambutannya pada Pengukuhan Pengurus DWP Aceh Masa Bakti 2014-2019 dan Pembukaan Rapat Konsolidasi dan Evaluasi DWP se-Aceh tahun 2015, di Anjong Monmata, (Selasa, 9/6/2015).

“Untuk mencapai tujuan itu, para anggota Dharma Wanita Persatuan Aceh dituntut untuk meningkatkan kapasitas dan memperkuat wawasan tentang berbagai hal yang menjadi perhatian masyarakat, seperti bidang  pendidikan, ekonomi dan sosial budaya” ujar Hj. Niazah A. Hamid.

Penasehat DWP Aceh yang akrab disapa Ummi Niazah ini menambahkan, ke depan DWP Aceh diharapkan mampu mengembangkan sasaran program kerjanya untuk anggota, keluarga dan masyarakat, sehingga organisasi ini bisa menjadi mitra strategis Pemerintah dalam menjalankan program kemasyarakatan.

“Untuk menyusun program itu, tentu kepekaan kita terhadap masalah masyarakat harus diperkuat. Karenanya, keterlibatan Dharma Wanita Persatuan dalam membangun kerjasama dengan berbagai lembaga lain, termasuk dengan Tim Penggerak-PKK dan juga lembaga swasta,”

Umi Niazah melanjutkan, “Dengan berbuat nyata, saya percaya DWP Aceh akan mampu menunjukkan eksistensi dirinya sebagai organisasi yang aktif mendukung kinerja Pemerintah Aceh. Oleh sebab itu kekompakan dan soliditas pengurus juga perlu diperkuat, sehingga dari kebersamaan itu akan lahir program-program yang bisa dijalankan bersama-sama dengan masyarakat,” tambahnya.

Umi Niazah berharap pengurus DWP Aceh yang baru ini mampu menghadirkan citra positif Dharma Wanita Persatuan di mata masyarakat Aceh.

“Saya juga mengucapkan selamat atas pelaksanaan Rapat Konsolidasi dan evaluasi Dharma Wanita Persatuan Aceh yang juga diselenggarakan pada hari ini. Melalui rapat ini, kita harapkan Dharma Wanita Persatuan Aceh bisa merumuskan langkah bersama untuk memaksimalkan peran organisasi ini dalam berkontribusi bagi pembangunan Aceh,”

Pernyataan senada juga disampaikan oleh ketua DWP Pusat, Wien Ritola Tasmaya, bahwa Dharmawanita dapat berperan aktif menyukseskan program pemerintah.

“Bila diberi kesempatan, istri Aparatur Sipil Negara (ASN) dapat menjadi mitra stategis pemerintah untuk menyampaikan program-programnya kepada masyarakat,” ujar Wien Ritola Tasmaya.

“Istri ASN juga dituntut untuk menjadikan suami bekerja dengan professional dan memberikan yang terbaik untuk negara,” ujarnya.

Wien Ritola juga mengingatkan agar DWP meningkatkan sistem komunikasi dan sosialisasi terkait program-programnya. Menurutnya organisasi ini adalah salah satu wadah mewujudkan aspirasi perempuan.

“Lebih dari 50% dunia ini adalah perempuan, laki laki juga lahir dari rahim perempuan, oleh karena itu jangan sampai tidak mendengarkan suara dan hati nurani perempuan,” ujarnya.

Syamsiarni Dermawan, selaku Ketua DWP Aceh menyatakan Rapat Konsultasi dan Konsolidasi DWP se-Aceh diadakan untuk meningkatkan silaturahmi serta mempererat hubungan antar DWP.

“Selain itu juga untuk menyatukan program kerja, menguatkan sosialisasi AD-ART, serta melakukan sharing antar DWP,” ujar Syamsiarni Dermawan.

Dalam laporannya, ketua DWP Aceh menyatakan kegiatan tersebut diikuti oleh 288 peserta. dua peserta mewakili SKPA, BUMD, dan 3 orang mewakil dari DWP kabupaen/kota.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretari Daerah Aceh, Dermawan, MM, Sekjen DWP Pusat, Tuti Setya Dewati Tasdik, perwakilan DWP Kab/kota serta dinas terkait lainnya.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *