penutupan sabang fairSabang – Wali Kota Sabang Zulkifli H Adam secara resmi menutup Festival Sabang Fair (FSF) 2015 yang digelar sejak 1 Juni lalu di kawasan Pantai Kasih Sabang, Senin (7/6/2015).

Dalam sambutannya, Zulkifli menyatakan komitmennya untuk menjadikan ajang kebudayaan ini sebagai agenda tahunan Kota Sabang, karena menurutnya FSF berdampak langsung pada peningkatan perekonomian warga Sabang, dan sektor pariwisata Kota Sabang.

Ia juga meminta warga Sabang untuk bersikap ramah dan memuliakan setiap tamu yang datang ke Kota Sabang. “Pada 2014 tercatat satu juta lebih wisatawan yang datang ke Sabang, dan pada 2015 kita targetkan bisa mencapai dua juta wisatawan,” katanya.

Pada acara penutupan FSF 2015 yang dimeriahkan oleh penampilan pelantun “Kuthiding” Liza Aulia tersebut, panitia juga mengumumkan para pemenang beragam perlombaan yang digelar dalam FSF 2015.

Untuk Lomba Pawai Budaya, Juara I diraih oleh kontingen Aceh Tengah, Juara II Aceh Singkil dan Juara III Lhokseumawe. Sementara Juara Harapan I diraih oleh Aceh Selatan dan Juara Harapan II Aceh Tenggara.

Pada Lomba Pameran Kreatif Daerah, Anjungan Kabupaten/Kota terbaik jatuh kepada Kota Sabang dengan nilai 266. Tempat kedua ditempati Aceh Selatan dengan nilai 231, sementara Banda Aceh harus puas di posisi ketiga dengan raihan nilai 219.

Selanjutnya, perlombaan Tari Kreasi Baru dimenangkan oleh grup tari dari Kabupaten Bireuen, Juara II Aceh Utara dan Juara III Aceh Tengah. Juara Harapan I diraih grup tari lainnya dari Bireuen, Juara Harapan II Aceh Selatan, dan Juara Harapan III diraih oleh anak-anak Himasendratasik Unsyiah Banda Aceh.

Teater Rongsokan mengharumkan nama Banda Aceh di FSF 2015 dengan meraih Juara I pada Lomba Musikalisasi Puisi. Mereka berhasil menyisihkan perwakilan dari Sabang dan Bener Meriah yang menempati Juara II dan Juara III. Selanjutnya Himasendratasik Unsyiah, perwakilan dari Aceh Tengah dan Aceh Selatan harus puas menjadi Juara Harapan I, II dan III.

Untuk Lomba Cagok (Lawak) Aceh, Juara I diraih oleh grup lawak dari Bireuen, Juara II Sabang dan Juara III Lhokseumawe. Sanggar Nurul Alam dari Banda Aceh meraih Juara Harapan I, Aceh Selatan Juara Harapan II dan Lhokseumawe Juara Harapan III.

Terakhir, Lomba  Musik Garapan Etnik Kolaborasi Modern dimenangkan oleh  grup musik dari Aceh Tengah dengan nilai 379. Juara kedua diraih oleh perwakilan dari  Aceh Utara dengan nilai 340 dan Himasendratasik Unsyiah Banda Aceh menjadi terbaik ketiga dengan raihan nilai 315. (Jun)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *