Atjeh HijauBerita PilihanHeadline News

Gubernur: Menjaga Lingkungan tidak Hanya Urusan Aktivis

Gubernur Aceh serukan semua pihak lestarikan lingkungan

Banda Aceh – Gubernur Aceh, dr. Zaini Abdullah menyerukan semua pihak agar bersama-sama melestarikan lingkungan hidup karena iaanya merupakan penopang utama bagi kelangsungan hidup umat manusia.

Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Aceh yang diwakili oleh Asisten III, Bidang Administrasi Umum, Muzakar A. Gani, M.Si pada peringatan Hari Lingkungan Hidup se-Dunia ke-43 di Lapangan Sekretariat Daerah Aceh, Senin (8/6).

Gubernur berkata masyarakat dunia telah menetapkan setiap tanggal 5 Juni sebagai Hari Lingkungan Hidup Sedunia untuk mengingatkan penduduk bumi agar kembali memahami arti penting lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

“Oleh karena itu, menjaga lingkungan tidak hanya urusan para aktivis lingkungan hidup, bukan punya hanya tanggungjawab pemerintah semata, tapi merupakan tanggungjawab semua umat manusia.

Menurut Gubernur, jika manusia tetap mempertahankan pola konsumsi dan produksi seperti saat ini, dibutuhkan tiga buah bumi untuk dapat menampung semua kebutuhan manusia dengan pola dan gaya hiduo sekarang.

“Padahal jumlah bumi hanya satu. Karena itu perlu aksi bersama untuk merubah pola dan gaya hidup manusia agar lebih berorientasi kepada lingkungan.

“Dengan kata lain,  segala kegiatan konsumsi dan produksi yang kita lakukan mesti memperhitungkan keberlangsungan sumber daya alam dan lingkungan, termasuk peduli terhadap isu lingkungan,” kata Gubernur.

Gubernur menambahkan, isu lingkungan yang utama saat ini terdiri dari dua kelompok, pertama, ‘Isu hijau” (Green Issue) yang bermaksud langkah-langkah penghijauan seperti  Penataan Kawasan Hutan, Pembenihan, pengelolaan tanaman Hutan, Pemulihan Pohon, pencegahan kebakaran hutan dan sebagainya.

Kedua, isu coklat yang bermaksud upaya mencegah pencemaran, seperti pengelolaan sampah dan limbah, perhatian terhadap AMDAL, pengendalian pencemaran dan Izin lingkungan, dan sebagainya.

“Bersamaan dengan perhatian terhadap kedua isu ini, kita juga harus berkomitmen dalam Penegakan Hukum, konservasi, perhatian terhadap masalah sungai, memperhatikan aspek ekonomi lingkungan dan sebagainya,” tegas Gubernur.

Pemerintah Aceh menurut Gubernur telah memberi perhatian khusus pada peringatan hari lingkungan dengan melakukan serangkaian kampanye di beberapa tempat, antara lain, Peringatan Hari bumi pada 22 April lalu di Pantai Cemara Aceh Besar, Pameran Perubahan Iklim di Jakarta 14-17 Mei, peringatan Hari Keanekaragaman Hayati pada 31 Mei di Taman Putro Phang, pemberian award bagi sekolah dan perusahaan berwawasan lingkungan, penghargaan bagi Penyusun Status Lingkungan Hidup Daerah terbaik, Pemilihan Duta Lingkungan dan sebagainya.

“Kita juga pantas berbangga karena pada tahun ini Pemerintah Aceh meraih juara III untuk institusi atau lembaga Pemerintah dalam pameran Climate Change Education Forum & Expo 2015,” ujarnya.

Bersamaan dengan peringatan hari Lingkungan Hidup se-dunia ini, Pemerintah Aceh juga memberikan beberapa penghargaan kepada lembaga atau individu yang berprestasi di bidang lingkungan.

Penghargaan tersebut terdiri dari enam kategori, yaitu, Penghargaan kepada Kantor yang Berwawasan Lingkungan, Duta Lingkungan Hidup Aceh terpilih, Kepala Sekolah dan Pimpinan Dayah pemenang Adiwiyata, Bupati/Walikota pemenang Adipura, Bupati/Walikota Penyusun Status Lingkungan Hidup Daerah terbaik dan Pimpinan perusahaan pemenang Proper award. (SP)

Foto: Daftar Pemenang Lomba Pada Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2015 yang diselenggarakan Pemerintah Aceh

 

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *