EkonomiHeadline NewsSigom Atjeh

Pengelolaan Zakat di Aceh Belum Optimal

Peserta World Zakat Forum di Hermes Palace Hotel Banda Aceh, Selasa (9/6/2015). | Foto: Ist

Peserta World Zakat Forum di Hermes Palace Hotel Banda Aceh, Selasa (9/6/2015). | Foto: Ist

Banda Aceh – Tahun 2014, zakat yang mampu dihimpun Baitul Mal Aceh mencapai Rp 150 miliar. Hal ini sebagaimana dikatakan oleh Asisten II Setda Aceh, Azhari pada acara seminar World Zakat Forum, di Hotel Hermes Palace Banda Aceh, Selasa (9/6/2015).

Menurut Azhari jumlah zakat yang terkumpul tersebut masih terbatas pengeluaran zakat para pegawai negeri sipil dan itu masih belum optimal. “Salah satu faktor belum optimalnya pengumpulan zakat di Aceh adalah belum berjalannya pasal 192 UUPA,” kata Azhari.

Saat ini, tambah Azhari, ada dua kendala utama terkait pengelolaan zakat di Aceh. “Pertama soal penerimaan, ruh-nya PAD yang bersifat transito, tapi karena belum ada regulasinya, maka pola administrasinya persis sama seperti penerimaan PAD lainnya. Kedua terkait pengeluaran zakat. Setelah disetor ke kas daerah, dana zakat harus diamprah oleh Baitul Mal sesuai dengan ketentuan umum. Tidak ada aturan khusus yang mengatur soal ini,” ujarnya.

Pihaknya pun menilai seminar zakat internasional ini merupakan suatu momentum bagi Pemerintah Aceh khususnya Baitul Mal untuk melakukan perbaikan dan bisa mengambil contoh yang baik dari negara lain. Azhari berharap dengan forum internasional ini ada solusi dan masukan soal tata kelola zakat yang lebih baik ke depannya.

“Selama 10 tahun terakhir pengelolaan zakat oleh Baitul Mal, kita akui belum mampu memungut zakat secara optimal. Kenapa kita masukkan ke PAD, karena adanya semangat akuntabilitas dan tranparansi. Harapan kita masyarakat bisa lebih termotivasi untuk berzakat,” lanjut Azhari.

Seperti diberitakan sebelumnya, perwakilan lembaga pengelola zakat dari 10 negara yakni Arab Saudi, Turki, Bosnia, Malaysia, Afrika Selatan, India, Tanzania, Bangladesh, Jordan dan Indonesia, ikut ambil bagian dalam seminar World Zakat Forum (WZF) yang digelar di Kota Banda Aceh pada 9-10 Juni 2015.

Seminar bertajuk “Developing International Standards for Zakat Management” ini dibuka secara resmi oleh Dirjen Bimas Islam Kemenag RI Prof Dr Machasin mewakili Menteri Agama RI. (Jun)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *