Berita PilihanHeadline NewsSigom Atjeh

Polisi Kontak Tembak dengan Kelompok Bersenjata

kapolda AcehBanda Aceh – Tim gabung kepolisian Aceh terlibat kontak tembak dengan kelompok kriminal bersenjata di sebuah rumah di yang berada di Kecamatan Julok, Kabupaten Aceh Timur.

Kapolda Aceh, Irjen Pol M Husein Hamidi menjelaskan, kontak tembak terjadi pada Rabu (10/6) pagi sekitar pukul 08.00 WIB. Tidak ada jatuh korban jiwa dalam insiden tersebut.

“Tadi pagi ada kontak tembak dengan kelompok bersenjata. Namun, kelompok diduga Din Minimi berjumlah lima orang berhasil kabur seraya melepaskan tembakan ke polisi,” terang Irjen Pol M Husein Hamidi.

Dalam kontak tembak tersebut, polisi mengamankan satu pucuk senjata api laras panjang jenis M16 beserta 16 butir peluru M16 dan 15 butir peluru AK47 serta dokumen lainnya.

Kapolda Aceh mengatakan, kontak tembak berawal dari informasi masyarakat yang melaporkan ada sekelompok pria bersenjata sedang berada di sebuah rumah di Kecamatan Julok, Kabupaten Aceh Timur.

Dari informasi tersebut, tim gabungan kepolisian langsung bergerak ke rumah yang dimaksud. Saat polisi hendak mendatangi rumah tersebut, kelompok bersenjata itu langsung melepaskan tembakan ke arah aparat kepolisian.

“Ketika polisi turun dari kendaraan, langsung disambut dengan tembakan dari kelompok bersenjata di rumah itu. Polisi kemudian membalasnya. Sedangkan kelompok tersebut kabur.”

Sementara itu, Kapolda membernarkan informasi mengenai adanya seorang mantri yang diduga membantu mengobati anggota kelompok bersenjata yang tertembak itu. kapolda menjelasakn, ada anggota kelompok bersenjata yang terluka kena tembakan aparat pada saat terlibat baku tembak dengan aparat kepolisian di Kabupaten Pidie beberapa waktu lalu.

“Setelah kontak tembak di Pidie, kelompok ini melarikan diri ke Aceh Timur dan berobat kepada mantri. Saat ini, mantri tersebut dalam proses pemeriksaan,” terang Kapolda.

Irjen Pol M Husein Hamidi menegaskan kepolisian akan terus memburu kelompok Din Minimi karena mereka terlibat kriminal bersenjata. Kelompok ini juga masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) sejak beberapa bulan lalu.

“Kelompok ini sudah berulang kali diimbau untuk menyerahkan diri namun tidak digubris. Jika menyerahkan diri, kami jamin keamanannya. Dan bisa jadi pertimbangan keringanan hukuman,” kata Irjen Pol M Husein Hamidi.

Kapolda Aceh menyebutkan sejak kelompok ini dikejar sudah ada empat anggotanya yang tewas tertembak, 21 orang ditangkap, dan seorang menyerahkan diri. Serta 18 pucuk senjata api berbagai jenis dan ratusan amunisi diamankan.

“Saat ini polisi sudah mengantongi identitas kelompok bersenjata ini, nama maupun alamatnya. Ada sekitar 25 orang lagi anggota kelompok ini yang saat ini masih dalam pengejaran,” pungkas Irjen Pol M Husein Hamidi.  (Arunda)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *