Algojo mencambuk terhukum di halaman mesjid Al Badar, Lamineung. | foto; Fid

Di hadapan masyarakat, algojo mencambuk terhukum di halaman mesjid Al Badar, Lamineung, Jum’at (12/6/2015) | foto; Fid

Banda Aceh – Sebanyak tujuh orang warga, siang tadi usai shalat Jum’at dihukum total 50 cambukan di hadapan khalayak ramai karena terbukti melanggar Qanun nomor 14 tahun 2003 tentang khalwat (mesum). Proses uqubat cambuk dilakukan di halaman mesjid Al Badar, gampong Kuta Baro dikawal ketat oleh aparat keamanan, Jum’at (7/6/2015).

Ustadz Ridwan dari Dinas Syariat Islam kota Banda Aceh, dalam tausiahnya mengatakan, proses cambuk yang akan berlangsung bukan untuk ditertawakan, tapi lebih kepada mengenang firman Allah.

“Allah memuliakan semua manusia, siapa yang tidak mampu menjaga eksistensinya maka Allah akan menghinakannya,” begitu ujarnya dari atas panggung di mana proses hukuman cambuk akan berlangsung.

Hari ini kita perlihatkan, sambungnya, ini adalah bentuk komitment dan Pemerintah Kota Banda Aceh bersungguh sungguh dalam menegakkan syariat Islam.

Bukan hanya Pemko Banda Aceh, semestinya menegakkan syariat Islam juga menjadi tanggungjawab Pemerintah Aceh demi masa depan Aceh yang lebih bermartabat.

Kepada yang akan dicambuk, di hadapan masyarakat yang memenuhi halaman mesjid Ustadz Ridwan menambahkan, siapapun yang melanggar syariat Islam maka harus siap dengan konsekwensinya dan yang dihukum nantinya kembali bertaubat.

Amatan AtjehLINK, setelah tausiah, proses cambuk dimulai. Sorak warga yang sengaja datang untuk menonton dari dekat pun pecah ketika terhukum pertama dibawa ke atas panggung.

Lucunya, dari tujuh orang terhukum, terhukum pertama yakni wanita saat berada dia atas panggung malah bergaya saat insan pers mengabadikan momentum tersebut.

Dalam pelaksanaannya, uqubat cambuk bagi semua terhukum dilakukan secara perorangan dan bergantian. Sesuai putusan pengadilan syariah, seluruh terhukum juga dikurangkan 2 dan 3 kali cambukan setelah dipotong masa tahanan. (zamroe)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *