Berita PilihanHeadline NewsSigom Atjeh

Di Banda Aceh, Sekali Cambuk Bernilai 15 Juta

Ilustrasi | Foto: Sinarharapan.co

Ilustrasi | Foto: Sinarharapan.co

Banda Aceh – Untuk menyelenggarakan hukuman cambuk bagi pelanggaran syariat Islam di Aceh, alat kelengkapan, seperti pagar pembatas, panggung, konsumsi dan perkakas lain adalah hal yang dibutuhkan. Untuk segala kelengkapan sekali penyelenggaraan hukuman cambuk membutuhkan biaya 15 juta rupiah.

Seperti halnya proses penyelenggaraan hukuman cambuk untuk tujuh orang pelanggaran syariat Islam yang di lakukan di halaman mesjid Al Badar, gampong Kota Baru , kecamatan Kuta Alam, Jum’at (12/6/2015). Dalam pelaksanaannya sejumlah alat kelengkapan guna menjamin ketertiban dan keamanan selama hukuman cambuk berlangsung tetap menjadi hal penting.

 Evendi S Ag, Kasi Penegakan Perundang-undangan dan Syariat Islam Wilayatul Hisbah (WH) kota Banda Aceh mengatakan, segala alat kelengkapan seperti pagar pembatas dan panggung adalah sewaan. Untuk setiap kali penyelenggaraan hukuman cambuk, kelengkapan tersebut selalu digunakan.

Pagar pembatas, kata Evendi, difungsikan untuk membatasi antara masyarakat yang ingin melihat langsung proses hukuman cambuk dengan panggung utama.

Dijumpai di lokasi, Kasatpol PP dan WH kota Banda Aceh Yusnardi S Stp, M Si membenarkan, untuk sekali penyelenggaraan hukuman cambuk membutuhkan perlengkapan, seperti panggung, pagar pembatas, sound system, konsumsi dan beberapa lainnya.

“Ini disiapkan sebagai kelengkapan dan ini amanah qanun,” ujarnya.

Katanya lagi, soal biaya, semuanya ditanggung oleh pemerintah kota Banda Aceh. Untuk sekali pelaksanaan hukuman cambuk butuh sekitar 15 juta rupiah.

Ke depan, menurutnya, untuk menghemat anggaran, segala kelengkapan tidak seharusnya disewa setiap kali ada proses hukuman cambuk.

“Segala kebutuhan yang menjadi kelengkapan wajib penyelenggaraan hukuman cambuk akan diusulkan supaya dianggarkan,” jelasnya di sela sela kegiatan.

Untuk tahun 2015 ini, menurutnya baru sekali pelaksanaan hukuman cambuk dilakukan oleh pemerintah kota Banda Aceh, yakni yang sedang dijalani oleh tujuh terhukum. (zamroe)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *