Banda Aceh – Menyambut bulan suci Ramadhan tahun 1436 Hijriyah/2015 Masehi, Gubernur Aceh, dr H Zaini Abdullah, telah menetapkan jam kerja bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Aceh, (Sabtu, 13/6/2015)

Penetapan jam kerja ini ditetapkan melalui Surat Edaran Gubernur Aceh Nomor 061.2/14072, tanggal 8 Juni 2018,  yang ditujukan kepada para Staf Ahli Gubernur Aceh, para Asisten Sekda Aceh, para Kepala SKPA, para Kepala Biro di lingkungan Setda Aceh, para pimpinan BUMD dan Kepala Kantor Perwakilan Pemerintah Aceh.

Kepala Biro Humas Pemerintah Aceh, HM Ali Alfata menuturkan, selama bulan suci Ramadhan PNS diberikan kelonggaran dan jam kerja pegawai akan dipersingkat. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan amal ibadah dalam bulan Ramadhan.

Jika biasanya pegawai pulang kantor pukul 16.45 Wib, namun selama bulan Ramadhan dipercepat menjadi pukul 15.00 Wib. Ketentuan ini berlaku untuk hari senin sampai kamis.

“Jam masuk kantor tetap seperti biasa, pukul 08.00 Wib. Sedangkan khusus hari Jum’at jadwal pulang pulang kantor dipercepat menjadi pukul 16.00 Wib,” terang Ali Alfata.

Setiap hari Jum’at, lanjut Ali, waktu istirahat hanya 90 menit, yaitu mulai pukul 12.00 hingga pukul 13.30 Wib. Sedangkan hari Senin sampai Kamis, waktu istirahat hanya 30 menit, yaitu pukul 12.00 sampai pukul 12.30 Wib.

Dalam Surat Edaran tersebut juga ditegaskan, bahwa apel pagi setiap hari Senin selama bulan Ramadhan, tetap dilaksanakan seperti biasa yaitu pukul 08.00 Wib.

Gubernur berharap, meskipun menjalankan ibadah puasa, para pegawai harus tetap bekerja dengan baik dan memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat.

Gubernur Aceh juga meminta para Kepala SKPA dan para Kepala Biro di lingkungan Sekretariat Daerah Aceh agar tetap memberlakukan absensi sesuai ketentuan, dan melakukan pengawasan terhadap kepatuhan jam kerja PNS di lingkungan instansi/unit kerja masing-masing, serta memberikan sanksi disiplin bagi PNS yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang jelas, sesuai peraturan perundang-undangan.

“Ketentuan pakaian tetap seperti biasa, hari Senin hingga Rabu menggunakan PDH warna khaki, hari Kamis mengenakan baju batik motif Aceh. Sedangkan hari Jum’at mengenakan pakaian muslim/muslimah,” jelas Ali Alfata.

Pemerintah Aceh juga mengajak seluruh rakyat untuk menyambut gembira kedatangan Ramadhan. Gubernur juga mengajak masyarakat untuk menghidupkan bulan Ramadhan dengan beribadah sesuai dengan tuntunan agama Islam.

“Bulan suci Ramadhan adalah sarana pembinaan spiritual untuk pembersihan jiwa kita, mari kita perbanyak amal dan kita perkuat silaturrahmi diantara kita,” pungkas Ali Alfata. (Arunda)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *