puisi cinta tertua

AtjehLINK – Kata puisi berasal dari bahasa yunani kuno (poiéo/poió) adalah seni tertulis di mana bahasa digunakan untuk kualitas estetiknya untuk tambahan, atau selain arti semantiknya.

Baris-baris pada puisi dapat berbentuk apa saja, seperti melingkar, zigzag dan lain-lain. Hal tersebut merupakan salah satu cara penulis untuk menunjukkan pemikirannnya. Puisi kadang-kadang juga hanya berisi satu kata/suku kata yang terus diulang-ulang. Bagi pembaca hal tersebut mungkin membuat puisi tersebut menjadi tidak dimengerti. Tapi penulis selalu memiliki alasan untuk segala ‘keanehan’ yang diciptakannya. Tak ada yang membatasi keinginan penulis dalam menciptakan sebuah puisi.

Di dalam puisi juga biasa disisipkan majas yang membuat puisi itu semakin indah. Majas tersebut juga ada bemacam, salah satunya adalah sarkasme yaitu sindiran langsung dengan kasar.

Dalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) puisi diartikan ragam sastra yg bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait. Dapat juga berarti puisi adalah gubahan dalam bahasa yang bentuknya dipilih dan ditata secara cermat sehingga mempertajam kesadaran orang akan pengalaman dan membangkitkan tanggapan khusus lewat penataan bunyi, irama, dan makna khusus.

Puisi itu menarik,membuat kagum bagi sang pendengar, bila puisi yang dibacakan ditaburi dengan serbuk-serbuk cinta yang mendalam. Walau sering identik dengan cinta kasih, terkadang, puisi juga menjadi media menumpahkan marah atau mengajak orang untuk berjuang dari penindas. Yang pada akhirnya puisi seperti ini menjadi senjata.

Puisi cinta tertua ditemukan di Istanbul Turki dalam bentuk tanah liat yang berbentuk lonjong, puisi cinta ini tertulis dalam bahasa sumeria, dan puisi pertama kali yang dibaca oleh seorang raja bernama Shun-shin pada 2029-2037 SM, saat ini puisi tersebut diletakkan disebuah museum Turki. Menurut para ahli, puisi tersebut ditemukan di pemakaman pasir, dan penulisnya menggunakan stylus (pena jaman dulu) ditanah liat yang terbentuk, sehingga bisa ada sampai sekarang karena tanah liat itu bisa menjadi keras.

Diperkirakan begini terjemahannya:

Mempelaiku, kekasih hatiku
Kesederhanaan adalah keindahanmu, madu yang manis,
Raja adalah cintaku
Kesederhanaan adalah keindahanmu

Mempelaiku, biarlah aku memelukmu
Belaianku lebih manis daripada madu
Diranjang yang penuh dengan kemanisan
Biarkan aku menikmati keindahanmu

Raja, biarlah aku memelukmu
Belaianku lebih manis daripada madu
Mempelaiku, engkau telah bersenang-senang denganku
Ceritakan pada Ibuku, ia akan memberimu makanan lezat
Juga Ayahku, ia akan memberimu hadiah

Kau, karena kau mencintaiku
Maka berikanlah aku do’a melalui belaianmu
Oh Tuhanku, Sang Maha Pelindung
Aku Shu-shin, siapa yang menggembirakan hati Enlil
Berikan aku do’a melalui belaianmu

(Dari berbagai sumber)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *