Berita PilihanSigom Atjeh

Dosen dan Mahasiswa Unigha Desak Yayasan Pecat Hanif Basyah

isbd

Pidie– Mahasiswa Universitas Jabal Ghafur Sigli (Unigha) mendesak Pembina Yayayasan Pembangunan Kampus Jabal Ghafur (YPKJG) untuk memberhentikan Hanif Basyah yang sekarang masih menjabat sebagai ketua yayasan.

“Ini karena ketua yayasan dinilai menjadi biang kerok kekacauan yang terjadi di Unigha selama ini,” begitu ungkap Safwan yang berprofesi sebagai dosen tersebut, Minggu (14/6/2015).

Ia menambahkan, kisruh dualisme Rektorat di Unigha Sigli dinilai hanya diciptakan oleh satu orang saja, yaitu ketua Yayasan. Karena hanya dia yang memiliki hak untuk mengangkat dan menurunkan seorang Rektor.

Selain itu, kisruh yang menyebabkan amburadulnya sistem administrasi kampus menyebabkan linglungnya mahasiswa, juga disebabkan oleh ketua yayasan yang tidak bertanggung jawab dan dinilai semena-mena tanpa memikirkan nasib mahasiswa.

Oleh karena itu, lelaki yang juga sebagi ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Pidie Jaya menjelaskan, mereka dari Pidie Jaya yang juga memiliki kampus Jabal Ghafur meminta yayasan segera memecat Ketua Yayasan demi kebaikan Unigha. Alasan lain, selain sudah berumur, ketua yayasan juga dinilai tidak pernah memikirkan masa depan Pidie dan Pidie Jaya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Mahasiswa Fakultas Ilmu administrasi (FIA) Unigha, Nazri. Menurutnya kisruh Unigha yang sudah ini terjadi sejak tahun 2009 sampai 2015, diduga didalangi oleh ketua yayasan saja.

“Diktatornya Ketua dan pola pikir kapitalis yang diterapkan oleh yayasan selama ini menjadikan pendidikan di Pidie ladang bisnis sehingga tidak bermutu dan tidak ada daya saing dengan kampus lain di Aceh,” ujarnya kritis.

Tidak hanya itu, katanya juga, ketua yayasan juga yang menyebabkan selama ini kampus porak poranda, selalu mendekte birokrasi Unigha, sehingga Universitas tidak dapat dikembangkan. “Mereka (Yayasan) hanya memikrkan dana SPP mahasiswa saja, tanpa memikirkan mutu pendidikan, ini bukti pemikiran kapitalisme dan komersialisasi pendidikan di Pidie sudah semakin parah,” sebutnya.

Selain itu, dia meminta kepada Pemerintah Kabupaten Pidie, untuk segera mencabut izin kampus Unigha, karena dinilai tidak pernah memikirkan mutu pendidikan di Pidie. “Hanya menjadikan lahan bisnis pribadi, sehingga akan berpengaruh pada masa depan Pidie nanti,” kata pria yang kerab dipanggil cek Nazri tersebut. (Anmu)

Tagsunigha

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *