Berita PilihanHeadline NewsSigom Atjeh

Divonis Empat Tahun, Ketua DPD Gafatar Aceh Ajukan Banding

Ilustrasi | sumber:Habadaily.com

Ilustrasi | sumber:Habadaily.com

Banda Aceh – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Banda Aceh, Senin (15/6/2015), menjatuhkan vonis empat tahun penjara kepada terdakwa Ketua DPD Gafatar  Aceh T Abdul Latif bin T Muhammad Thaib. Putusan ini sesuai dengan tuntutan JPU pada sidang sebelumnya.

Menurut majelis hakim yang diketuai oleh hakim Syamsul Qamar, SH, M.H, didampingi  Ahkmad Nakhrawi Mukhlis, SH., dan Muhifuddin SH., MH selaku hakim anggota, terdakwa telah terbukti melanggar pasal 156a KUHP seperti yang didakwakan. Dan ini membantah nota pembelaan yang diajukan oleh kuasa hukum terdakwa.

Selanjutnya, majelis hakim juga mengadili bahwa terdakwa telah terbukti bersalah dengan menodai agama Islam. Dan perilaku terdakwa dinilai telah bertentangan dengan program pemerintah Aceh dalam meningkatkan Syariat Islam.

Hal lain yang memberatkan terdakwa, dalam organisasi terdakwa mempunyai peran penting selaku ketua DPD Gafatar yang bertanggungjawab atas segala penyebarannya di Aceh. Ditambah dengan terdakwa tidak menunjukkan sikap penyesalannya.

Berikut, sejumlah barang bukti satu Black Barry dacota warna putih, satu buku profile organisasi Gafatar, satu rangkap laporan kegiatan Gafatar tahun 2014 ditambah dengan plang nama organisasi dirampas untuk dimusnahkan.

Di akhir sidang pembacaan putusan, di hadapan majelis hakim, dari kursi persidangan terdakwa mengatakan akan melakukan upaya banding terhadap putusan yang telah dijatuhkan.

Amatan AtjehLINK di ruang sidang utama PN Banda Aceh, selama sidang berlangsung, terdakwa tampak begitu tenang dan mulut terdakwa komat kamit seperti membaca sesuatu.

Direncanakan, lima terdakwa lainnya masing-masing Musliadi bin Muhammad, M. Althaf Mauliyul Islam bin Fuad Mardhatillah, Fuadi Mardhatillah bin Suhaimi, Ayu Ariestyana binti Arifin Ardaeng dan Ridha Hidayat bin Edi Safran juga akan dibacakan vonis pada hari ini. Sementara sidang berlangsung, lima terdakwa tersebut masih dikurung dalam sel PN Banda Aceh menunggu dibacakan putusan.(zamroe)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *