Headline NewsNasionalRampoe

Pelatda Pra PON XIX dan Porwil IX 2015 Resmi Digelar

Peserta Pelatda Pra PON XIX dan Porwil IX pada ceremonial pembukaan, Senin (15/6/2015) | Foto:Kazar

Peserta Pelatda Pra PON XIX dan Porwil IX pada ceremonial pembukaan, Senin (15/6/2015) | Foto:Kazar

Banda Aceh – Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) Aceh secara resmi menggelar tahapan Pemusatan Latihan daerah (Pelatda) Pra Pekan Olah Raga Nasional (PON) XIX Jawa Barat dan Pekan Olah Raga Wilayah (Porwil) IX Sumatera, Senin pagi 15 Juni 2015. Seremonial pembukaan yang dipimpin langsung oleh Ketua Harian KONI Aceh, Kamaruddin Abu Bakar atau Abu Razak diikuti ratusan atlet, pelatih dan official yang terlibat dalam Pelatda.

Hadir juga Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Tgk Muharuddin yang juga Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), Adam Mukhlis yang juga Ketua Forki Aceh, perwakilan Polda Aceh, Kodam Iskandar Muda, para Ketua Pengprov olah raga Aceh dan jajaran pengurus KONI Aceh.

Ketua Panitia Pelatda Aceh 2015, Bahtiar Hasan mengatakan, keseluruhan atlet dan pelatih yang mengikuti Pelatda kali ini berjumlah 378 orang, dari 40 cabang olah raga yang keseluruhan biayanya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) tahun 2015.

“12 cabang olah raga prioritas satu dan dua. Serta 28 cabang olah raga prioritas tiga dan empat,” lapor Bachtiar.

Sementara itu, Ketua Harian KONI Aceh, Kamaruddin Abu Bakar atau Abu Razak dalam sambutan arahannya mengatakan, pelaksanaan Pelatda adalah tahapan penting dalam usaha mempersiapkan para atlet untuk peningkatan prestasi olah raga Aceh. Pelatda 2015 ini juga menjadi indikasi bahwa KONI Aceh bersama Pemerintah Aceh menaruh perhatian tinggi untuk peningkatan prestasi olah raga.

“Kita telah mengupayakan (pelaksanaan Pelatda) seoptimal mungkin. Semata-mata agar proses latihan (para atlet) dapat berjalan dengan baik, sehingga target-target peraihan medali baik pada Pra PON, Porwil dan PON 2016 nanti dapat tercapai,” kata Abu Razak. Dengan begitu diharapkan peringkat Aceh pada PON 2016 mendatang akan meningkat dari PON sebelumnya.

“Lebih dari itu, sesuai visi misi KONI Aceh Periode ini, peningkatan prestasi olah raga juga menjadi bagian penting untuk meningkatkan harkat dan martabat Aceh melalui olah raga,” kata Abu Razak.

Kepada atlet dan pelatih, Abu Razak menekankan agar mereka dapat berlatih sungguh-sungguh. Begitu juga kepada Panitia Pelatda, agar fokus melakukan tugas-tugas sesuai bidang masing-masing.

Penekanan tersebut menurut Abu Razak bukan berarti membebankan para atlet dan pelatih serta panitia untuk mencapai hasil di luar kemampuan yang dimiliki, namun untuk mengingatkan agar latihan dan kerja-kerja pada masa Pelatda dapat dilakukan dengan sungguh-sungguh.

“Ingat, masyarakat Aceh adalah pecinta olah raga. Mata mereka sedang tertuju ke kita (KONI Aceh). Ada amanah besar yang disandangkan kepada kita. Amanah yang jika dipenuhi, bukan hanya membanggakan bagi atlet dan pelatih, tapi juga kebanggaan  seluruh masyarakat Aceh,” tegas Abu Razak.

Abu Razak menyakini, jika para atlet berlatih sungguh-sungguh, patuh pada instruksi pelatih, disiplin dalam menjaga waktu, dan pantang menyerah saat pertandingan nantinya, maka target yang telah ditetapkan akan terpenuhi.

“Bahkan boleh jadi akan melebihi target. Amin ya rabbal ‘alamanin.” ucapnya.

Harapan dan tanggung jawab yang disampaikan tersebut, kata Abu Razak bukan hanya menjadi beban atlet dan pelatih semata, namun menjadi tanggungjawab seluruh pihak yang menaruh harapan pada peningkatan prestasi olah raga Aceh.

Ia juga mengakui, dalam pelaksanaan Pelatda 2015 ada berbagai hambatan yang dihadapi. Namun Abu Razak mengingatkan, apapun hambatan itu, baik hambatan kecil maupun besar jangan dijadikan alasan untuk mencapai prestasi puncak. Orang-orang yang terlibat Pelatda 2015 diyakini adalah tenaga-tenaga profesional yang telah melalui seleksi ketat.

“Kekompak mutlak harus dijaga!” tegas Abu Razak. Karena menurutnya, seprofesional apapun orang-orang yang terlibat dalam Pelatda, hanya akan sia-sia tanpa membangun kerjasama yang baik.

Usai seremoni pembukaan Pelatda 2015, Abu Razak memberikan bonus uang tunai untuk atlet Drum Band Aceh yang baru saja membawa pulang medali dari ajang Pra PON di Medan, Sumatera utara. Medali yang diraih adalah satu emas, dua perak dan satu perunggu.

Pada acara pembukaan Pelatda tersebut juga ditampilkan atraksi dua cabang olah yaitu Pencak Silat yang menampilkan atraksi jurus-jurus tangan kosong, golok dan toya. Sedangkan Kempo memperagakan pertarungan tanga kosong dengan jurus-jurus pukulan, tendangan, kuncian dan bantingan.(Kazar)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *