Berita PilihanHeadline NewsSigom Atjeh

AMPUH: Penegerian Unigha adalah Harga Mati

Foto: harianaceh.co.id

Foto: harianaceh.co.id

Sigli — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie diharapkan segera memanggil pihak Yayasan Pembangunan Universitas Jabal Ghafur (Unigha) Gle Gapui, tokoh masyarakat, dan perwakilan mahasiswa, guna mengkongkritkan kerja-kerja pembentukan panitia penegerian Unigha. Hal ini diutarakan oleh Koordinator Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat untuk Pengerian Unigha (AMPUH), Diky Zulkarnen, Selasa (16/6/2015) melalui surat elektroniknya kepada redaksi.

“Bupati harus segera memanggil yayasan, rektorat, tokoh masyarakat, dan perwakilan mahasiswa (civitas akademika Unigha), guna merealisasikan pembentukkan panitia penegerian. Penegerian adalah harga mati. Kami melayangkan mosi tak percaya terhadap yayasan bila mereka berkilah terhadap tuntutan penegerian,” katanya,
“Harus ada bentuk pengawalan bersama dalam proses-proses penegerian Unigha,” tambahnya lagi.
Menurutnya, panitia tersebut, nantinya akan bekerja melengkapi syarat-syarat penegerian Unigha, Baik itu persyaratan teknis akademis maupun persyaratan dalam sudut pandang hukum. “Bupati harus segera mengambil alih Yayasan Pembangunan Unigha,” tegasnya lagi.
Pemecatan Drs Hanif Basyah sebagai Ketua Yayasan oleh Pembina Yayasan Drs Syafari Haitamy, kata Dicky, tak boleh serta-merta berhenti pada mengamankan posisi yayasan dari kecaman semua pihak. “Pihak yayasan telah terlalu lama melakukan ekploitasi terhadap masyarakat Pidie dan Pidie Jaya dan malpraktik pendidikan. Bupati Pidie, Sarjani Abdullah harus segera mengambil alih yayasan,” ungkapnya lagi.
Selain itu, tambahnya lagi, pihak yayasan harus membuka mata terhadap tuntutan penegerian yang disuarakan oleh mahasiswa, alumni, dan masyarakat Pidie dan Pidie Jaya. “Kali ini jangan ‘ping-pong’ lagi aspirasi dan desakan penegerian,” tutupnya. (Sp)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *