Berita PilihanSigom Atjeh

FKUB Banda Aceh Miliki Kantor Sendiri

Kunci Ktr FKUB_04877Banda Aceh – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Banda Aceh kini memiliki kantor sendiri di kawasan jalan T. Nyak Makam, Pango. Anggaran pembangunan gedung kantor FKUB tersebut merupakan dana bantuan dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) yang dialokasikan sebesar Rp 400 juta pada tahun anggaran 2014, (Selasa, 16/6/2015).

Saat penyerahan kunci kepada Walikota Banda Aceh yang diwakili oleh Staf Ahli Hukum dan Politik Ir. T. Iwan Kusuma, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakanmenag) Drs H. Amruddin, MA berharap dengan adanya kantor sendiri, segala persoalan keagamaan yang timbul dapat segera didiskusikan untuk mencari solusi sehingga tidak menimbulkan dampak yang lebih besar.

“Sekarang FKUB punya kantor sendiri, jadi untuk saat ini segala urusan akan menjadi lebih mudah untuk diselesaikan. Carikan solusi sehingga setiap persoalan yang muncul cepat tuntas dan tidak berlarut-larut.”

Prosesi peresmian kantor baru FKUB tersebut diawali dengan penyerahan kunci dari Kakanmenag Banda Aceh Drs Amiruddin MA kepada Staf Ahli Hukum dan Politik Ir. T. Iwan Kusuma. Kemudian Iwan Kusuma melanjutkan penyerahan kunci kantor kepada Ketua FKUB Drs. H. Ramli Rasyid.

Hadir dalam peresmian tersebut Kakankemenag. Kota Banda Aceh Drs H Amiruddin MA, Kepala Kesbangpolinmas/Ketua FKUB Kota Banda Aceh, Drs H Ramli Rasyid, Staf Ahli Walikota bidang Hukum dan Politik, Ir Iwan Kusuma, dan Sekretaris Umum FKUB, Zulkifli SH serta Kabag. Hukum Setdako Banda Aceh, Muchlis, SH. dan tokoh dari semua agama, seperti tokoh agama Islam, Katolik, Kristen, Budha dan Hindu.

Amiruddin mengungkapkan, kehidupan umat beragama di kota Banda Aceh sampai saat ini cukup kondusif. Hal ini terjadi karena ummat Islam sebagai warga mayoritas selalu menjaga dan memberi perlindungan kepada penganut agama lain yang minoritas.

“Kalaupun ada problem, harus segera diselesaikan, sehingga antara umat beragama dapat hidup berdampingan secara damai,” kata Amiruddin.

Amiruddin juga mengingatkan, bahwa kota Banda Aceh saat ini merupakan model kota madani. Kota Madani katanya, berarti semua pihak, elemen dan penganut agama ikut bersama – sama membangun ini menjadi sebuah kota yang bisa hidup damai bagi semua agama, suku, bangsa maupun ras.

Karena itu jangan ada yang coba-coba merusak suasana kota Banda Aceh ini dengan hal-hal yang melanggar agama maupun hokum Negara,” ujarnya.

Sementara  Staf Ahli Walikota Banda Aceh, Ir. T. Iwan Kusuma meminta pengurus FKUB supaya segera memanfaatkan kantor baru ini dengan seefektif mungkin.

“Saya minta segera manfaatkan gedung ini untuk menyelesaikan persoalan-persoalan antar agama, jika itu ada. Mudah-mudahan sampai saat ini, saya belum mendengar ada masalah antar penganut agama di Banda Aceh,” ujar Iwan Kusuma.

Pada kesempatan itu, Iwan juga meminta pihak Kementerian Agama (Kemenag) Banda Aceh untuk menyelesaikan bagian kantor yang belum sempurna. Menurutnya, pihak Pemko Banda Aceh mengapresiasi pihak Kemenag yang telah membangun kantor FKUB ini, sehingga FKUB Banda Aceh menjadi model bagi FKUB di Indonesia.

“Kami berharap Kemenag dapat menyediakan dana untuk tahun ini agar bagian kantor yang belum siap bisa cepat diselesaikan. Tapi walaupun kantor belum sempurna siap, namun saya tetap meminta supaya pengurus FKUB segera mengaktifkan kantor ini dengan berbagai kegiatan,” katanya. (Arunda)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *