Berita PilihanEkonomi

Gandeng BI, Pemerintah Aceh Luncurkan Website Informasi Harga Pangan

PIHPSBanda Aceh – Pemerintah Aceh bekerjasama dengan Bank Indonesia (BI) perwakilan Aceh meluncurkan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Aceh. Pusat informasi berbasis website yang bisa di akses di www.hargapanganaceh.com ini diluncurkan di Auditorium kantor Perwakilan BI Aceh, (Selasa, 16/6/2015).

Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Drs  Dermawan MM dalam sambutan singkatnya yang dibacakan oleh Raudhi selaku Kepala Biro Perekonomian Setda Aceh menjelaskan, bahwa website tersebut merupakan pusat informasi bagi masyarakat Aceh yang ingin mengetahui perkembangan pasar terkait dengan pangan di Aceh.

Dermawan berharap, keberadaan website tersebut bukan sebatas sarana untuk mengakses informasi harga pangan kepada pelaku ekonomi dan masyarakat Aceh semata, namun diharapkan dapat mendorong peran aktif masyarakat dalam menjaga kestabilan harga bahan pangan, serta memperkuat ketahanan pangan di Aceh.

“Kehadiran website ini merupakan salah satu upaya untuk membangun semangat transparansi dan memudahkan akses informasi bagi masyarakat mengenai kondisi pangan di daerah kita. Mudah-mudahan keberadaan website ini, dapat menjadi alat kontrol bagi publik untuk memantau harga dan ketersediaan pangan di daerah ini,” harap Dermawan.

Dengan berbagai informasi yang terdapat di website ini, masyarakat diharapkan dapat meminimalisir terjadinya aksi spekulasi harga di pasar karena telah mengetahui harga standar barang yang dijual.

“Dengan demikian, berarti masyarakat telah berperan menjaga  kestabilan harga bahan pokok sehingga kita bisa mengontrol agar inflasi tetap berada pada level rendah.”

Berbicara tentang inflasi, Aceh tentu memiliki pengalaman buruk. Pasca bencana tsunami, tepatnya tahun 2005 hingga 2006, inflasi di daerah ini sempat menyentuh angka 36 persen. Saat itu, harga bahan pokok dan kebutuhan lainnya melonjak tajam, hal ini membuat daya beli masyarakat menjadi turun.

“Namun, berkat kerja Tim Pengendalian Inflasi Daerah Aceh dan semua pihak terkait, dalam beberapa tahun berikutnya inflasi itu bisa ditekan hingga sama dengan inflasi nasional. Bahkan dalam tiga tahun terakhir, boleh dikatakan Aceh cukup menggembirakan karena inflasi di Aceh berada di bawah inflasi nasional,” jelas Sekda.

Berdasarkan data, tahun 2013 inflasi di Aceh hanya 7,04 persen, sementara inflasi nasional berkisar 8 persen. Selanjutnya, pada triwulan I tahun 2014, inflasi Aceh tercatat sebesar 5,73 persen, atau lebih rendah dibanding inflasi nasional yang berada di angka 7,32 persen.

“Semua ini membuktikan betapa bagusnya kinerja Bank Indonesia Perwakilan Aceh dan TPID Aceh dalam mengawal inflasi di daerah ini. Mudah-mudahan dengan hadirnya website PIHPS Aceh ini, pengawalan itu bisa diperkuat lagi melalui kontrol harga pangan di pasar, sehingga pertumbuhan ekonomi kita lebih baik dan daya beli masyarakat semakin tinggi,” harap Dermawan.

Sekda juga meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh, agar tetap aktif membangun kerjasama dengan TPID Aceh, sehingga informasi yang disampaikan melalui website PIHPS Aceh ini dapat ter up-date secara berkala.

Inflasi Bukan Karena Faktor Supply dan Demand Semata

Dalam kesempatan tersebut, Sekda juga menjelasakan, bahwa penyebab inflasi tidak hanya dipengaruhi faktor supply (penawaran) dan demand (permintaan). Inflasi juga dipengaruhi oleh faktor lain, seperti bencana alam yang mengakibatkan terganggunya pendistribusian bahan pokok.

Selain itu, perilaku masyarakat yang kerap membeli kebutuhan pokok secara berlebihan. Apalagi menjelang Ramadhan dan Idul Fitri, kecenderungan masyarakat membeli kebutuhan pokok dalam jumlah banyak juga turut mempengaruhi inflasi.

Sekda berharap, faktor-faktor tersebut menjadi perhatian semua pihak, agar pemrintah dan seluruh pihak terkait dapat mengambil langkah cepat, jika terjadi hal-hal di luar dugaan.

“Untuk itu saya menghimbau masyarakat agar tidak panik menghadapi masalah ketersediaan bahan makanan menjelang Ramadhan ini, sebab semuanya dapat dikontrol dengan baik. Ketenangan pasar ini juga menjadi salah satu upaya untuk menjaga kestabilan harga di pasa,” imbau Sekda.

Dermawan menekankan, selain bisa memantau harga pangan, melalui website PIHPS Aceh, masyarakat juga bisa mendukung ketersediaan bahan pokok dengan tidak melakukan aksi borong berlebihan. “Jika aksi ini bisa kita lakukan bersama, Insya Allah inflasi akan tetap stabil di Aceh.”

“Selamat saya ucapkan kepada Bank Indonesia Perwakilan Aceh dan TPID Aceh atas kehadiran website PIHPS Aceh ini. Mudah-mudahan semangat keterbukaan ini membuat masyarakat kian peduli dan aktif berperan dalam semua sektor pembangunan di daerah ini,” pungkas Dermawan.

Kegiatan yang dirangkai dengan Diseminasi Kajian Ekonomi Keuangan Regional turut dihadiri oleh Kepala BI Perwakilan Aceh, Zulfan Nukman, Kepala BPS, Hermanto, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Safwan dan Asisten II Setda Kota Lhokseumawe serta sejumlah insan perbankan. (Arunda)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *