Berita PilihanHeadline NewsNasionalSeni Budaya

Jakarta Biennale 2015 akan Dihelat November Mendatang

Konferensi Pers Kurator Jakarta Biennale 2015. | Ist.

Konferensi Pers Kurator Jakarta Biennale 2015. | Ist.

JAKARTA – Perhelatan seni rupa kontemporer berskala internasional Jakarta Biennale akan kembali digelar 15 November 2015 – 17 Januari 2016 mendatang. Ini merupakan kali ke-16 festival dwi tahunan tersebut diselenggarakan. Kali pertama event ini diadakan yaitu pada 1974 dengan nama Pameran Seni Lukis Indonesia.

Jakarta Biennale akan diadakan pada 15 November 2015 – 17 Januari 2016. Penyelenggaraan utama akan berlangsung di Gudang Sarinah, Jalan Pancoran Timur II/4, Jakarta Selatan. Selain itu, Jakarta Biennale juga akan mengisi ruang-ruang kota melalui kerja kolaborasi bersama berbagai komunitas.

Perhelatan Jakarta Biennale kali ini merupakan yang pertama kalinya diselenggarakan oleh Yayasan Jakarta Biennale, setelah sebelumnya selalu diadakan oleh Dewan Kesenian Jakarta (DKJ). Yayasan Jakarta Biennale dibentuk pada 2 Oktober 2014 dan disahkan oleh Kementerian Hukum dan HAM.

“Jakarta Biennale merupakan program unggulan DKJ dan Pemda DKI Jakarta, oleh karena itu sudah saatnya ada yang mengelola secara konsisten dan berkelanjutan, maka kami membentuk Yayasan Jakarta Biennale yang berfungsi menjalankan Jakarta Biennale mulai tahun ini hingga selanjutnya. DKJ akan tetap turun tangan dan bekerjasama dalam menentukan isi program Jakarta Biennale,” ujar Irawan Karseno, Ketua DKJ.

Jakarta Biennale 2015 bisa terselenggara berkat kerjasama dengan berbagai pihak. Di antaranya adalah Sarinah yang mendukung tempat pameran utama; Center for Kultur & Udvikling/ Center for Culture & Development (CKU), Denmark yang mendukung Program Curatorial Lab dan Program Edukasi Publik; British Council yang mendukung seniman-seniman asal Inggris; Universitas Indonesia, Depok, dan Universitas Hasanuddin, Makassar sebagai mitra acara-acara pendukung dalam seminar yang diadakan pada awal Juni lalu; Erasmus Huis untuk dukungannya kepada seniman asal Belanda; dan Korean Cultural Center atas dukungannya kepada seniman asal Korea.

Terakhir adalah mitra-mitra organisasi, yaitu: Serrum, ruangrupa, Jakarta 32°C, Forum Lenteng, Visual Jalanan, Relawan Penggerak Jakarta Baru (RPJB), Koalisi Seni Indonesia (KSI), dan International Biennial Association (IBA). (Sp)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *