Berita PilihanHeadline NewsSigom Atjeh

Tersangka Pembunuh Ditahan, Warga Serbu Mapolres Pidie

Warga di jalan raya dan di halaman Mapolres Pidie. Warga menuntut dibebaskan tiga warganya yang ditahan karena dugaan pembunuhan, Rabu (17/6/2015). | Foto : CZ

Warga di jalan raya dan di halaman Mapolres Pidie, mereka menuntut dibebaskan tiga warganya yang ditahan karena dugaan pembunuhan, Rabu (17/6/2015). | Foto : CZ

Pidie – Ratusan warga gampong Meunasah Lancang Paru, kecamatan Bandar Baru, kabupaten Pidie Jaya, menyerbu Mapolres Pidie, Rabu (17/6/2015) malam sekira pukul 19.20 Wib.  Kedatangan warga yang umumnya kaum ibu tersebut untuk meminta polisi membebaskan tiga warganya yang ditahan pada sore hari tadi.

Saat kedatangan ratusan warga termasuk anak-anak dalam rombongan, polisi nyaris melakukan tindakan tegas terhadap warga. Bahkan, untuk berjaga-jaga jika terjadi bentrok, pihak Mapolres memanggil 50 personil bantuan dari Brimobda Aceh.

Tiga tersangka inisial RW (26) dan MI (49) dan AMD ditahan karena diduga telah membunuh Safrina (18), warga gampong Paru, kecamatan Bandar Baru, Pidie Jaya pada Minggu (24/5) silam. Korban tewas mengenaskan setelah dihakimi masa karena dituduh memeras dan mengancam Badriah, seorang ibu rumah tangga.

Informasi yang diperoleh, para tersangka dibekuksekitar pukul 16.30 Wib di kediamannya masing-masing. Dengan alasan tidak menerima warganya diamankan polisi, ratusan warga nekad mendatangi Mapolres Pidie menggunakan roda empat dan roda dua.

Geuchik Meunasah Lancang Paru, Jafar Usman, mengatakan warganya mendatangi Mapolres Pidie karena tidak menerima tiga warga ditangkap karena kasus pembunuhan beberapa waktu lalu. Ini karena kejadian tragis tersebut dilakukan oleh orang ramai bukan tiga orang saja.

Selain itu, seorang massa mengaku warganya tidak akan beranjak pergi sebelum tiga warganya itu dibebaskan. “Yang lakukan masa, kalau mau menangkap, tangkap kami semua, kami tidak mau pulang sebelum warga kami dibebaskan,” sebutnya.

Warga baru membubarkan diri setelah ada permintaan dari ketua DPRK Pidie Jaya, Armia. Dia meminta warga untuk kembali pulang dan kasus tersebut akan ditanggani oleh pihak polisi bekerja sama dengan perangkat gampong. (CZ)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *