Berita PilihanInternasional

Begini Cara Warga Pakistan Protes Pemadaman Listrik

pakistan-protes

AtjehLINK – Di tengah panas dan teriknya awal puasa Ramadhan, pengunjuk rasa yang marah di Pakistan telah turun ke jalan untuk memprotes tentang pemadaman listrik yang sedang berlangsung. Dengan suhu mencapai 46 derajat Celsius di bagian Pakistan, pengunjuk rasa bentrok dengan polisi di Charsaddah, Swabi dan kabupaten Hyderabad kemarin, Jum’at (19/6/2015).

Dilansir Anadolu Agency, para pengunjuk rasa membakar kantor Departemen Air dan Pembangunan Energi (WAPDA)  di Hyderabad dan juga menargetkan pemerintah yang sama di Charsaddah, di mana lebih dari selusin demonstran terluka oleh pentungan polisi.

Pemadaman listrik disebabkan oleh kekurangan air di beberapa kota. Perdana Menteri Nawaz Sharif telah memberikan perintah untuk tidak melakkan pemadaman selama waktu saur dan buka puasa. Tetapi media lokal melaporkan bahwa masih ada pemadaman listrik selama ini, dengan beberapa mengalami pemadaman listrik selama 12 jam.

“Dimana perdana menteri dan janji-Nya? Kami tanpa listrik sejak sahur,” kata Ghulam Hussein, seorang pengunjuk rasa dari Charsaddah. “Lebih dari 40 derajat Celcius di sini. Bagaimana kita bisa bertahan dalam cuaca terik ini tanpa listrik, terutama mereka yang sedang berpuasa? ”

Tahira Bibi, seorang pengunjuk rasa di Hyderabad, mengatakan mereka dipaksa untuk memprotes karena situasi. “Tidak hanya listrik, kita tidak memiliki air bahkan untuk Wudu di rumah,” keluhnya.

Menteri Air dan Listrik Abid Sher Ali menyalahkan masalah ini pada peningkatan permintaan di bulan Ramadhan dan masalah dengan mendistribusikan kekuasaan.

“Kami berusaha untuk mengatasi kebutuhan listrik. Saya memohon kepada warga untuk tetap tenang dan tidak menyerang kantor WAPDA,” kata Ali kepada wartawan. (Sumber: Islampos.com)

 

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *