Berita PilihanRampoe

Gubernur Terima Kunjungan Komisi X DPR RI

Pemerintah Aceh Kucurkan Rp 198 Miliar untuk Dana Pendidikan Siswa Yatim Piatu.

Doto (2)Banda Aceh – Gubernur Aceh, dr H Zaini Abdullah menggelar Buka Puasa Bersama dengan Rombongan Komisi X, Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI­). Sebelumnya, Rombongan yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi X DPR RI, Teuku Riefky Harsya itu menggelar pertemuan dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Drs Dermawan MM di Gedung Serbaguna, Komplek Kantor Gubernur, (Minggu, 21/6/2015).

Sebagaiman diketahui, ruang lingkup Komisi X adalah membidangi Pendidikan, Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, Olahraga, dan Perpustakaan. Dalam pertemuan tersebut, Komisi X menitik beratkan pada pendidikan di Aceh dan perkembangan program Indonesia Pintar yang digagas oleh Presiden Joko Widodo.

“Banyak hal di lapangan yang memerlukan kerjasama dari berbagai pihak agar program tersebut dapat berjalan dengan baik. Hari ini kami bertemu dengan Pemerintah Aceh serta perwakilan dari kabupaten/kota untuk mengetahui kendala, saran serta masukan terkait implementasi program Indonesia Pintar,” terang Riefky Harsya, selaku Ketua Tim yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua Komisi X DPR RI.

Riefky menambahkan, pada tahap pertama program Indonesia Pintar ini, Pemerintah Pusat dan DPR RI telah menggelontorkan dana sebesar RP 11 Triliun, untuk seluruh Indonesia. Pada tahap awal ini, Aceh mendapat kucuran dana sebesar hampir Rp 85 Miliar, yang diperuntukkan kepada 205 ribu siswa kurang mampu pada tingkat SD, SMP dan SMU/SMK sederajat.

Secara umum, lanjut Riefky, kunjungan kali ini berjalan dengan baik. Pihak legislatif tentu saja sangat memerlukan berbagai masukan dari Pemerintah Aceh, terkait dengan hal-hal yang harus diantisipasi. Hal yangterpenting bukanlah semata  tentang siswa tetapi juga terkait dengan tunjangan guru, sertifikasi guru dan tunjangan guru-guru honorer.

“Nah ini yang masih banyak yang harus kita benahi. Bagaimana mungkin kita berharap siswa akan menjadi pintar, jika gurunya pun masih belum bisa mengajar dengan baik dan maksimal karena harus memikirkan segudang permasalahan dirinya yang harus dibenahi.”

Lebih lanjut politisi asal Aceh itu menjelaskan, siswa penerima bantuan bukan hanya mereka yang berada di dalam sekolah tetapi juga yang berada di luar sekolah.

“Bagi yang diluar sekolah, beasiswanya tidak hanya untuk kembali ke sekolah tetapi mereka juga bisa mengambil kursus-kursus kejuruan yang dapat langsung menjadikan mereka sebagai tenaga kerja produktif dan siap pakai,” pungkas Riefky.

Pemerintah Aceh Kucurkan Rp 198 Miliar untuk Dana Pendidikan Siswa Yatim Piatu.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Hasanuddin Darjo menjelaskan, khusus untuk Aceh,  untuk tahun anggaran 2015 ini, Gubernur Aceh telah memberikan bantuan biaya pendidikan kepada 110,101 anak yatim dan yatim piatu.

“Untuk program tersebut Pemerintah Aceh telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 198 miliar. Ini adalah bantuan langsung yang diberikan oleh Gubernur Aceh selaku Kepala Pemerintahan Aceh melalui Dinas Pendidikan Aceh,” terang Darjo.

Kadisdik berharap, dengan anggaran yang diberikan tersebut dapat membantu para siswa untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Dengan demikian maka angka siswa putus sekolah menjadi semakin kecil, sehingga pendidikan Aceh akan semakin baik di masa yang akan datang.

Sementar itu, Darjo juga berharap agar Program Indonesia Pintar yang telah diluncurkan oleh Pemerintah Pusat, dapat menjadikan anak Aceh lebih pintar. “Untuk sampai kepada cita-cita Indonesia pintar, Aceh harus pintar, anak Aceh harus pintar, guru Aceh juga harus pintar dan masyarakat Aceh juga harus pintar.”

Kadisdik berharap, program Indonesia Pintar akan memberi atensi khusus kepada anak-anak negeri ini yang kurang mampu agar diberikan dukungan pembiayaan oleh pemerintah pusat yang secara bertahap diberikan kepada anak-anak kita bukan semata mengurangi angka putus sekolah tetapi juga meningkatkan akses ke dunia pendidikan di seluruh Indonesia.

“Kitatentu saja berharap program ini memberikan jaminan kepada anak-anak kita, bahwa mereka mempunyai kemudahan untuk melanjutkan sekolah dengan fasilitas bantuan keuangan yang diberikan oleh pemerintah pusat,” ujar Darjo.

Sedangkan untuk bantuan dari Pemerintah Pusat kepada 205 ribu siswa Aceh, Darjo berharap pada tahun berikutnya akan ada penambahan jumlah dana dan jumlah siswa dari keluarga kurang mampu dan pra sejahtera yang mendapatkan bantuan pendidikan tersebut.

“Tahun ini kan masih tahap awal. Kita tentunya akan mendata kembali dan memberikan data pasti tentang jumlah riil siswa yang berhak mendapatkan bantuan ke Pemerintah Pusat. Kita tentu saja berharap tahun depan akan lebih banyak lagi siswa yang mendapatkan manfaat dari program Indonesia Pintar ini,” pungkas Kepala Dinas Pendidikan Aceh itu.

Rombongan Komisi X yang ikut dalam kunjungan kerja ke Aceh adalah,  Teuku Riefky Harsya MT (Ketua Tim/Ketua Komisi X DPR RI/F PD), Drs Utut Adianto (Anggota/F PDIP), Ir Isma Yatun (Anggota/F PDIP), Drs Kahar Muzakir (Anggota/F PG), H Dito Ganinduto MBA (Anggota/F PG), Ir Jamal Mirdad (Anggota/F Gerindra), Ir Dwita Ria Gunadi (Anggota/F Gerindra).

Selanjutnya, Muslim SH MM (Anggota/F PD), Ir H Teguh Juwarno M Si (Anggota/F PAN), Hj Laila Istiana DS SE (Anggota/F PAN), Krisna Mukti (Anggota/F PKB), Dra Hj Lathifah Shohib (Anggota/F PKB), Dr KH Surahman Hidayat MA (Anggota/F PKS), dan Drs H Anwar Idris (Anggota/F PPP).

Sementara itu, dalam acara buka puasa bersama, tersebut Gubernur didampingi oleh Sekda Aceh, Drs Dermawan MM, Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Hasanuddin Darjo, Kepala Biro Humas Setda Aceh, HM Ali Alfata serta sejumlah awak media. (Ngah)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *