Berita PilihanHeadline NewsSigom Atjeh

Dipenuhi Gula Selundupan, KMP BRR Tertunda Berangkat Hingga Tiga Jam

Penumpang KMP.BRR tidak bisa masuk karena penuhi gula ilegal, Minggu (21/6/2015) | Foto: Atjehlink/ Jalal

Penumpang KMP.BRR tidak bisa masuk karena penuhi gula ilegal, Minggu (21/6/2015) | Foto: Atjehlink/ Jalal

Sabang – Diduga tidak maksimalnya pengawasan  yang dilakukan pihak terkait untuk setiap barang yang akan masuk ke Pelabuhan Bebas (Free Port). Penyelundupan gula pun menjadi tidak terkendali hingga berakibat pada terganggunya keberangkatan KMP BRR.

Seperti yang terjadi pada Minggu (21/06/15) pagi, di dermaga Balohan kapal Ferry KMP.BRR sempat urung berlayar diduga karena banyaknya gula pasir asal luar negeri yang hendak diselundupkan ke daerah pabean daratan Aceh. Jumlahnya diperkirakan 1000 sak lebih, yang beratnya lebih 50 ton.

Ditemui AtjehLINK, M.Nur, nahkoda KMP.BRR mengatakan, ia merasa khawatir jika KMP BRR yang menjadi tanggungjawabnya itu diberangkatkan. Alasannya itu akan membahayakan pelayaran, sebab muatan kapal jauh dari kapasitas normal.

Sehingga, lanjut M.Nur ia enggan berlayar sebelum ratusan karung gula yang telah berada di lambung kapal diturunkan. Walau akhirnya, atas permintaannya, gula yang diduga hendak diselundupkan pun diturunkan.

“Biasanya gula yang dimasukan ke kapal per-orang 1 atau 2 sak saja. Tetapi kali ini luar biasa, per-orang memasukan gula sampai 20 hingga 30 sak”, ujarnya.

Pantauan di lapangan, sebelum gula diturunkan, sempat terjadi kericuhan kecil antara penumpang akibat penuhnya karung gula. Baru setelah petugas Bea dan Cukai tiba di lokasi, sejumlah karung gula diturunkan. Kericuhan ini membuat kapal harus berangkat pada pukul 11.20, yang seharusnya berangkat pada pukul 08:00 Wib.

Kapolres Sabang Dra.AKBP.Nurmeiningsih,SH yang dihubungi mengatakan, pihaknya telah melakukan upaya pencegahan untuk penyelundupan gula seperti ini. Bahkan beberapa kali pihaknya berhasil menangkap gula selundupan asal Thailand itu. Namun, sesuai Undang-undang Pelabuhan Bebas, gula tersebut harus dikembalikan kepada pemiliknya.

Pasalnya, kata Kapolres, polisi tidak berwenang untuk bertindak lebih jauh, karena, gula dimaksud berada dalam kawasan bebas cukai atau kawasan Free Port. Pun begitu, Polres Sabang terus memantau dan mengawasi jangan sampai ada pihak-pihak yang melakukan penyelundupan.

Ia juga mengaku, pihaknya telah meminta kepada petugas kapal agar usai menurunkan penumpang pintu kapal segera ditutup rapat, agar tidak dimasukan gula selundupan pada malam harinya.

Sebenarnya, kata Kapolres, yang paling berwenang yaitu pihak pihak Bea dan Cukai, polisi hanya mendukung mereka saja. Namun demikian, karena berada dalam wilayah hukumnya, maka Polres Sabang akan melakukan pertemuan dengan instansi terkait untuk membicarakan masalah ini”, tutup Kapolres. (Jalal)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *