Berita PilihanRampoe

Internet 5G Ditetapkan Sekencang 20 Gbps

5GAtjehLINK – International Telecommunication Union (ITU) akhirnya sepakat soal standar teknologi 5G untuk jaringan telekomunikasi masa depan. Salah satunya menyebutkan bahwa sebuah jaringan 5G memiliki kecepatan sampai dengan 20 gigabit per second (Gbps).

Artinya, saat teknologi tersebut sudah diterapkan, pada praktiknya pelanggan layanan telekomunikasi akan merasakan kecepatan internet antara 100 hingga 1.000 Mbps. Pengguna pun bakal bisa memakainya untuk mengakses hal baru, misalnya streaming video beresolusi 4K dan virtual reality menggunakan jaringan mobile.

Spesifikasi yang dibahas ITU juga menyinggung soal internet of things (IoT). Mereka mensyaratkan 5G mesti sanggup menyediakan kecepatan transmisi data 100 Mbps ke lebih dari 1 juta perangkat IoT dalam radius 1 kilometer persegi.

Meski sudah muncul gambaran soal kecepatan, pembahasan tersebut belum selesai. Detail final soal 5G akan dikonfirmasi pada Oktober mendatang, setelah proposal mengenai standar teknologi itu disetujui oleh 193 negara anggota ITU.

Dilansir KompasTekno dari AndroidAuthority, Senin (22/6/2015), diperkirakan bahwa teknologi ini baru akan mulai didistribusikan pada 2019, dan implementasi komersialnya diperkirakan mulai ada pada 2020.

Namun, bagi pengguna yang ingin benar-benar tahu kecepatan 5G ini, paling cepat akan melihatnya pada 2018, tepatnya dalam demo yang akan diselenggarakan dalam olimpiade musim dingin di Pyengchang, Korea Selatan.

Walaupun prediksi roadmap itu hanya berselang lima tahun ke depan, saat ini banyak negara yang masih berkutat pada penggelaran 4G dan belum mempunyai visi ke arah 5G. Baru beberapa negara, seperti Korea Selatan, Tiongkok, dan Inggris, yang sudah mempunyai persiapan untuk 5G.

Contohnya Korea Selatan, baru-baru ini operator telekomunikasi KT bekerja sama dengan Samsung untuk meluncurkan GiGA LTE berkecepatan 1,17Gbps. Teknologi jaringan tersebut memanfaatkan agregasi antara LTE dengan WiFi hotspot untuk meningkatkan kecepatannya dan dianggap sebagai peralihan antara 4G ke 5G.

Sumber: KOMPAS.com

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *