Berita PilihanHeadline NewsSigom Atjeh

Tanah Dirampas Masa DOM, Warga Mengadu ke DPRK

Ilustrasi | Doc.Okezone.com

Ilustrasi | Doc.Okezone.com

Sigli – Merasa tanah mereka telah dirampas oleh PT. Samana Agung untuk pembangunan pabrik semen semasa Daerah Operasi Militer (DOM). Puluhan warga Gampong Kule, Kecamatan Batee, Kabupaten Pidie,mendatangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie, Rabu (24/6/2013).

Warga mengaku sejak tahun 1997 perusahan tersebut telah merampas tanah warga menggunakan tekanan dari oknum TNI dengan memamfaatkan situasi konflik di Aceh.

Anehnya, warga tidak pernah mengetahui siapa dalang yang membuat tanah terampas.Untuk itu warga meminta anggota dewan untuk mencari siapa pelaku yang menjual tanah mereka seluas 500 hektar kepada perusahaan tersebut.

Suib, kepada anggota menceritakan pada masa Daerah operasi militer (DOM) di Aceh tahun 1997, PT. Samana Agung telah  merampas tanah warga dengan menggunakan tekanan dari oknum TNI dan memaksa warga menyerahkan tanahnya. Akibat takut sehingga warga menyerahkan tanah mereka dengan harga yang cuma-cuma, bahkan jumlah uang ganti rugi ditentukan oleh perusahaan.

“Masa DOM dulu kami dipaksa menjual tanah kami, seharga Rp 25 permeternya, mereka mendapatkan RP 250 ribu untuk satu hektar luas tanah. Jika kami tidak memberi mereka akan memenjarakan kami, kami saat itu takut karena mereka membawa personil TNI, apalagi saat itu masa DOM,” terangnya.

Perwakilan lain dari warga Tgk Zein mengatakan, warga datang ke dewan guna meminta kepada dewan agar menyelesaikan permasalahan tanah yang pernah diambil oleh PT. Samana. Selain itu, warga juga menanyakan kembali lokasi tanah yang dijadikan warga untuk berkebun seluas 500 hektar telah dijual kepada PT. Samana oleh orang yang tidak bertanggung jawab, untuk itu mereka meminta kepada dewan untuk mencari siapa pelakunya.

Menanggapi persoalan ini anggota DPRK Pidie, Tgk Ismail, kepada warga mengatakan ia akan membicarakan masalah itu dengan pimpinan. Selama ini belum selesai ia meminta warga agar bersabar dan jangan cepat terprovokasi oleh pihak lain. Menurutnya dewan akan mencari tahu lebih dulu apakah benar pabrik semen tersebut telah mengambil paksa tanah warga.

Dalam kesempatan itu Ketua Komisi C DPRK Pidie, Drs. Isa Alima menguatkan, dewan akan berusaha yang terbaik dalam menyelesaikan permasalahan ini, pintanya, agar warga tidak boleh arogan dan sembarangan sehingga tidak menimbulkan permasalahan lain lagi, sebutnya. (Jef)

 

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *