Berita PilihanHeadline NewsInternasional

ISIS Hancurkan Makam Keluarga Nabi Muhammad di Suriah

ISIS menghancurkan tempat-tempat suci Muslim kuno di Palmyra. Getty Images

ISIS menghancurkan tempat-tempat suci Muslim kuno di Palmyra. Getty Images

Suriah – Militan ISIS meledakkan dua makam kuno yang merupakan situs Islam bersejarah di Kota Palmyra, Suriah. Seperti dilaporkan oleh CNN.com, pemerintah Suriah mengkonfirmasi peristiwa tersebut sebagai lanjutan dari berbagai rangkaian tindakan vandalisme yang dilakukan ISIS terhadap berbagai peninggalan bersejarah di Kota Palmyra.

ISIS mengambil alih Kota Palmyra, sebuah kota warisan budaya dunia UNESCO yang berusia 2.000 tahun, pada Mei lalu dan menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan berbagai situs kuno di kota tersebut.

Dalam sebuah surat elektronik yang dikirimkan oleh Ketua Direktorat Jenderal Museum dan Benda Antik Syria (DGAM) Maamoun Abdulkarim menyatakan, bahwa dirinya telah menerima kabar tentang penghancuran situs kuno tersebut dari warga Palmyra.

“ISIS telah meledakkkan dua makam kuno di Palmyra dan telah mempublikasikan foto-foto dari tindakan kriminal terhadap kekayaan budaya Suriah tersebut di laman Facebook,” kata Abdulkarim.

Salah satu makam yang diledakkan adalah makam Muhammad bin Ali, salah satu keturunan Ali bin Abi Talib, keponakan Nabi Muhammad, seperti dilansir dari laman situs resmi DGAM.

Ditambahkan Abdulkarim,”Militan ISIS juga menghancurkan kuil Shagaf, atau Abu Behaeddine, seorang tokoh agama dari Palmyra yang berusia hampir 500 tahun. Kuil tersebut berlokasi di sebuah oasis berjarak 500 meter dari pusat kota kuno Palmyra.”

Pada foto-foto yang ditampilkan di laman situs DGAM, tampak debu dan puing-puing beterbangan saat makam dan kuil tersebut diledakkan. Berbagai monumen, kuil, dan bangunan kuno lainnya di Kota Palmyra juga telah dihancurkan oleh militant ISIS, termasuk patung singa di pintu masuk museum Palmyra juga tidak luput dari penghancuran.

Sebelum pecahnya konflik pada tahun 2011, Palmyra merupakan destinasi wisata yang terkenal di Suriah. Pengunjung dari berbagai belahan dunia datang ke Palmyra untuk menyaksikan berbagai keindahan peninggalan kebudayaan kuno Islam dan Romawi, demikian dijelaskan dalam laman situsNational Geographic.

Sumber:Tempo.co

TagsISIS

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *