Headline NewsNasional

15 Dugaan Kejahatan Kehutanan Aceh Dilaporkan ke Pusat

Ilustrasi: Doc: Walhi.or.id

Ilustrasi: Doc: Walhi.or.id

Jakarta – Setidaknya ada 15 dugaan kejahatan kehutanan di Aceh yang dilaporkan kepada Siti Nurbaya Bakar Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Indonesia oleh empat lembaga dari Aceh bersama jaringan LSM lainnya yang ada di Indonesia. Pertemuan tersebut berlangsung pada Kamis (25/6/2015) di kantor Kementrian LHK.

Menurut MaTA salah satu LSM dari Aceh yang hadir di sana, ada 15 kasus yang disampaikan kepada Menteri LHK, didominasi oleh dugaan korupsi di sektor kehutanan dan juga kasus lingkungan hidup lain.

Salah satu kasus yakni pemberian izin kepada PT Indo Sawit Perkasa di Subulussalam yang masuk dalam Kawasan Ekosistem Lauser (KEL). Menurut MaTA hal itu berpotensi merugikan perekonomian negara. Kasus ini sendiri sudah pernah dilaporkan oleh MaTA kepada KPK pada Maret silam.

Selain melaporkan dugaan kasus lingkungan hidup dan kehutanan di Aceh, MaTA, Walhi Aceh, JKMA Aceh dan BYTRA meminta Kementerian LHK untuk melihat kembali seluruh perizinan yang terkait penggunaan kawasan hutan di Aceh, termasuk kepatuhan dalam penyediaan dokumen AMDAL, izin lingkungan, dan berbagai dokumen lainnya.

Selain itu,  juga meminta agar Menteri menyelesaikan berbagai kasus kejahatan Lingkungan  dan kehutanan di Aceh yang telah disampaikan dan juga mempercepat pengukuhan hutan adat mukim di Pidie, Aceh Barat, Aceh Utara, Bener Meriah dan Nagan Raya.

Menurut Siti Nurbaya Bakar Menteri LHK, terkait review izin, pihak Kementrian LHK  telah membentuk tim evaluasi dan pengendalian perizinan. Juga Kementrian sudah membentuk Dirjen Penegakan Hukum. Ini bertujuan untuk melakukan penindakan-penindakan terhadap yang telah menyalahi prosedur yang berlaku.

“Baik tim Kementrian dan Dirjen ini sama-sama sedang bekerja,” katanya (SP)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *