Berita PilihanSigom Atjeh

Yayasan Jabal Ghafur Lama Akan Dipolisikan

Bupati Pidie Jaya Sarjani Abdullah memimpin Musyawarah penentuan nasib Yayasan Pembangunan Universitas Jabal Ghafur, Selasa (30/6/2015)/ Foto: JE1

Bupati Pidie Jaya Sarjani Abdullah memimpin Musyawarah penentuan nasib Yayasan Pembangunan Universitas Jabal Ghafur, Selasa (30/6/2015)/ Foto: JE1

Pidie – Pemerintah Kabupaten Pidie (Pemkab) akan menyerahkan dan melaporkan segala masalah yayasan lama Pembangunan Kampus Jabal Ghafur ke pihak berwajib, hal itu didasari atas mangkirnya yayasan saat Pemkab Pidie dan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie memanggil untuk memberikan penjelasan kemjauan dan pemasukan kampus serta masalah lain yang mendera kampus tersebut terutama yang merugikan mahasiswa.

“Dalam waktu dekat ini masalah yayasan lama kita serahkan kepada polisi dan jaksa untuk mengusut tuntas dugaan adanya penyelewengan selama ini, yang telah banyak merugikan pendidikan masyarakat di Pidie,” kata Bupati Pidie Sarjani Abdullah dalam musyawarah adat pengambilan langsung kepengurusan kampus Jabal Ghafur Sigli di ruang Oproom Sekdakab Pidie, Selasa (30/6/2015) jelang sore kemarin.

Seharusnya, sambung Sarjani, pihak yayasan yang lama datang secara kekeluargaan kepada kami disini saat kami panggil, tapi ini malah cuek dan mangkir. “Sepertinya mereka memang tidak pernah menghargai kita atau ada sesuatu yang ditutup-tutupi dalam kampus tersebut,” kata Bupati.

Karena ulah demikianlah, menurut Bupati, perilaku tersebut pantas dicurigai sehingga perlu dilihat oleh pihak keamanan selaku yang mempunyai kewenangan dalam hal memperjelas masalah ini.

Selama ia bertugas hampir tiga tahun di Pidie, tidak ada sedikitpun informasi yang ia peroleh terkait perkembangan kampus Unigha Sigli. Bahkan Bupati mengaku geram karena pihak yayasan sebanyak tiga kali sudah dipanggil tapi mereka tidak sekalipun datang.

“sangat tidak sopan, saya kepala pemerintahan panggil mereka, mereka cuek saja, seperti takut akan sesuatu, mereka tidak pernah menghargai kami, cari untung sendiri diatas penderitaan pendidikan di Pidie,” ujarnya geram.

Lain halnya, kasus selama ini ijazah tamatan Unigha Sigli banyak ditolak karena mutu yang kurang dan lain sebagainya, belum lagi bangunan yang tidak lengkap dan banyak terbengkalai.

Harapannya, dengan kepengurusan yang baru dibentuk ini agar Kampus Jabal Ghafur lebih terurus dan berkembang. Dan terpenting, jika ada masalah segera dikomunikasikan dengan pihaknya.(JE1)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *