Berita PilihanSigom Atjeh

Bekerja di Luar HGU, YARA Polisikan PT Delima Makmur

Ilustrasi / Foto: skgroup.co.id

Ilustrasi / Foto: skgroup.co.id

Banda Aceh – Perusahaan kelapa sawit PT Delima Makmur  yang beroperasi di Kabupaten Aceh Singkil dilaporkan ke Polda Aceh oleh Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), Kamis (2/7/2015). Laporan tersebut bernomor BL/137/VII/2015/SPKT.

Menurut Ketua YARA Safaruddin, pihaknya melaporkan PT Delima Makmur ke Polda Aceh terkait dengan pembukaan lahan perkebunan tanpa izin seluas 3.068 Hekter yang dilakukan perusahaan tersebut.

Diduga juga perusahaan ini Menanam kelapa sawit di bibir danau Paris. Parahnya, penanaman sawit di areal ini berada di luar HGU PT Delima Makmur, dan kawasan tangkapan air ini adalah salah satu sumber air bersih untuk masyarakat sekitar.

Berdasarkan laporan pelaksanaan indentifikasi konflik lahan dari Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten Singkil, di temukan bahwa areal penguasaan PT Delima Makmur di luar HGU berupa tanaman kelapa sawit seluas 3.068 Hekter terdiri dari:

  1. Sebelah utara dikuasai PT Delima Makmur seluas 2.581 Hektar
  2. Sebelah barat seluas 212 Hektar dan berada di luar HGU no 16/1998
  3. Sebelah ‎utara seluar 250 Hektar berada di luar HGU No 1/1995 (Lae tangga)
  4. Sebelah barat seluas 24 Hektar dan berada di luar HGU No 1/1995 (Lae Tangga).

‎Adapun tim identifikasi lahan dari Pemerintah Aceh terdiri dari A.Hanan, SP.MM (Disbun Aceh), Rachmat, ST.MM (Kanwil BPN Aceh), Muchtaruddin, S.Sos. M.Si (Biro Tata Pemerintahan), T M Bastian (Biro Ekonomi), Akhyar Tarfi. S.ST.MH (Kanwil BPN Aceh), Saifullah, S.Hut, M.Si (Disbun Aceh), Ir. Jamara Khlsiana, MM (Disbun Aceh)‎. (SP)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *