Berita PilihanSigom Atjeh

Empat Ribu Mustahik Terima Santunan Ramadhan dari Pemerintah Aceh

Pemerintah Aceh Kucurkan Rp 2 Miliar untuk 4 Ribu Mustahik di 200 Gampong di Aceh Besar.

MontasikAceh Besar – Pemerintah Aceh melalui Baitul Mal Aceh menyalurkan Zakat Paket Ramadhan kepada empat ribu Mustahik di dua ratus Gampong se-Aceh Besar. Pembagian santunan dipusatkan di Masjid Al-Jihad, Gampong Lampaseh Lhok, Kecamatan Montasik, (Kamis, 2/7/2015).

Masing-masing mustahiq (Penerima Zakat-red) akan menerima bantuan sebesar Rp. 500 ribu. Gubernur berharap bantuan tersebut dapat dipergunakan untuk kebutuhan sehari-hari dengan baik.

Untuk diketahui bersama, penyaluran Zakat Paket Ramadhan merupakan program rutin Baitul Mal Aceh setiap tahunnya, yang diperuntukkan untuk keluarga miskin melalui proses verifikasi ketat.

 “Penyaluran zakat di bulan Ramadhan ini membuktikan tingginya kepedulian sosial antar sesama muslim di Aceh,” ujar Gubernur Aceh, dr H Zaini Abdullah dalam sambutan singkatnya yang dibacakan oleh Staf Ahli Bidang Keistimewaan, Abubakar SH.

Oleh karena itu, Gubernur berharap agar langkah penyaluran zakat ini dapat diikuti dan dilakukan juga oleh Baitul Mal di seluruh Aceh maupun komponen masyarakat yang diberikan rezeki berlebih oleh Allah SWT.

“Salah satu tujuan ibadah puasa adalah menumbuhkan kepedulian sosial kepada sesama. Puasa bukan semata-mata mendidik umat Islam menjadi orang yang saleh secara personal tapi juga saleh secara sosial,,”   tambah Gubernur.

Salah satu manifestasi dari bentuk hubungan dengan sesama manusia adalah kewajiban bagi setiap muslim yang diberi kecukupan untuk menyisihkan hartanya dengan mengeluarkan zakat atau berwakaf.

“Salah satu ciri khas yang melekat dari ajaran Islam adalah sebuah keyakinan bahwa Islam merupakan suatu cara hidup yang lengkap dan menyeluruh. Islam tidak hanya mengatur tentang hubungan hamba dengan tuhannya, seperti ibadah shalat, puasa dan haji semata, tetapi juga tentang hubungan dengan sesama manusia dan bahkan dengan alam,” jelas Zaini.

Sebagaimana diketahui, Islam mengajarkan bahwa harta yang peroleh setiap individu merupakan pemberian Allah, dan bukan semata-mata milik pribadi karena di dalam harta tersebut terdapat hak orang lain.

“Kita semua akan dimita pertanggung-jawaban oleh Allah atas apa yang kita usahakan dan atas apa yang kita terima. Salah satu bentuk pertanggung-jawaban kita adalah dengan mengeluarkan zakat dan membantu orang-orang yang kurang beruntung.”

Zakat dan Penurunan Angka Kemiskinan

Dalam kesempatan tersebut Gubernur juga mengimbau agar Baitul Mal Aceh dan dinas terkait dapat membangun sinergitas, agar program bantuan, pelayanan dan pemberdayaan fakir miskin dapat kita lakukan secara efektif sehingga dapat memberikan kontribusi langsung pada pengurangan angka kemiskinan di Aceh.

“Bagi kita di Aceh, Baitul Mal adalah lembaga resmi yang ditunjuk untuk menampung, mengumpulkan dan mendistribusikan zakat, infak dan sedekah dari masyarakat kepada siapa pun yang berhak menerimanya, sesuai tuntunan agama,” terang Gubernur.

Gubernur juga menekankan, sebagai daerah yang memberlakukan Syariat Islam, maka zakat harus dijadikan sebagai salah satu langkah untuk mengurangi angka kemiskinan di Aceh.

“Kita tentu saja berharap agar di masa yang akan datang, bukan semata-mata meningkatkan jumlah penerimaan zakat, melainkan juga dapat mengurangi angka penerima zakat secara signifikan.”

Terkait hal ini, Pemerintah Aceh memberi perhatian besar terhadap solusi masalah-masalah sosial yang dihadapi masyarakat fakir dan miskin.

Selain bantuan ini, Baitul Mal Aceh juga masih memiliki banyak program pemberdayaan ekonomi seperti zakat produktif, yaitu pemberian modal usaha kepada keluarga miskin yang punya usaha dan mau berusaha keluar dari kemiskinan.

Bahkan, Baitul Mal Aceh punya program santunan fakir-uzur seumur hidup yang diberikan setiap bulannya, pemberian beasiswa penuh tahfiz Quran, beasiswa penuh anak muallaf dan masih banyak program Baitul Mal Aceh yang fokus terhadap pemberdayaan ekonomi dan pendidikan.

“Terakhir, saya mengimbau kepada seluruh masyarakat Aceh, mari sucikan harta kita dengan menyalurkan zakat, infaq dan shadaqah,  melalui Baitul Mal Aceh dan Baitul Mal di daerah masing-masing,”pungkas Gubernur.

Kepala Baitul Mal Aceh: Jangan Gunakan untuk Beli Rokok

Kepala Baitul Mal Aceh, Armiadi Musa dalam kesempatan tersebut juga mengingatkan agar para Mustahi dapat mempergunakan dana tersebut dengan sebaik-baiknya dan untuk hal-hal yang bermanfaat.

“Jangan gunakan untuk membeli rokok, ini kepada kaum ibu, tolong diingatkan suaminya untuk tidak mempergunakan dana yang dibagikan hari ini untuk membeli rokok tapi pergunakanlah untuk membeli keperluan yang lebih penting” harap Armiadi Musa.

Lebih lanjut Armiadi menjelaskankan, proses pemberian bantuan ini telah melalui proses verifikasi lapangan maupun verifikasi administrasi yang ketat. Armiadi berharap para penerima hari ini adalah benar-benar orang yangberhak menerima,

“Setiap desa kami meminta data kepada para Geuchik sebanyak 20 orang Mustahik fakir miskin, datanya kami minta dari langsung kepada Geuchik. Selanjutnya kami melakukan verifikasi ketat, hingga terpilihlah empat ribu Mustahik yang menerima bantuan hari ini,” terang Armiadi

Armiadi juga menambahkan, sebelum ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Besarjuga telah menyalurkan dana sebesar Rp 1,5 miliar. “Dengan demikian, para mustahik telah menerima dana sebesar Rp 3,5 miliar, selama Ramadhan ini.

Proses penyerahan diterima secara simbolik oleh tiga perwakilan masyarakat, yaitu, Fatimah, Ismariadi dan Nek Tan, yang diserahkan langsung oleh Staf Ahli Bidang Keistimewaan, Kepala Baitul mal Aceh dan Camat Montasik.

Hadir dalam kegiatan tersebut, perwakilan Polsek Montasik, perwakilan Koramil Montasik, Para Alim Ulama, Tokoh Adat, dan Tokoh Masyarakat, serta awak media. (Arunda)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *