Berita PilihanNasional

Radius 5 Km Sinabung Bahaya, Kepala Badan Geologi Usulkan Relokasi Selamanya

Sejumlah warga dievakuasi dari Desa Kuta Tengah, Karo, Senin (15/4). Tingginya aktivitas Gunung Sinabung warga di 3 desa yang berada di sisi tenggara gunung, yakni Desa Kuta Tengah, Sigarang Garang, dan Jeraya dievakuasi ke lokasi yang lebih aman/ Tribun Medan-Dedy Sinuhaji

Sejumlah warga dievakuasi dari Desa Kuta Tengah, Karo, Senin (15/4). Tingginya aktivitas Gunung Sinabung warga di 3 desa yang berada di sisi tenggara gunung, yakni Desa Kuta Tengah, Sigarang Garang, dan Jeraya dievakuasi ke lokasi yang lebih aman/ Tribun Medan-Dedy Sinuhaji

Jakarta – Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Surono mengatakan, wilayah pemukiman warga di sekitar Gunung Sinabung, Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara, cukup berbahaya. Maka dari itu, dia merekomendasikan kepada Presiden Joko Widodo untuk segera melakukan relokasi permanen bagi penduduk yang ada.

“Saya hanya usulkan relokasi itu, radius 4 kilometer, dan radius 5 kilometer arah tenggara, selatan, dan timur, harus dikosongkan karena itu berbahaya. Relokasi semuanya, selamanya. Forever,” ujar Surono seusai melakukan rapat terbatas tentang penanganan bencana Sinabung di Istana Kepresidenan, Kamis (2/7/2015).

Surono menjelaskan, erupsi Sinabung memiliki karakteristik berbeda dibandingkan gunung-gunung api lain di dunia. Erupsi Sinabung diprediksi akan terus berlangsung selama 5 tahun.

“Untuk letusan, yang sekarang akan membesar seperti Merapi itu, kemungkinannya hanya 10 persen. Sebesar 90 persen akan tetap seperti ini,” ucap pria yang akrab disapa Mbah Rono ini.

Dia menyarankan relokasi dilakukan sesegera mungkin karena bencana ini sudah sangat menyulitkan masyarakat. “Sudah semakin sangat mengganggu,” ujar Surono.

Pemerintah saat ini tengah menyiapkan model penanganan baru bencana Sinabung. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya menjelaskan bahwa sejumlah opsi tengah disiapkan pemerintah terkait perubahan pola penanganan Sinabung. Pola baru itu akan mencakup zonasi, didasari pada mitigasi bencana, hingga penyiapan hunian sementara yang akan melibatkan lintas kementerian dan lembaga.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, aktivitas Gunung Sinabung masih sangat tinggi. Pada Senin (29/6/2015) siang, telah terjadi 67 kali guguran, 38 gempa hibrid , dan tremor terus-menerus.

Pada Minggu (30/6/2015) pagi, terjadi erupsi dan luncuran awan panas guguran sejauh 3.000 meter ke sektor tenggara dengan tinggi kolom abu vulkanik 2.000 meter. Kondisi itu menyebabkan Kota Kabanjahe diguyur hujan abu dan berpotensi berlangsung lama karena erupsi Gunung Sinabung akan terus berlangsung.

Meningkatnya aktivitas Gunung Sinabung tersebut menyebabkan banyak warga Karo mengungsi. Hingga kemarin, jumlah pengungsi mencapai 10.645 jiwa atau 3.150 kepala keluarga. Dari jumlah itu, tercatat ada 780 lanjut usia (lansia), 76 ibu hamil, 220 bayi, dan 747 balita.

(Sumber: Kompas.com)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *