Berita PilihanSigom Atjeh

AMPUH Apresiasi Keputusan Pemkab Pidie Soal Kampus Unigha

Mahasiswa Universitas Jabal Gafur melakukan orasi di bundaran Simpang Lima, Banda Aceh, Kamis (4/5). Mereka meminta pemerintah Aceh dan DPRA melakukan upaya untuk menegerikan Unigha/Serambiindonesia/M Anshar

Mahasiswa Universitas Jabal Gafur melakukan orasi di bundaran Simpang Lima, Banda Aceh, Kamis (4/5). Mereka meminta pemerintah Aceh dan DPRA melakukan upaya untuk menegerikan Unigha/Serambiindonesia/M Anshar

Pidie—Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat untuk Penegerian (AMPUH) Unigha mengapresiasi langkah kongkrit Pemerintah Kabupaten Pidie, dalam hal ini, Bupati Pidie Sarjani Abdullah, yang mengambil alih dan  membentuk struktur baru kepengurusan Yayasan Unigha Pembangunan Universitas Jabal Ghafur Gle Gapui Sigli.

“Memang sudah saatnya Bupati Pidie bertindak guna menyikapi aspirasi masyarakat Pidie dan itu sudah tepat,” kata Koordinator AMPUH Diky Zulkarnain, Jumat, (3/7/2015).

Namun kata Diky, pihaknya akan terus mengontrol sejauh mana komitmen Pemkab Pidie–kepengusuran yayasan baru–memajukan Unigha. Karena, kata dia, pembentukan kepengurusan yayasan yang baru harus memiliki orientasi penegerian. Bukan semata-mata menjadi pepatah: keluar dari mulut harimau masuk ke mulut buaya.

“Penegerian harus menjadi harga mati!” tegasnya.

Selama ini, masyarakat Pidie sudah menanti-nanti Unigha dinegerikan, sebab ibarat tumor ganas, masalah-masalah yang melilit Unigha sudah stadium empat. Maka, lanjut Diky, pembubaran yayasan yang lama ini tidak untuk membuka jalan ekploitasi baru bagi masyarakat Pidie.

“Masyarakat Pidie menginginkan penegerian Unigha,” kata dia, “dan itu bukan asumsi kami semata. Itu berdasarkan kuisioner yang kami bagikan pada mahasiswa dan daftar dukungan, penandatangan pembentukan panitia penegerian oleh sivitas akademika Unigha2013 lalu, klipping media massa, dan hasil wawancara sejumlah tokoh masyarakat.” (SP)

Tagsunigha

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *