Berita PilihanHeadline NewsRampoe

Gubernur: Al-Qur’an adalah Petunjuk Umat Sepanjang Zaman

Gubernur AcehBanda Aceh – Al-Qur’an adalah petunjuk umat manusia untuk sepanjang zaman. Oleh karena itu, peringatan Nuzulul Qur’an harus dipertahankan secara terus menerus, karena melalui peringatan inilah umat manusia dapat mengambil hikmah yang sangat berguna dalam rangka mengevaluasi masa lalu, menjalani masa sekarang, dan menatap masa depan kita.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Aceh, dr H Zaini Abdullah, dihadapan ribuan jama’ah Shalat Tarawih yang memadati Masjid Raya Baiturrahman, dalam sambutan singkatnya pada malam Peringatan Nuzulul Qur’an 1436 H, (Jumat, 3/7/2015).

Dalam kesempatan tersebut Gubernur mengajak agar seluruh masyarakat Aceh dapat meneladani dan terus membumikan Al-Qur’an yang telah diwahyukan kepada Rasulullah SAW.

“Berkat perjuangan Rasulullah SAW, kita menerima warisan Al-Qur’anul Karim yang pada malam ini kita peringati sejarah awal turunnya Al-Qur’an pada 14 abad silam.”

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Pemerintah Aceh kembali menggelar peringatan Nuzulul Qur’an di Masjid Raya baiturrahman.

“Peringatan Nuzulul Qur’an yang kita laksanakan malam ini, juga diperingati oleh umat Islam di seluruh penjuru dunia. Kegiatan ini telah menjadi tradisi yang hidup di dalam masyarakat kita, pada setiap bulan ramadhan,” ujar Gubernur.

Gubernur menerangkan, peringatan Nuzulul Qur’an adalah peringatan tentang awal turunnya Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW di Gua Hira’. Sebagaimana diketahui, surat yang pertama diwahyukan oleh Allah kepada Rasulullah adalah Surat Al-Alaq Ayat 1-5.

“Surat ini merupakan perintah Allah kepada Nabi Muhammad untuk membaca dengan menyebut nama Allah SWT. Secara eksplisit melalui surat pertama ini Allah SWT mengingatkan umat Islam bahwa membaca atau belajar adalah langkah awal yang sangat penting dalam menempuh kesuksesan hidup duniawi dan ukhrawi.”

Membaca atau belajar, lanjut Gubernur, harus disertai dengan nama Allah yang telah menciptakan manusia, alam semesta beserta seluruh isinya. Ini berarti bahwa dengan membacalah manusia dapat mengenal dirinya, lingkungannya, dan mengenal Allah sebagai Sang Pencipta.

Karena sebab itulah, maka Gubernur menekankan tentang pentingnya memperingati Nuzulul Qur’an dan tidak menganggapnya sebagai sebuah kebiasdaan atau tradisi semata, mengingat banyaknya makna yang tersirat di dalamnya.

“Al-Qur’an sebagai kitab suci dan pegangan hidup haruslah dipahami kandungannya oleh Ummat Islam. Karena dengan memahami dan memegang teguh nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an dapat mengantarkan kehidupan ummat yang bahagia dunia dan akhirat,” jelas Zaini.

Dalam kesempatan tersebut Gubernur juga mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk selalu bersyukur karena masih banyak generasi muda Aceh yang sudah menjadi hafiz dan hafizah. Selama Ramadhan ini, para hafiz tersebut menjadi imam Shalat wajib dan Shalat Tarawih di sejumlah Masjid di seluruh Aceh.

Menurut Gubernur, hal ini menunjukkan, bahwa upaya membumikan Al-Qur’an di kalangan generasi muda sudah menunjukkan hasil yang menggembirakan. Gubernur berpesan, tahap selanjutnya yang juga tak kalah penting adalah menggali kandungan Al-Qur’an.

“Harus diimbangi dengan upaya menggali kandungan Al-Qur’an, karena kitab ini adalah pedoman hidup bagi umat manusia yang kebenarannya tidak perlu diragukan lagi.”

Sebagai Kepala Pemerintahan Aceh, Zaini mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk menjadikan peringatan Nuzulul Qur’an sebagai momentum membangkitkan semangat membaca dan mempelajari Al-Qur’an.

Gubernur meminta seluruh jajaran pemerintahan kabupaten/kota, kecamatan, mukim dan gampong agar menyemarakkan tradisi membaca Al-Qur’an dan mengajarkannya kepada generasi muda.

“Mari secara bersama-sama kita senantiasa meningkatkan peran  dan fungsi masjid dan meunasah sebagai tempat pembelajaran, pengkajian dan tahfidz Al-Qur’an. Insya Allah, jika Al-Quran telah kita baca dan amalkan serta menjadi nafas bagi kehidupan kita, maka barakah dan rahmat Allah akan senantiasa menaungi Aceh yang kita cintai ini, pungkas Gubernur.

Al-Qur’an, Kamuliaan yang Allah Turunkan ke Bumi

Sementara itu, Ustadz Ahmad Rizal Lc, dalam ceramah singkatnya menjelaskan, bahwa Al-Qur’an adalah perintah dan petunjuk dari Allah Sang Maha Mulia dan disampaikan oleh Jibril yang mulia dan diwahyukan kepada manusia termulia, Muhammad SAW.

“Jadi, jangan pernah meninggalkan kitab ini, teruslah mengamalkan Al-Qur’an yang mulia ini agar derajat kita diangkat oleh Allah menjadi manusia-manusia yang mulia.”

Ustadz Ahmad menambahkan, Al-Qur’an adalah kitab yang wajib di Imani. Dalam kesempatan tersebut Ustadz Ahmad juga menjelaskan bahwa ada tiga kewajiban seorang muslim terhadap Al-Qur’an, yaitu; membaca Al-Qur’an, mengajarkan dan mengamalkan Al-Qur’an dalam hidup.

“Membaca, mempelajari dan mengamalkan Al-Qur’an. Jika ketiga hal ini dilakukan maka kita akan menjadi manusia yang memiliki akhlak mulia. Jika kita memiliki akhlak mulia, maka bukan hanya manusia yang akan senang dengan kita tetapi Allah yang maha mulia tentu saja akan senang dan cinta serta mengangkat derajat kita ke tempat yang mulia.

Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Ahmad juga sempat mengutip beberapa Sunnah Rasulullah SAW yang menekankan tentang pentingnya membaca,mengajarkan dan mengamalkan Al-qur’an.

“Untuk mencapai akhlak yang mulia, kita tentu harus mengikuti segala petunjuk yang telah Allah berikan dalam kitab yang mulia ini, yaitu Al-Qur’anul Karim,” pungkas Ustadz Ahmad.

Sejumlah tokoh dan pejabat Aceh terlihat hadir mengisi Shaf depan Masjid Raya Baiturrahman, diantaranya Paduka Yang Mulia (PYM) Wali Nanggroe, Malik Mahmud Al-Haytar, Kapolda Aceh, Hussein Hamidi, Pangdam Iskandar Muda, Agus Kriswanto dan Kajati Aceh, Tarmizi, serta Perwakilan DPRA.

Dari unsur akademisi terlihat hadir Rektor Unsyiah dan Rektor UIN Ar-Raniry. Turut pula hadir Ketua MPU, Ketua Mahkamah Syariah, Ketua MPD dan Ketua MAA dan Imam Besar Mesjid Raya Baiturrahman.

Walikota Banda Aceh, Sekda Aceh, Para Asisten, Para Kepala SKPA, dan Kepala Biro di Lingkungan Pemerintah Aceh, Para Alim Ulama, Tokoh Adat dan Tokoh Masyarakat Aceh, serta sejumlah awak media. (Arunda)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *