Nasional

Komnas HAM: Perkawinan Sejenis Tidak Sesuai dengan HAM

Manager Nasution/ Islampos.com

Manager Nasution/ Islampos.com

Jakarta – Komisioner Komnas HAM RI, DR. Manager Nasution, MA (Komisoner Komnas HAM RI) dalam siaran persnya, Jumat (3/7/2015), menolak dan berkeberatan terhadap pengesahan pernikahan sesama jenis.

“Indonesia tidak dapat memberlakukan pernikahan sesama jenis ke dalam bentuk regulasi, karena pernikahan sesama jenis bertentangan dengan konstitusi Indonesia,” ujar Maneger.

Dikatakan Manager, Konstitusi Indonesia yang berdasarkan Pancasila dalam sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, menunjukkan bahwa bangsa Indonesia merupakan bangsa yang beragama.Karena itu sudah sepantasnya menolak pernikahan sesama jenis yang merupakan perilaku menyimpang.

Indonesia itu, di samping Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (DUHAM) PBB, landasan filosofis HAM-nya adalah sila kedua Pancasila, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Sebagai bangsa yang beradab tentu bangsa Indonesia dan juga agama-agama yang ada di Indonesia menolak penyimpangan seksual sebagian kaum hedon.

Kaum hedon (kembali) seolah mendapat energi baru. Di mana, setelah pada Jumat (26/6) Mahkamah Agung Amerika Serikat membolehkan pernikahan sesama jenis di seluruh wilayah AS yang meliputi 50 negara bagian. Padahal sebelumnya hanya 37 negara bagian saja yang telah mengesahkan pernikahan sesama jenis.

Sebagai buntut keputusan itu, di Indonesia, beberapa publik figur mendukung dan bergembira atas putusan Mahkamah Agung Amerika Serikat ini. Mereka seakan menanti aturan tersebut juga diberlakukan di Indonesia. Walaupun sebagian besar juga menolak dan anti terhadap pernikahan sesama jenis ini.

Undang-undang yang ada pun telah dengan tegas menutup celah bagi pernikahan sesama jenis ini.

Contohnya aturan tentang Perkawinan misalnya Pasal 1 UU No.1 Tahun 1974 telah dengan tegas mengatakan bahwa perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.

UU ini merupakan perwujudan dan bentuk komitmen dari segenap bangsa Indonesia dalam rangka membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia yang mengedepankan nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa sebagaimana dimuat dalam konstitusi Indonesia.

Maneger menjelaskan, budaya dan agama-agama di Indonesia juga sepakat bahwa perkawinan sesama jenis merupakan sebuah aib dan perbuatan amoral yang harus ditolak bahkan dikategorikan sebagai perbuatan dosa.

“Indonesia memang bukan negara agama, tapi menganut asas Ketuhanan Yang Maha Esa di mana nilai-nilai keagamaan harus dikedepankan, di samping itu Budaya Timur kita juga menjunjung tinggi etika dan moralitas bangsa,” paparnya.

Oleh karenanya sudah sejatinyalah Indonesia melarang pernikahan sesama jenis ini. Pembolehan terhadap perkawinan sejenis ini, bukan saja tidak sesuai dengan HAM di Indonesia yaitu HAM yang Adil dan Beradab, tetapi juga melampaui keadaban kita sebagai bangsa.

(Sumber:Islampos.com)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *