Atjeh HijauHeadline NewsSigom Atjeh

Pantai Tercemar, Warga Ancam Buang Batubara ke Rumah Dinas Wakil Bupati

Pantai Lhok Geudong Kabupaten Aceh Barat tercemar akibat tumpahan batubara. (Kompas.com/Raja Umar).

Pantai Lhok Geudong Kabupaten Aceh Barat tercemar akibat tumpahan batubara. (Kompas.com/Raja Umar).

Meulaboh – Meningkatnya aktivitas bongkar muat batubara di Pelabuhan Jety Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat ternyata berdampak buruk terhadap lingkungan sekitarnya. Pantai Lhok Geudong, Kelurahan Suak Indrapuri yang selama ini dijadikan sebagai salah satu tempat rekreasi dan lokasi pemandian warga kini tercemar limbah batubara.

Akibat tercemarnya pantai ini maka tak hanya tempat rekreasi ini semakin dijauhi pengunjung, namun mata pencarian warga desa setempat mulai terganggu.

“ (Pantai) Ini lokasi rekreasi yang ditetapkan oleh pemerintah, tapi kondisinya sekarang kotor dengan tumpahan batubara saat bongkar muat di pelabuhan. Sehingga sekarang sepi orang yang berkunjung dan mandi di sini. Kami yang punya usaha kecil menyewakan ban bekas dan berjualan di sini tidak laku lagi”,  kata Yunizar (40). warga Desa Suak Indrapuri, kepada Kompas.com, Jum’at (03/07/2015) petang.

Menurut Yunizar, selain mencemari pantai, dampak lain tumpahnya batubara dari kegiatan bongkar muat di pelabuhan yang dibangun pemerintahan Singapura pasca-tsunami 2004 lalu itu, juga sangat dirasakan para nelayan kecil yang mengantungkan hidupnya dari tangkapan ikan di laut.

“Sekarang nelayan yang menggunakan kapal kecil di sini banyak yang tidak melaut lagi, karena hasil tangkapan sudah berkurang selama laut tercemar batubara, bahkan kalau mereka paksa melaut hasilnya tidak cukup untuk modal beli minyak (BBM) kapal,”  tambah dia.

Warga berharap pemerintah Kabupaten Aceh Barat segera merespon keluhan warga. Mereka berharap lokasi bongkar muat batubara di Pelabuhan Jety Meulaboh yang sudah berlangsung sekitar empat tahun segera dipindahkan jauh dari permukiman warga.

“Kami berharap pemerintah segera memindahkan lokasi bongkar muat  batubara dari pelabuhan itu, karena keberadaan lokasi bongkar muat batubara di situ jelas sudah merampas hak kami, baik itu pendapatan, ekonomi bahkan kesehatan anak-anak kami yang mulai batuk-batuk,”  lanutu Yunizar.

Jika pemerintah Aceh Barat dan Dinas terkait tidak segera membersihkan pantai dari pencemaran batubara, warga mengancam akan mengumpulkan batubara dari laut dan akan membuangnya ke halaman rumah dinas Wakil Bupati Aceh Barat yang berada tak jauh daripantai Lhok Geudong.

“Kemarin kami ibu-ibu dan anak-anak sudah mengambil sebagian batubara dari laut dan kami kumpulkan, jika tumpukan batubara yang kami kutip dari laut tidak segera dibersihkan dari sini akan kami buang ke rumah dinas wakil bupati,” dia mengancam.[]

Sumber: Kompas.com

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *